Puluhan Mumi Berusia 1.000 Tahun Ditemukan di Peru



Sekumpulan tim arkeolog yang bekerja di Pachacamac, Peru, menemukan puluhan mumi anak yang berusia sekira 1000 tahun.

"Kami menemukan sekira 70-80 makam di tempat ini," ujar arkeolog Milton Lujan.

Banyak dari mumi itut dimakamkan dengan cara khusus. Banyak dari mereka mungkin meninggal dalam kondisi sakit," tambahnya, seperti dikutip dari 3News.

Lokasi penemuan, Pachacamac, dulunya merupakan kota suci, tempat suku Huari biasa berdoa kepada Dewa Pencipta, Pacha Kamaq. Kota ini pun berjarak 32 km selatan kota Lima.

Tiap makam dideskripsikan berbentuk oval dengan masing-masing berisi 12 jenazah.

Dinosaurus Nenek Moyang Burung


Sebuah tim ilmuwan internasional menggambarkan proses evolusi yang luar biasa. Evolusi ini berlangsung selama periode 50 juta tahun. Hasilnya, keturunan dinosaurus karnivora menyusut terus dan mempunyai banyak kriteria yang mengarah pada tampilan awal burung.

Dengan menggunakan teknik molekul, ahli biologi evolusi merekonstruksi virus, menyelidiki 1.500 ciri-ciri anatomi 120 dinosaurus yang berbeda-beda dari kelompok theropoda. Di antaranya pemakan daging raksasa seperti Tyrannosaurus rex dan Giganotosaurus serta silsilah burung.

"Studi kami mengukur tingkat evolusi kelompok dinosaurus theropoda, "kata pemimpin peneliti Michael Lee, seorang ahli paleontologi di Universitas Adelaide dan South Museum Australia.

Burung pada masa awal terdapat di Jerman

"Mereka merupakan kelompok yang paling cepat berkembang menjadi nenek moyang burung. Jadi, pada akhirnya, dinosaurus paling mudah beradaptasi dan selamat untuk jangka panjang. Mereka kini mengelilingi kita dengan kemegahan bulu-bulunya, " demikian dipaparkan Lee.


Giganotosaurus

Burung pada masa awal yang dikenal adalah Archaeopteryx. Badannya seukuran gagak. Burung ini tinggal di Jerman 150 juta tahun yang lalu. Mereka punya ciri-ciri primitif seperti gigi, tulang ekor yang panjang, tulang antara leher dan dada, punya otot terbang , serta beberapa atribut burung modern.

Terus menciut

"Yang mengesankan adalah konsistensi perubahan ukuran dalam masa transisi dinosaurus menjadi burung. Setiap keturunan menjadi lebih kecil dari leluhurnya. Silsilah ini terus terjadi, mereka berevolusi menjadi ukuran tubuh yang lebih kecil, sedikit demi sedikit, selama lebih dari 50 juta tahun,"kata Lee. Para peneliti telah menyelesaikan silsilah keluarga dinosaurus ini dan keturunan burung. Ukuran dinosaurus ini menurun dari sekitar 200 kg menjadi menjadi 0,8 kg kg.


Giganotosaurus

Selain miniaturisasi yang berkelanjutan, keturunan ini juga memiliki ciri-ciri baru seperti bulu, sayap, moncong pendek dan gigi yang lebih kecil. Studi tersebut menemukan bahwa hal ini merupakan hasil adaptasi evolusioner, dimana mereka berubah empat kali lebih cepat daripada dinosaurus lainnya.

"Dinosaurus terkait erat dengan semua burung kecil, dan banyak dari mereka - seperti Microraptor - memiliki beberapa kemampuan untuk memanjat dan meluncur," kata salah seorang peneliti Gareth Dyke, yang merupakan pakar paleontologi di Universitas Southampton, Inggris.

Perubahan dari dinosaurus ke burung membentuk tubuh yang unik. "Ini memungkinkan mereka untuk mengejar serangga, memanjat pohon, melompat dan meluncur, dan akhirnya mengembangkan kemampuan terbang dengan penuh tenaga," papar Lee. Evolusi ini membuat mereka menjadi fleksibel dan bisa bertahan saat meteor menghantam bumi dan memusnahkan habitat dinosaurus lain.

Kerambit, Senjata Asli Minangkabau yang Terlupakan

Senjata Karambit, atau disbeut juga dengan Karambiak, Kurambiak, Kerambit adalah senjata jenis pisau genggam kecil berbentuk melengkung dari Indonesia yang telah mendunia.Bahkan senjata ini di produksi secara masal oleh produsun-produsen senjata dunia, dan menjadi senjata wajib personel US Marshal. Senjata ini termasuk senjata berbahaya karena dapat digunakan menyayat maupun merobek anggota tubuh lawan secara cepat dan tidak terdeteksi.
Dalam klasifikasi senjata genggam paling berbahaya, kerambit sebagai senjata mematikan menempati urutan kedua setelah pistol. Sabetan senjata kerambit bila mengenai tubuh lawan, dari luar memang tampak seperti luka sayatan kecil, namun pada bagian dalam tubuh bisa menimbulkan akibat yang sangat fatal karena urat-urat putus. Dan apabila mengenai perut, maka usus terpotong atau tercabik-cabik didalam.
Disamping menjadi senjata khas Minangkabau, permainan senjata kerambit juga berkembang di Madiun Jawa Timur yang dalam aksen Jawa disebut dengan nama “kerambik”. Permainan senjata ini diajarkan oleh Ki Ngabei Surodiwiryo dalam permainan pencak silat Setia Hati (SH), yang didapatnya dari Gurunya yang bernama Datuk Rajo Batuah di Kampung Ampang Padang. Dan Datuk Rajo Batuah tersebut merupakan murid dari para Panglima Minangkabau yang disebut Harimau Nan Salapan. Di Madiun, permainan senjata kerambit ini menjadi senjata khas pencak silat Setia Hati.
Sejarah
Berdasarkan sejarah tertulis, kerambit berasal dari Minangkabau, lalu kemudian dibawa oleh para perantau Minangkabau berabad yang lalu dan menyebar ke berbagai wilayah, seperti Jawa, Semenanjung Melayu dan lain-lain. Menurut cerita rakyat, bentuk kerambit terinspirasi oleh cakar harimau yang memang banyak berkeliaran di hutan Sumatera pada masa itu.
kerambit, ia sengaja dirancang lebih melengkung seperti kuku harimau, setelah melihat harimau bertarung dengan menggunakan cakarnya, hal ini sejalan dengan falsafah Minangkabau yang berbunyi Alam takambang jadi guru. Kerambit akhirnya tersebar melalui jaringan perdagangan Asia Tenggara hingga ke negara-negara, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina dan Thailand.
Pada masa dahulu, permainan senjata kerambit di Minangkabau hanya diwarisi oleh para Datuk atau kalangan Raja, tidak sembarang orang menguasai permainan yang dianggap rahasia dan hanya untuk kalangan tertentu saja.
Senjata khas Minangkabau ini menjadi bagian terpenting yang tak dapat dipisahkan dari silat Minangkabau (silat Taralak). Keistimewaannya seperti kuku harimau (Minangkabau: inyiak) yang setiap saat secara tiba-tiba keluar dari balik kaki dan tangannya pada saat menerkam atau memangsa lawan. Untuk itu harimau menjadi perlambang satria-satria atau Panglima Minangkabau.
Dimainkan dengan sistem langkah silat Taralak, senjata ini bagaikan tanduk kerbau dan semangat bertarungnya seperti kerbau. Dalam riwayat Minangkabau, kerbau kecil orang Minang dapat mengalahkan kerbau besar milik Raja Jawa. Kerbau juga menjadi perlambang suku bangsa Minangkabau.
Dalam pepatah Minangkabau dikatakan bahwa jika seorang pendekar atau satria belum menguasai kerambit, ibarat harimau tanpa kuku, ayam tanpa tajinya, burung tanpa paruhnya, gajah tanpa gadingnya, kerbau tanpa tanduknya.
Filosofi
Sepasang kerambit bila dimainkan, menggambarkan seekor kerbau yang menjadi lambang suku bangsa Minangkabau. Hal ini mengisyaratkan jati diri seorang satria atau pendekar Minangkabau yang sebenarnya.
Sepasang kerambit bila disatukan, menggambarkan perlambang hati. Dan barangsiapa yang setia kepada hati sanubarinya atau dapat merasakan sumber dari rasa yang selalu menghadap kepada Tuhan, niscaya ia akan selamat lahir bathinnya dan sampai kepada tujuannya. Artinya mengandung nilai ketaqwaan. Namun, jika ingkar atau menyimpang dari hati sanubarinya, maka ia akan celaka karena perbuatannya itu. Hal ini digambarkan dari senjata kerambit yang tajam sisi luar maupun sisi dalamnya, dari luar mampu melindungi ancaman dan dari dalam juga dapat memberi kontrol diri karena jika menyimpang akan menjadi senjata makan tuan. Dengan demikian untuk meraih kemenangan atau tujuan, maka dalam memainkan senjata kerambit juga harus berpedoman pada hukumnya yakni menjalankan “langkah” dalam “jurus” yang benar, tidak asal melangkah dalam memainkan suatu jurus. Sebab langkah dalam jurus merupakan sebuah hukum dalam pencak silat. Jika menyimpang atau melanggar dari hukum itu, maka akan memperoleh akibat hukumnya atau tergelincir karenanya. Dalam pencak silat, ini apa yang dimaksud sebagai rohnya pencak silat itu sendiri.
Dalam memainkan langkah kerambit, kerambit muncul dari sisi atau samping perut, tersembunyi disamping iga atau rusuk. Hal ini mengandung maksud:
Kerambit ibarat tulang iga (bentuknya melengkung), mengingatkan kepada riwayat seorang wanita, sehingga wajib hukumnya untuk menempatkan wanita pada kedudukan yang terhormat mengingat kedudukannya sebagai seorang ibu. Dalam sistem adat Minangkabau, wanita memperoleh kedudukan yang sangat tinggi (matrilineal).
Kerambit ibarat tulang rusuk, memperlihatkan bahwa organ-organ tubuh bagian dalam manusia terlindungi oleh rusuk yang dapat membentuk tubuh manusia memiliki alat pertahanan yang kokoh dan kuat. Jika tidak ada tulang rusuk, maka badan menjadi lemah. Rusuk berfungsi melindungi ancaman dari luar dan ancaman dari dalam agar organ bagian dalam tidak mudah keluar dari badan. Dibalik rusuk juga bersemayam hati atau sumber rasa.
Dapat disimpulkan bahwa sebenarnya senjata kerambit itu adalah senjata yang berasal dari dalam tubuh manusia. Maka dalam pencak silat Minangkabau atau pencak silat Setia Hati (disingkat SH) merupakan satu kesatuan sistem yang tak dapat dipisahkan. Senjata yang ampuh adalah senjata yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. Seperti yang digambarkan pada binatang kerbau yang memiliki tanduk yang kuat dan harimau yang memiliki kuku yang tajam, senjatanya binatang juga berasal dari dalam dirinya sendiri.
Buku sejarah di Eropa mengatakan bahwa tentara di Indonesia dipersenjatai dengan keris di pinggang dan tombak di tangan mereka, sedangkan kerambit itu digunakan sebagai upaya terakhir ketika senjata lain habis atau hilang dalam pertempuran. Kerambit terlihat sangat jantan, sebab ia dipakai dalam pertarungan jarak pendek yang lebih mengandalkan keberanian dan keahlian bela diri. Para pendekar silat Minang, terutama yang beraliran silat harimau sangat mahir menggunakan senjata ini. Saat ini kerambit adalah salah satu senjata utama silat dan umumnya digunakan dalam seni beladiri.
Cara Memainkan
Senjata dipegang dengan memasukkan jari pertama atau telunjuk ke dalam lubang di bagian atas pegangan sehingga lengkungan pisau mengarah ke depan dari bagian bawah kepalan tangan. Hal ini terutama digunakan dalam pemotongan dengan cara memutar tangan ketika kerambit telah masuk atau mengenai sasaran, sehingga bagian dalam dari sasaran, seperti urat, usus dan lainnya menjadi putus. Luka akibat kerambit terlihat kecil dari luar, namun didalamnya, urat atau usus telah putus. Dengan masuknya jari telunjuk ke dalam lobang gagang kerambit, membuat lawan sulit untuk melucuti senjata tersebut dan memungkinkan kerambit untuk bermanuver di jari-jari tanpa kehilangan pegangan.
Menjadi sempurna jika dimainkan sepasang dengan 2 tangan posisi atas dan bawah secara bergantian kiri dan kanan. Maksudnya untuk menutup semua celah yang memungkinkan untuk bisa ditembus lawan. Sehingga dengan memainkan sepasang kerambit menjadi sebuah pertahanan yang sangat rapat dan kokoh yang sulit untuk ditembus atau dimasuki oleh serangan lawan yang bagaimanapun hebatnya.
Dimainkan khusus untuk pertarungan jarak dekat atau rapat. Setelah ujung kerambit berhasil menembus tubuh lawan, dengan seketika harus dibalikkan atau diputar arah. Hasilnya akan tampak diluar seperti luka dengan robek kecil tetapi di bagian dalam organ-organ tubuh putus. Apabila menyangkut ditangan lawan, akibatnya akan sangat mengerikan yakni semua urat tangan putus terkelupas bahkan tangan bisa potong.
Permainan senjata kerambit ini akan sangat ideal jika dimainkan dengan permainan silat Taralak (di pencak Setia Hati disebut Sterlak). Taralak dalam bahasa Minangkabau berarti “kabau”, sebuah langkah silat tanpa mengenal mundur, seperti langkah kerbau yang selalu merangsek maju dengan kedua tanduknya, hanya mengenal istilah hidup atau mati. Untuk melihat akibat dari keganasan senjata ini, bisa kita lihat di Youtube dalam bentuk video, sungguh sangat mengerikan.
Kelebihan kerambit
Kelebihan dari kerambit adalah:
  • Bentuknyah kecil dan mudah disembunyikan
  • Sulit untuk dilucuti dalam pertarungan
  • Jarak bisa berubah tanpa merubah langkah
  • Bisa untuk dua serangan dalam satu gerakan tangan
  • Lebih membuat robekan besar untuk gerakan-gerakan tarikan yang mematikan
  • Serangan dapat lebih cepat dengan pegangan standart secara pukulan jab
Keberadaan kerambit di dunia
Dengan makin populernya seni bela diri Pencak Silat, mulai tahun 1970-an, senjata inipun semakin populer walaupun berlangsung lambat. Puncaknya pada tahun 2005, beberapa perusahaan besar AS seperti Emerson Knives dan Strider Knives membuat pisau kerambit dalam jumlah banyak. Pelopor penggunaan kerambit adalah Steve Tarani yang mempunyai dasar kerambit dari Silat Cimande Sunda. Saat ini kerambit telah dikembangkan pihak barat dengan banyak varian.
Di Indonesia sendiri kerambit di pakai oleh Silat Sumatera seperti Silat Harimau/Silek Harimau Minangkabau dengan sebutan kurambiak/karambiak. Untuk kerambit asal Sumatera, catatan tertua yang ditemukan adalah penggunaan kerambit yang ditulis pada Asian Journal British, July – Dec 1827.
Meskipun kerambit adalah senjata wajib personel US Marshal, tetapi di Indonesia sendiri kurang begitu populer. Hal ini dikarenakan senjata ini bersifat senjata rahasia yang mematikan serta tidak ada upaya pemerintah maupun militer Indonesia dalam hal ini TNI untuk menggunakan ataupun melestarikannya. Sehingga di Indonesia sejata ini menjadi senjata yang terlupakan dan lebih populer di luar negri. Kita bisa melihat berbagai video peragaan senjata ini di youtube oleh orang-orang berkulit putih, bahkan Situs pasar online dunia seperti  eBay.comknifecenter.com dll, menjual senjata ini secara online dengan berbagai model yang beraneka macam dan modern.
Jenis kerambit
Meski secara umum bentuk kerambit adalah sama yaitu melengkung dan memiliki lobang dibagian pegangannya, namun dalam perkembangannya kerambit memiliki beberapa varian. Dari bilah tajamnya terbagai menjadi dua yaitu tajam tunggal dan tajam ganda (double edges). Sedangkan di Indonesia sendiri, kerambit ada dua yaitu kerambit Jawa Barat dan kurambiak/karambiak Minang. Kerambit Jawa Barat biasanya memiliki lengkungan yang membulat, sedangkan kerambit Minang memiliki lengkungan siku.
Beberapa jenis kerambit di Nusantara:
  • Kuku Alang (kuku elang), Lawi ayam: Cakar elang/ayam dari Sumatera Barat
  • Kuku Harimau: Sumatera Barat, Jawa Barat dan Madura
  • Kuku Bima: Jawa Barat, Jawa Tengah
  • Kuku Hanoman: Jawa Barat
  • Kerambit Sumbawa: Pulau Sumba
  • Kerambit Lombok: Lombok

Bagaimana Bentuk Batu Tertua di Dunia?

Para ilmuwan telah menemukan batuan yang hingga saat ini diyakini sebagai batu tertua di Bumi. Usianya yang mencapai 4,28 miliar tahun membuat batu itu lebih tua 250 juta tahun dibanding batu-batu tua yang ditemukan sebelumnya.



Menurut perhitungan ilmiah, Bumi terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu dari piringan debu dan gas yang mengelilingi Matahari. Namun sisa-sisa dari bongkahan batu Bumi yang asli amat sulit ditemukan karena sebagian besar materinya terdaur ulang oleh perut Bumi akibat gerakan lempeng tektonik yang terus-menerus mengubah permukaan Bumi.

Pada 2001, para ahli geologi menemukan lempengan batu yang dikenal sebagai sabuk hijau Nuvvuagittuq di pesisir timur Hudson Bay, Quebec utara. Menduga bahwa batu-batu di sana mungkin berasal dari periode awal terbentuknya Bumi, para pekerja geologi menelitinya untuk menentukan usianya.

Mereka mengukur variasi-variasi kecil isotop dari elemen langka Bumi, neodymium dan samarium dalam batuan itu dan memastikan bahwa batuan itu berusia 3,8 hingga 4,28 miliar tahun.





Umur tertua, berasal dari batu yang disebut "faux amphibolite", diyakini sebagai endapan vulkanis kuno. Batu ini mengalahkan batu yang dianggap tertua sebelumnya, dengan usia 4,03 miliar tahun dan berasal dari formasi yang disebut Acasta Gneiss, Wilayah barat laut Kanada.



Satu-satunya materi awal yang lebih tua dibanding batu Nuvvuagittuq adalah zircon dari butiran mineral terisolisasi yang tahan terhadap cuaca dan proses geologi. Zircon tertua dari butiran-butiran di Australia Barat usianya sekitar 4,36 miliar tahun.

Di India Motor Bekas Tabrakan ini Dijadikan Kuil Keramat


Penduduk kota Pali, Rajasthan, India, membangun kuil keramat yang diatasnya ditaruh motor antik yang telah hancur bekas kecelakaan, Royal Enfield Bullet 350.

Diberitakan laman Motorcycle, kuil tersebut dibangun karena peristiwa tabrakan yang menewaskan Om Singh Rathore, anak pemimpin desa setempat pada 2 Desember 1988 silam.

Dengan menggunakan motor asal Inggris tersebut, Rathore berencana pulang ke rumahnya di Pali. Namun nahas, ia tergelincir menabrak pohon sehingga nyawanya tidak dapat tertolong.

Cerita ini berkembang menjadi legenda, saat polisi melakukan penyidikan dan membawa motor tersebut ke kantor polisi sebagai barang bukti. Keesokan paginya, motor tersebut hilang dan ditemukan di lokasi kejadian.

Polisi lalu membawa kembali motor tersebut. Kejadian berulang dan motor ditemukan di tempat yang sama. Tak kehilangan akal, polisi lalu menguras bensin serta menggemboknya dengan rantai agar motor tersebut tidak hilang. Namun, usaha tersebut sia-sia karena motor itu hilang lagi dan ditemukan di lokasi kecelakaan.

Akhirnya, polisi mengembalikan motor tersebut kepada keluarga Rathore. Peristiwa tersebut menggegerkan penduduk setempat, lalu mendirikan sebuah kuil di lokasi tersebut. Tidak lupa, motor Royal Enfield Bullet 350 bekas tunggangan Rathore ditempatkan di atas kuil. Warga lalu menamakan kuil tersebut dengan nama Om Banna atau Bullet Baba.

Kini, ratusan orang dan beberapa wisatawan sering mengunjungi tempat tersebut untuk menghapus rasa penasaran. Ada juga yang berdoa agar perjalanan mereka aman. Bahkan, ada pendeta yang merawat dan memimpin doa.

Apakah peristiwa tersebut nyata? tau hanya upaya untuk menarik turis? Beberapa warga menyatakan peristiwa terjadi pada 1991, bukan 1988. Percaya atau tidak, itu merupakan cerita yang rapi dan cerdik.








Pintu Perlintasan Kereta Api Paling Menyeramkan di Jakarta



Pintu perlintasan kereta api bisa menjadi tempat paling berbahaya bagi para pengendara. Bila asal terobos dan saat itu kereta melintas, alamat bisa terjadi kecelakaan yang mungkin akan menelan korban jiwa.

Nah, di Jakarta ini ada beberapa tempat perlintasan paling berbahaya, salah satunya tak jauh dari Stasiun Pasar Minggu, Jaksel. Kenapa berbahaya?

Pukul 08.10 WIB, perlintasan di dekat Stasiun Pasar Minggu itu memang padat dipenuhi kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas. Belum lagi gerobak sayur dan pedagang ikut lewat.

Sudah ada palang dari kayu yang menutup bila kereta akan melintas. Belum lagi sirine meraung-raung. Tapi tetap saja, mungkin karena ketiadaan petugas, para pengendara bandel. Mereka tetap nekat melintas.

Tambah lagi kondisi di perlintasan macet. Kadang ada kendaraan atau gerobak yang tertahan. Tak heran kalau kereta dari arah Depok menuju Jakarta sedikit melambatkan lajunya. Bahkan pagi tadi karena beberapa motor masih terjebak macet persis di perlintasan, kereta sampai berhenti.

Sang masinis terlihat menunggu pengendara motor melepaskan diri dari jebakan macet. Pemotor itu terjebak macet persis di rel. Tak sampai 5 menit, kereta kembali bergerak perlahan. Kala itu pemotor sudah melintas.

Di lokasi perlintasan itu memang rawan kecelakaan. Kondisi lalu lintas semrawut dengan ketiadaan petugas lalu lintas yang mengatur menambah ruwet.