Misteri Kereta Api Emas Peninggalan Nazi Mulai Terungkap

Misteri Kereta Api Emas Peninggalan Nazi Mulai Terungkap

Di kalangan pemburu harta karun, cerita tentang kereta peninggalan Nazi pimpinan Adolf Hitler yang mengangkut emas batangan merupakan cerita masyhur.

Sudah puluhan tahun cerita ini beredar. Namun, keberadaan kereta itu belum juga diketahui.

Kini kabar "kereta emas" Nazi itu kembali terdengar, setelah disebut-sebut bahwa keberadaannya telah diketahui.

Sejumlah ahli menduga, kereta itu berada di sebuah wilayah pegunungan kawasan Polandia. Pemerintah setempat pun diminta segera melakukan investigasi.

Dilansir dari CNN, Jumat (28/8/2015), "kereta emas" itu disebut berada di sebuah terowongan yang terkubur di kawasan pegunungan sebelah barat daya distrik Walbrzych.

Pejabat setempat menganggap, sejumlah bukti yang ditemukan sudah cukup untuk mengungkap keberadaan "kereta harta karun" itu.

Kereta itu dikabarkan menghilang pada 1945, pada akhir Perang Dunia II. Ketika itu, pasukan Red Army Uni Soviet mulai mendekati pasukan Nazi dan bersiap masuk ke wilayah Jerman.

Menurut pengetahuan lokal warga setempat, kereta itu berangkat dari stasiun di kota Wroclaw, yang dulu merupakan kota yang dikuasai Jerman.

Sekarang, Wroclaw dikenal sebagai Breslau di Walbrzych. Kereta itu sendiri diperkirakan tidak pernah sampai stasiun tujuan.

Asisten Wali Kota Walbrzych, Arkadiusz Grudzien, mengatakan bahwa kereta itu memang belum ditemukan.

Namun, keberadaannya semakin terang setelah dua orang yang mengklaim tahu keberadaannya telah menghubungi pemerintah untuk segera dipelajari oleh kementerian pertahanan, kementerian perbendaharaan, kementerian keuangan, dan kementerian kebudayaan.

"Kami bisa mengonfirmasi bahwa jika klaim itu memang benar, maka (kereta) itu berada di teritori Walbrzych," ujar Grudzien.

Menurut hukum Polandia, maka sebesar 10 persen akan diberikan kepada penemu sebagai hadiah. Jika "kereta emas" itu benar ada, dua orang yang menemukan itu, seorang wargaPolandia dan seorang warga Jerman, disebut akan mendapatkan hadiah dari Pemerintah Polandia.

Meski begitu, Grudzien ragu bahwa dua orang itu akan mendapat hadiah penemuan sebesar 10 persen.

"Saat ini, lokasi kereta belum dipastikan, tetapi kami percaya bahwa bukti yang diperlihatkan sudah kuat untuk mencari benda itu secara serius," ucapnya.

Adapun Deputi Wali Kota Walbrzych, Zygmunt Nowaczyk, mengatakan tidak bisa memberikan informasi apa pun mengenai penemuan "kereta emas" peninggalan Nazi itu.

"Saya hanya ingin menambahkan bahwa 'temuan' itu secara legal merupakan milik Perbendaharaan Negara," ucapnya.

Kabar mengenai hadiah penemuan itu sebelumnya diungkap oleh pejabat lokal kota lain, Marika Tokarska.

Meski kabar penemuan "kereta emas" itu begitu kuat, sejarawan lokal, Joanna Lamparska, meragukan penemuan itu, demikian halnya dengan lokasi yang dimaksud.

"Opini saya, mungkin orang itu melaporkannya ke pejabat tertentu, ke tempat lain dari kereta yang lain," tuturnya.

Misteri Alien Plughole di Mars

Misteri Alien Plughole di Mars

Para ilmuan dari NASA Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) berhasil menemukan sebuah Alien Plughole (kawah) raksasa di Planet Mars. Kawah ini diyakini terbentuk dari gelombang kejut yang terjadi di Planet Merah itu.

Kawah ini memiliki pola bertingkat dan diairi oleh air dan es yang membeku. Penemuan kandungan air di Mars sendiri sudah berhasil ditemukan sejak beberapa tahun lalu. Kawah ini diperkirakan memiliki ukuran sebesar 30ft (40 meter).

Misteri Alien Plughole di Mars
Alien Plughole yang ada di Planet Mars (Daily Mail)

"Kawah ini terbentuk dari gelombang kejut atau hantaman benda keras yang menghujam Mars. Uniknya kawah yang dihasilkan memiliki bentuk bertingkat, sehingga menjadikan kawah ini sangat langka," kata seorang mahasiswa pasca sarjana dari University of Arizona Lunar and Planetary Laboratory, Ali Bramson, seperti dilansir dariDaily Mail (29/8).

Berbeda dengan Pelanet Bumi yang memiliki kondisi iklim stabil, sampai saat ini Planet Mars terus mengalami kondisi ekstrim. Hal tersebut dapat mengakibatkan terbentuknya berbagai objek aneh yang sangat menarik untuk diteliti.

Selain itu, di Mars juga terdapat gunung api aktif tertinggi di Galaksi Bima Sakti ini, yaitu Olympus Mons yang memiliki ketinggian 22.5 Km dengan luas mencapai 5,5 Km. Gunung ini hampir tiga kali lebih tinggi dari puncak tertinggi di bumi, Gunung Everest, yang memiliki ketinggian 8.848 Meter.

Misteri Gua Penuh Tengkorak di Kepulauan Talaud


Kepulauan Talaud di Sulawesi Utara menyimpan banyak keindahan dan juga misteri. Di balik Pantai Totambatu yang cantik, ada gua yang berisi banyak tengkorak. Dari mana asalnya?

Melonguane adalah ibukota dari Kepulauan Talaud, salah satu kabupaten terdepan di Sulawesi Utara. Di sini terdapat bandara yang melayani penerbangan domestik, kebanyakan dari Manado.

Pulau yang lebih berkembang dibanding pulau-pulau sekitarnya ini, punya jalan yang cukup mulus, pantai yang cantik dan suasana perkotaan yang nyaman. Jika menyusuri lingkar Karakelang, wisatawan bisa singgah ke Pantai Totambatu. detikTravel berkunjung ke tempat ini pada pekan lalu.

Berada di Desa Tarohan, tidak ada tanda jelas untuk masuk ke dalam pantai ini. Terlebih, ada jalan sepanjang 200 meter yang harus dilalui untuk sampai ke pantai ini.

Hanya wisatawan yang datang dengan warga lokal saja rasanya yang bisa sampai di sini. Itu karena di sekeliling jalan masuk pantai dipenuhi semak-semak dan pepohonan.

Setelah melalui jalan setapak yang berupa tanah dan karang, akhirnya sampailah ke pantai. Turis tidak bisa berenang, karena sekelilingnya dipenuhi batu karang dan pohon bakau.

Tapi inti datang ke sini bukanlah bermain di pantai, tapi ke gua di atasnya. Di sana terdapat bebatuan karang yang menjulang tinggi. Bisa diakses dengan cara memanjatnya. Ingat, harus hati-hati karena belum ada pengaman di sekitarnya.




Tiga Kisah Misteri di Makam Habib Muhsin Kampung Pulo


Makam Habib Muhsin Bin Husin Bin Umar Al-Idrus, menyimpan banyak kisah misterius sekalugis mencengangkan logika manusia. Wajar saja warga sekitar makam meyakini bahwa komplek pemakaman keluarga pendakwah itu keramat.
Dalam proses penggusuran pada pekan lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tidak akan menggusur makan yang dikermatkan warga setempat.
Ahmad (68) salah seorang sesepuh di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur menjelaskan bahwa makam Habib Muhsin bin Husin Umar Al-Idrus telah ada sebelum tahun 1930-an.
Berdasarkan cerita turun-temurun Habib Husin diyakini warga sekitar sudah mendiami kawasan Kampung Pulo sejak tahun 1800-an. Semasa hidupnya ia mengabdikan diri kepada masyarakat dengan menjadi alim-ulama.
Kepada merahputih.com ia menjelaskan setidaknya ada 3 keanehan atau peristiwa ghaib yang kerap terjadi di makam keramat tersebut.
Penasaran dengan kisahnya? simak ulasannya.
1. Makam Kerap Mengeluarkan Bau Wangi
Ahmad yang mengaku sudah mendiami kawasan Kampung Pulo sejak tahun 1954 menjelaskan bahwa bau harum yang keluar menyeruak dari makam Habib Husin kerap terjadi. Bau harum keluar pada saat malam tiba.
"Kita tidak tau juga dari mana asal wewangian itu muncul, apakah dari bunga yang ditaburkan, tidak tahu juga," katanya, kepada merahputih.com pekan lalu.
Diakuinya wewangian itu sering muncul pada malam hari, saat warga mulai terlelap tidur dan aktifitas warga berkurang.
"Kampung Pulo kan padat, pada siang hari, mungkin karena malam agak sepi wanginya muncul."
Namun, kata dia kejadian tersebut tidak semua orang bisa merasakannya, dan tidak terjadi pada setiap waktu.
2. Tidak Mempan dilahap Si Jago Merah
Sekitar tahun 1950an terjadi kebakaran hebat yang melanda kawasan Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Dahsyatnya api kala itu langsung membumihanguskan rumah-rumah yang didiami warga.
Namun demikian kebakaran hebat yang terjadi kala itu sama sekali tidak menyentuh makam Habib Husin. Api yang demikian besar seakan enggan menyentuh makam ulama yang dikeramatkan warga sekitar.
"Tahun 50 kampung Pulo pernah kebakaran, tapi pemakaman H. Muhsin dan keluarganya itu selamat, api seperti melambai-lambai dibagian atas pemakaman tapi tidak membakar," ucap Ahmad.
3. Tidak Tenggelam Saat Banjir
Selain mengeluarkan bau harum dan tidak mempan di bakar api, makam keramat Habib Husin juga tidak tenggelam diterjang banjir.
Pada tahun 2007 silam, DKI Jakarta dilanda banjir besar. Seluruh pemukiman di bantaran Kampung Pulo semuanya rata tergenang dengan air. Banjir yang mencapai atap rumah menyiasakan kotoran dan lumpur.
Namun demikian hal yang aneh, makam Habib Husin tidak tergenang air cukup tinggi. Meski sempat tergenang air, namun makam keramat tersebut sama sekali tidak kotor oleh sampah dan lumpur.
"Saat banjir besar, air sempat menggenangi makam, namun tidak mengotori makam, bahkan kelambunya," kata dia.
Jadi, saat banjir besar biasanya menyisakan lumpur dan sampah yang terdampar, namun, dimakam tidak seperti itu kejadiannya. 

Misteri Buaya Putih dan Lembu di Kampung Pulo

Misteri Buaya Putih dan Lembu di Kampung Pulo

Pembongkaran kawasan pemukiman ilegal di Kampung Pulo, Jakarta Timur, hampir selesai. Namun, masih ada sejumlah warga setempat yang tidak rela melihat sisa bangunan rumah mereka dibongkar.

Dua warga RT 14 RW 02 Kampung Pulo tidak dapat menahan kesedihan, bahkan sampai hilang kesadaran. Mereka masing-masing seorang pria dan satu orang wanita. 

Dari pantauan VIVA.co.id, seorang pria tiba-tiba saja berteriak-teriak ketika melihat sisa bangunan rumahnya yang berada di bantaran Kali Ciliwung hanya tinggal puing-puing. Tak lama kemudian, giliran seorang wanita yang sedang menyaksikan penghancuran rumahnya juga berteriak-teriak. Warga yang melihat kejadian ini langsung mengevakuasi warga tadi. 

Kata Hajah Een (66), warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi tersebut mengatakan, bahwa di sekitaran rumah yang dihancurkan memang terkenal angker, apalagi rumah tersebut berada di pinggir Kali Ciliwung.

"Di sini memang terkenal angker. Suka ada penampakan di kali itu memang. Kata orang sini, suka ada sosok dari Kali Ciliwung yang melintas," ujarnya pada VIVA.co.id di lokasi, Minggu 23 Agustus 2015.

Menurut warga sekitar, sosok mahluk yang kerap kali melintas di RT 14 itu adalah sosok buaya putih dan lembu berwajah seram.

"Sosok buaya putih dan lembu berwajah aneh itu yang diperkirakan terganggu akibat penggusuran. Sehingga terjadi kesurupan," katanya.

Bahkan, katanya kali tersebut seringkali memakan korban. Contohnya saja seperti setahun yang lalu katanya sempat ada warga sekitar yang cucunya hanyut di kali saat sedang mandi.

"Suka ada yang hilang kalau mandi. Belum lama, cucu warga RT 14 lupa saya namanya, empat cucunya hanyut. Yang ketemu cuma 1 di pintu air pejompongan, sisanya hilang. Itu kejadian setahun lalu," katanya.

Sementara itu, berbeda dengan Hajah Een, Syamsudin(56) warga yang ditemui di lokasi mengatakan bahwa sosok buaya putih dan lembu berwajah seram itu memang benar ada, karena dirinya pernah melihatnya walau hanya sekali saja. Katanya, biasanya jika mereka menampakkan wujudnya, berarti ada sesuatu yang akan terjadi di kali tersebut.

"Saya pernah lihat. Kalau mereka menampakkan wujudnya, tak berapa lama, Kampung Pulo itu pasti banjir deh mas," kata dia menyambung Hajah Een. 

Misteri Rumah Anti-Roboh di Kampung Pulo Akhirnya Terungkap

Misteri Rumah Anti-Roboh di Kampung Pulo Akhirnya Terungkap

Ada cerita yang sempat menghebohkan saat penggusuran di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta  Timur. Sempat beredar kabar ada sebuah rumah di RT 11/RW 03 yang tak mempan dihancurkan oleh alat berat milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Cerita yang terkadang sulit dijelaskan oleh nalar itu akhirnya dijawab oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso. "Itu rumah memang belum bisa dihancurkan," kata Kukuh di Kampung Pulo, Minggu, 23 Agustus 2015. 

Sebabnya, kata Kukuh, rumah milik warga bernama Musa tersebut menempel dengan sebuah rumah yang tidak terkena proyek normalisasi. "Kalau rumah tersebut dihancurkan, maka rumah di sebelahnya pun bakal ikut hancur," ujar Kukuh, menambahkan.

Karenanya, rumah tersebut hingga Sabtu dibiarkan saja alias tak dihancurkan menggunakan alat berat seperti eksvakator. Namun, Kukuh memastikan rumah itu akan dihancurkan karena masuk ke dalam area proyek normalisasi. "Rumah itu akan dihancurkan secara manual," ucapnya. 

Di tengah hiruk-pikuk pembongkaran perumahan milik Warga Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur, sempat  tersiar kabar ada rumah ajaib yang tak juga ambruk meski berkali-kali dihantam mesin-mesin penghancur. Rumah ajaib itu persisnya terletak di bantaran Kali Ciliwung, RT 11/RW 03, Kampung Pulo. 

Rumah milik Musa itu diyakini memiliki keistimewaan dan tidak bisa dirobohkan karena sering menjadi tempat mengaji dan salat berjamaah. Hingga Sabtu, 22 Agustus 2015, rumah itu berdiri kokoh. Berdasarkan penuturan warga, sejak Jumat, ekskavator dan alat berat lainnya belum berhasil meruntuhkan rumah itu.

Pemilik rumah diminta robohkan sendiri

"Hari ini (Sabtu) dicoba lagi, tiga kali gagal, mati terus backhoe-nya (eksvakator)," kata Anto, warga Kampung Pulo, yang mengaku tinggal di dekat rumah tersebut. Seingat warga, selama ini mesin tersebut dengan garang sukses menghancurkan bangunan-bangunan lain yang berada di sekitar rumah itu.

Minggu ini, menurut Kukuh, pihaknya sudah menyampaikan kepada pemilik rumah yang sempat membikin geger itu agar segera dapat menghancurkan sendiri rumah itu. "Kami memberi kesempatan kepada pemilik untuk menghancurkan sendiri."

Hingga Minggu malam, Tempo masih berusaha meminta konfirmasi kepada Musa dan pemilik rumah yang ada di sebelahnya.

Adapun rumah lain yang terkena proyek Normalisasi Kali Ciliwung di Kampung Pulo sebagian besar sudah rata dengan tanah. Yang tersisa tinggal sebuah masjid dan makam. "Rencananyanya bagaimana nanti dibicarakan dulu dengan warga dan pejabat setempat," kata Kukuh.

Pemerintah DKI menggusur permukiman warga Kampung Pulo dengan mengerahkan 1.500 anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan 8 unit ekskavator. Dua ekskavator berjenis amfibi, enam sisanya adalah ekskavator darat. Total rumah yang akan dihancurkan sebanyak 519 unit yang dihuni oleh 926 kepala keluarga.