Beginilah Asal Mula Hantu Wewe Gombel

Kemarin ada berita menggemparkan warga Klaten. Delapan belas kutang atau BH yang diduga milik hantu wewe gombel atau kolong wewe ditemukan warga, tergantung di jemuran belakang rumah Yanti, warga Dusun Jiwo Kulon, Desa Trotok, Kecamatan Wedi, Kamis pagi (25/09). 


ilustrasi wewe gombel. ©scaryforkids.com

Penemuan tersebut sontak membuat warga Klaten terkejut, lantaran pakaian dalam wanita tersebut berukuran besar dan tak ada yang memilikinya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penemuan kutang misterius tersebut tak hanya terjadi sekali ini saja. Sebagian warga mempercayai jika barang-barang itu milik hantu wewe gombel atau kolong wewe yang menghuni tempat tersebut.

"Di sini tidak kali ini saja ada kejadian seperti ini. Dua tahun yang lalu ada juga, tapi jumlahnya 17. Ukuran juga besar. Dulu langsung kita bakar," ujar Aditya, warga setempat, Jumat (26/9).

Jatmiko warga lainnya mengungkapkan, munculnya kutang misterius tersebut tidak ada yang tahu. Tiba-tiba saja kutang sebanyak itu sudah ada di jemuran. Menurut dia, di tempat itu ada sebuah mitos yang menyebutkan jika tempat jemuran itu merupakan kerajaan para lelembut. Kabar penemuan kutang yang diduga milik makhluk halus tersebut langsung beredar keluar Desa Trotok.

Pertanyaannya sekarang, sebenarnya wewe gombel ada atau tidak sih. Lalu bagaimana asal usulnya sehingga kisah itu ada di Indonesia, terutama di wilayah Jawa.

Dalam banyak literatur, terutama pencarian di situs internet yang didukung cerita tutur masyarakat, wewe gombel atau kolong wewe adalah roh perempuan yang meninggal bunuh diri. Dia mengakhiri hidupnya setelah membunuh suaminya dan dikejar-kejar warga akibat perbuatannya itu. Pembunuhan itu dia lakukan setelah memergoki suaminya selingkuh dengan perempuan lain.

Konon, sang suami berselingkuh karena istrinya tidak bisa memberikannya anak. Karena tidak bisa memberikan anak, ia dibenci oleh suaminya lalu dikucilkan sampai menjadi gila dan gembel. Setelah mati bunuh diri, kemudian dia menjadi wewe gombel. Setidaknya cerita itu ditulis dalam buku: 666 Misteri Paling Heboh: Indonesia & Dunia, yang ditulis Tim Pustaka Horor.

Dalam cerita tutur masyarakat, hantu wewe gombel juga diceritakan suka menculik anak kecil yang sedang bermasalah dengan orangtuanya. Dia bakal menculik anak dan menyembunyikannya, lalu menakut-nakuti orang tua. Setelah orang tua sadar bahwa apa yang dia lakukan pada anak salah, baru wewe gombel akan melepaskannya.

Sesuai namanya, kisah asal usul wewe gombel ini konon berasal dari daerah 'Bukit Gombel' di Semarang, Jawa Tengah. Beberapa orang menyebut daerah itu merupakan wilayah kerajaan hantu. Peristiwa kemunculan wewe gombel ini di antaranya terjadi di wilayah Semen, Wonogiri dan Klaten, Jawa Tengah.

Ciri khas dari wewe gombel atau kolong wewe ini adalah bentuk buah dadanya yang besar dan menjuntai seperti buah pepaya. Kabar lain mengatakan bahwa anak-anak yang diculik oleh wewe gombel akan di beri makan tai, tokai, atau kita sebut saja dengan kotoran manusia. Jika si anak tidak mau, maka terpaksa sia anak akan di suapin secara paksa.

Terkadang anak-anak yang diculik akan mengalami halusinasi sehingga kotoran manusia yang ia lihat seolah-olah adalah makanan lezat yang paling ia sukai. Tujuannya adalah membuat anak menjadi bisu agar tidak bisa menceritakan apa yang telah ia alami ataupun bentuk dari wewe gombel yang menyeramkan tersebut.

Cerita wewe gombel ini juga kerap dipakai orangtua untuk menakuti anak agar tidak keluyuran keluar rumah sendirian. Orang tua bakal bilang, "awas jangan keluar sendirian" nanti digondol (dicuri) wewe gombel. Mendengar ancaman seperti itu si anak pasti takut.

Untuk mencari anak yang dicuri oleh wewe gombel ini yakni dengan keliling rumah atau kampung sambil menabuh tampah (nampan besar terbuat dari anyaman bambu), sambil bernyanyi "blek-blek ting, blek-blek ting (menyebut nama anak yang hilang) muncula atau keluarlah," dinyanyikan sambil keliling rumah atau kampung tujuh kali.

Aneh! Suku Kanibal ini Suka Tidur Diatas Mayat



Pernah dengar nama Suku Aghori? Ya, suku ini dianggap suku menyeramkan dan ekstrim yang mencuri perhatian dunia, dan berikut ini beberapa tradisi kehidupan orang Aghori:

Suku Aghori menggunakan abu kremasi untuk melumuri tubuh mereka. Tidak hanya itu, ternyata orang Aghori adalah kanibal atau pemakan daging manusia. Dan mereka menjadikan tubuh orang mati sebagai tempat mereka tidur. Konon katanya mereka ditakuti karena kebiasaan yang dianggap ekstrim itu.

Tapi jangan takut. Jika anda bertemu dengan mereka anda tidak akan dibunuh lalu dimakan. Orang Aghori tak membunuh orang untuk makan. Mereka hanya memilih manusia yang memang sudah mati. Jika menemukan abu mayat, mereka akan melumuri tubuh dengan abu tersebut. Tujuan mereka melakukan hal ini adalah karena keyakinan turun temurun.

Yang mati akan memberi kekuatan, itulah keyakinan mereka. Menurut keyakinan mereka, sisa-sisa manusia yang sudah meninggal itu bisa memberikan kekuatan. Dan meski kebiasaan hidup mereka mengerikan, ada beberapa orang Amerika yang sempat datang ke sana untuk melihat langsung gaya hidup orang Aghori karena tertarik dengan hal tersebut, seperti dilansir mirror.

Meski dianggap menyeramkan, orang Aghori ini pernah menyembuhkan 99.045 pasien yang mengalami kusta di seluruh tubuhnya. Dan juga menyembuhkan 147.503 pasien yang kusta sebagian.

Simak videonya: https://www.youtube.com/watch?v=GEpJdHS1pV0

Kuntilanak Bisa Dilihat Dengan 3 Benda Sederhana Ini

Kali ini saya akan share kepada anda semua cara melihat hantu yang benar-benar nyata dan sudah dibuktikan beberapa kali oleh teman-teman saya.

Kuntilanak Bisa Dilihat Dengan 3 Benda Sederhana Ini

Hantu sebenarnya merupakan sosok Jin. Dan sedangkan Jin adalah makhluk yang sengaja disembunyikan oleh Tuhan dari mata kita. Ingat, hanya disembunyikan dari mata bukan berarti kita tidak bisa merasakannya. Jika anda memang benar-benar penasaran untuk bisa melihat hantu, berikut tips yang bisa anda lakukan dirumah.

Kain Putih
Ambil kain putih yang berukuran panjang untuk menutup kepala anda. Gunakan kain tersebut untuk menutup rambut anda, karena Jin tidak suka terhadap rambut manusia jadi kamu harus menutup rambut kamu agar Jin suka melihat kamu.

Cermin
Setelah kamu melakukan cara yang pertama, kemudian ambil cermin sebagai media kamu untuk bisa melihat Jin tersebut. Cara ini juga tergantung bagaimana situasi dari rumah kamu, jika rumah kamu tidak terdapat Jin, kamu harus keluar untuk mencarinya.

Bawang Putih
Gunakan bawang putih untuk menulis sebuah lingkaran di permukaan cermin. Karena Jin merupakan makhluk yang sebenarnya sudah berbeda ruang dan waktunya dengan manusia. Dengan membuat sebuah lingkaran di permukaan cermin, hal ini dapat dijadikan sebagai portal masuk ke dunia gaib.

Setelah cara-cara diatas sudah anda lengkapi, sekarang saatnya kamu mencari Jin tersebut. Bila di tempat kamu ada Jin, maka Jin tersebut akan terlihat didalam lingkaran yang kamu buat di Cermin tadi. Jangan pernah memanggil atau menjukkan jari anda kepada Jin tersebut. Bila hal itu diketahuinya, kami tidak bertanggung jawab atas semua resikonya.

Mengapa Ari-Ari Bayi Harus Dikuburkan? Inilah Alasan Logisnya

Kelahiran merupakan momen yang ditunggu oleh orangtua, setelah menunggu selama sembilan bulan akhirnya si jabang bayi keluar dari perut ibu, tentu ini merupakan anugerah yang diterima oleh setiap pasangan. Namun tahukah Anda ada daya magis yang tersembunyi dari tali pusar seorang bayi.

Dalam budaya Jawa, ternyata dalam menangani talipusar pun ada tata cara tersendiri, karena menurut kepercayaan masyarakat Jawa, tali pusar sangat berhubungan erat dengan bayi, dan sering disebut kembaran atau penjaga bayi saat di dalam rahim ibu.

Adapun cara untuk menanam tali pusar disesuaikan berdasarkan urut-urutan. Tali pusar jabang bayi dimasukkan ke dalam tempat yang terbuat dari tanah liat, bentuknya seperti kuali kecil, kemudian tali pusar dibungkus dengan kain putih atau mori itu, juga disertakan dengan bunga setaman.

Syarat menanam tali pusar harus diperhatikan seperti sebisa mungkin tidak mudah diambil oleh orang lain, atau menggali tanahnya terlalu dangkal. Ketika mengubur tali pusar diiringi dengan do’a, kemudian memasukkan tali pusar dan wadanya ke dalam lubang yang telah dipersiapkan.

Lubang yang dibuat untuk menanam tali pusar bertempat di depan rumah yang ditinggali selama ini. Persyartan lainnya adalah apabila bayi yang dilahirkan berjenis kelamin laki-laki, maka untuk menanam tali pusar lubangnya dibuat di sebelah kanan dari pintu depan rumah. Jika bayi yang dilahirkan adalah perempuan, lubang untuk menanam tali pusar diletakkan di sebelah kiri pintu rumah.

Setelah semua prosesi diselesaikan tidak lupa lokasi tempat untuk menanam diberikan tetenger (tanda-red) atau penutup. Bisa anyaman bambu yang dibuat seperti kurungan ayam, atau sebuah ember berwarna merah, bisa juga kuali sedang yang bawahnya dipecah, dan beberapa penutup lainnya.

Hal ini dibiarkan selama beberapa bulan diberikan lampu penarangan berupa lampu listrik lima watt atau kalau tradisional menggunakan lampu minyak tanah, seperti lampu dian, lampu teplok, atau ting. Lampu dinyalakan hanya menjelang malam hingga pagi, atau saat matahari terbenam saja, sedangkan siang hari, lampu penerangan tersebut dimatikan.

Kadang-kala diwaktu hari-hari tertentu, tempat tali pusara bayi diberikan bunga setaman. Misalnya saja pada saat bayi menderita sakit, seperti demam, sering menangis tengah malamnya, dan tangisan jabang bayi yang tidak wajar yaitu menangis tetapi tidak mengeluarkan air mata. Ini merupakan pertanda jika bayi diganggu oleh makhluk halus dan sejenisnya.

Untuk memberikan kekuatan pada sang bayi khususnya secara ghaib, disarankan sering diadakan bancaan (selamatan) pada hari weton atau pasarannya. dan juga menaruh bunga setaman tepat di tali pusar yang sudah dipendam. Begitu jabang bayi telah menginjak dewasa dan sudah bisa mandiri, bekerja sendiri, mencukupi kehidupan sendiri dan lain sebagainya bekas tali pusar juga bisa dimanfaatkan untuk media keselamatan dan ketentraman.



Bagaimana Pandangan Islam?
Sebelum membahas persoalan ini lebih lanjut, satu hal yang perlu ditegaskan, tulisan dalam risalah sederhana ini tidak dimaksudkan untuk menghukumi bahwa perilaku dalam adat tertentu itu syirik atau tidak. Sebab, persoalan syirik atau tidak itu letaknya di dalam hati; apakah seseorang menyekutukan Allah Swt. atau tidak; apakah seseorang mempunyai keyakinan bahwa ada kekuatan lain selain Allah atau tidak; apakah seseorang mempunyai ketakutan kalau tidak melakukan sesuatu akan berakibat buruk bagi nasibnya atau tidak, padahal perbuatan itu sama sekali tidak Allah perintahkan, dan sebagainya.

Namun, apabila di dalam hati seseorang sudah tumbuh kepercayaan yang kalau mau jujur diakui pada ujungnya adalah menyekutukan Allah Swt., sudah barang tentu sikap semacam ini sama sekali tidak dapat dibenarkan. Di sinilah sesungguhnya pentingnya menjaga hati agar senantiasa dalam tauhid. Bahwa Allah Swt. adalah Dzat Yang Maha Esa. Hanya Dia-lah Yang Mengatur alam semesta ini; termasuk nasib dan takdir dari setiap manusia.

Demikian pula dalam masalah ari-ari. Sayangnya untuk masalah ini tidak dijumpai hadis Nabi Saw. yang dapat dijadikan rujukan. Namun, para ulama memandang bahwa ari-ari atau tembuni memang berguna ketika bayi dalam kandungan. Tetapi, setelah keluar bersama bayi pada saat dilahirkan, maka ari-ari adalah barang yang tidak berguna lagi.

Tidak ditemukan pula satu dalil pun yang mengatakan bahwa ari-ari itu mempunyai ruh; apalagi yang mengatakan bahwa ruh itu bisa berhubungan erat dengan sang bayi. Misalnya, kalau di timbunan ari-ari itu tidak diberi bunga, maka ruh dari sedulur bayi itu akan mengganggu sehingga sang bayi akan terus-menerus menangis. Juga tidak ditemukan satu dalil pun yang mengatakan bahwa ruh dari sedulur itu kelak bisa ditemui oleh sang anak bila sudah dewasa, melalui ritual tertentu, sehingga bisa memberikan pertolongan.

Memang, ada beberapa orang yang mengaku pernah dan atau bisa bertemu dengan sedulur-nya itu. Menurut penelusuran penulis, juga berdasarkan pendapat beberapa ulama, yang menemui itu adalah perwujudan dari jin, yang beberapa pendapat menyebutnya sebagai qarin. Sungguh, dalam hal ini kita perlu berhati-hati agar tidak terperosok ke dalam sebuah keyakinan yang pada ujungnya ternyata menyekutukan Allah Swt.

Kembali kepada masalah ari-ari atau tembuni, berkaitan dengan para ulama yang mengatakan bahwa ari-ari tersebut sudah tidak berguna lagi setelah bayi lahir, juga tidak ada satu pun dalil yang mengatakan bahwa ari-ari tersebut mempunyai ruh, maka para ulama mengajarkan agar ari-ari itu hendaknya dikubur atau ditanam begitu saja.

Dalam hal ini, H. Munawir Abdul Fattah, dalam sebuah bukunya yang berjudulTradisi Orang-Orang NU, mengutip kitab Nihâyat al-Muhtâj, yang menjelaskan bahwa disunnahkan mengubur sesuatu (anggota badan) yang terpisah dari seorang yang masih hidup atau yang diragukan kematiannya, seperti tangan pencuri, kuku, rambut, dan darah akibat goresan, demi menghormati pemiliknya.

Dengan demikian, jelas sudah tentang bagaimana cara kita dalam memperlakukan ari-ari, yakni dikubur atau ditanam begitu saja tanpa perlu diberi sesuatu atauuba rampe tertentu. Mengubur atau menanam ari-ari adalah suatu kebaikan karena ia pernah menjadi bagian dari sang bayi ketika masih dalam kandungan. Menanam ini juga dikiyaskan dengan rambut atau kuku setelah dipotong sebaiknya ditanam sebagaimana diriwayatkan oleh beberapa sahabat. Jadi, justru tidak dibenarkan apabila dibuang begitu saja. Selain itu, perbuatan main buang saja yang seperti itu tentu bukan mencerminkan perilaku orang beriman yang menganggap penting masalah kebersihan.

Dikarenakan penguburan ini berangkat dari sebuah kenyataan bahwa ari-ari itu memang pernah menjadi bagian dari sang bayi ketika masih di dalam kandungan, tidak masalah jika sebelum dikubur dibersihkan terlebih dahulu; tidak masalah juga jika dimasukkan dalam sebuah wadah tertentu kemudian ditutup agar tidak berbau, baru kemudian ditanam. Asalkan, ini yang paling penting, jangan pernah punya keyakinan kalau tidak begini maka akan begitu; kalau tidak begitu maka nasib sang bayi akan begini. Sebab, hanya Allah Swt. Yang Mahakuasa dan Mempunyai Kekuatan. Hanya kepada-Nya kita menyembah dan memohon pertolongan.

KEPERCAYAAN DAN CARA MENGUBURKAN ARI-ARI

Bagi masyarakat Nusantara, Islam tidak lagi dipandang sebagai ajaran asing yang harus difahami sebagaimana mula asalnya. Islam telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan keseharian, mulai dari cara berpikir, bertindak dan juga bereaksi. Sehingga Islam di Nusantara ini memiliki karakternya tersendiri. Sebuah karakteristik yang kokoh dengan akar tradisi yang mendalam. Yang dibangun secara perlahan bersamaan dengan niat memperkenalkan Islam kepada masyarakat Nusantara oleh para pendakwah Islam di zamannya.Diantara tradisi yang hingga kini masih berlaku dalam masyarakat Islam Nusantara, khususnya di tanah Jawa adalah menanam ari-ari setelah seorang bayi dilahirkan dengan taburan bunga di atasnya. Atau dengan menyalakan lilin di malam hari. Apakah Islam pernah mengajarkan hal yang demikian?

Menanam ari-ari (masyimah) itu hukumnya sunah. Adapun menyalakan lilin dan menaburkan bunga-bunga di atasnya itu hukumnya haram karena dianggap sebagai tindakan membuang-buang harta (tabdzir) yang tak ada manfaatnya.

Mengenai anjuran penguburan ari-ari, Syamsudin Ar-Ramli dalam Nihayatul Muhtaj menerangkan

وَيُسَنُّ دَفْنُ مَا انْفَصَلَ مِنْ حَيٍّ لَمْ يَمُتْ حَالاًّ أَوْ مِمَّنْ شَكَّ فِي مَوْتِهِ كَيَدِ سَارِقٍ وَظُفْرٍ وَشَعْرٍ وَعَلَقَةٍ ، وَدَمِ نَحْوِ فَصْدٍ إكْرَامًا لِصَاحِبِهَا.

“Dan disunnahkan mengubur anggota badan yang terpisah dari orang yang masih hidup dan tidak akan segera mati, atau dari orang yang masih diragukan kematiannya, seperti tangan pencuri, kuku, rambut, ‘alaqah (gumpalan darah), dan darah akibat goresan, demi menghormati orangnya”.

Sedangakn pelarangan bertindak boros (tabdzir) Al-bajuri dalam Hasyiyatul Bajuri berkata:

(المُبَذِّرُ لِمَالِهِ) أَيْ بِصَرْفِهِ فِيْ غَيْرِ مَصَارِفِهِ (قَوْلُهُ فِيْ غَيْرِ مَصَارِفِهِ) وَهُوَ كُلُّ مَا لاَ يَعُوْدُ نَفْعُهُ إِلَيْهِ لاَ عَاجِلاً وَلاَ آجِلاً فَيَشْمَلُ الوُجُوْهَ المُحَرَّمَةَ وَالمَكْرُوْهَةَ.

“(Orang yang berbuat tabdzir kepada hartanya) ialah yang menggunakannya di luar kewajarannya. (Yang dimaksud: di luar kewajarannya) ialah segala sesuatu yang tidak berguna baginya, baik sekarang (di dunia) maupun kelak (di akhirat), meliputi segala hal yang haram dan yang makruh”.

Namun seringkali penyalaan lilin ataupun alat penerang lainnya di sekitar kuburan ari-ari dilakukan dengan tujuan menghindarkannya dari serbuan binatang malam (seperti tikus dkk). Maka jika demikian hukumnya boleh saja.

Siapkah kita jika Malaikat Maut mencabut nyawa kita malam ini?



Sudah siapkah kita? Mari kita cari bekal buat mati, jangan sampe menyesal yang tidak ada gunanya. Mari kita tobat,tinggalkan segala dosa dan maksiat. Mari kita manfaatkan hidup ini sebaik-baiknya sebelum datang kematian.Mungkin bener Malaikat Maut menjemput kita malam ini.
Kematian adalah hal yang pasti datang, Tak ada yang tahu kapan malaikat maut akan datang mencabut nyawa. Layaknya anak panah yang tak pernah melesat, bagitu juga mati. Ia akan datang pada siapa saja meski orang tersebut menghindarinya. (Ali Imran:185)

Dan tiada seorang jiwa pun yang mengetahui di belahan bumi manakah ia akan mati (Luqman: 34).
Ngga ada tempat buat ngumpet. Di mana saja kita berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh (An-Nisa:78)

Yang ada penyesalan

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan Qs.23:99,100

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin". Qs.32:12

Jin Masuk dalam Tubuh Manusia melalui Jalan Darah



DIRIWAYATKAN dari Sofiah binti Huyai r.a berkata: Pada suatu malam ketika Nabi SAW sedang beriktikaf aku datang menghampiri baginda. Setelah puas berbincang-bincang dengan baginda, akupun berdiri untuk pulang. Rasulullah SAW ikut berdiri untuk mengantarku. Tempat tinggal Sofiah adalah di rumah Usamah bin Zaid. Tiba-tiba datang dua orang Ansar. Ketika mereka melihat Nabi SAW mereka mempercepatkan langkahnya. Lalu Nabi saw bersabda: “Perlahankanlah langkahmu. Sesungguhnya ini adalah Sofiah binti Huyai.”

Kedua orang ansor itu berkata, “Maha suci Allah, wahai Rasulullah.” Lalu Rasulullah s.a.w bersabda: “Sesungguhnya setan itu berjalan pada aliran darah manusia Sebenarnya aku khawatir ada tuduhan buruk atau yang tidak baik dalam hati kamu berdua,” (Riwayat Bukhori di dalam Kitab I’tikaf hadits nomor 1894, 1897, 1898. – Etika hadits nomor 5751.
/ Riwayat Muslim di dalam Kitab Salam hadits nomor 4041.
/ Riwayat Abu Dawud di dalam Kitab Etika hadits nomor 4342.
4. Riwayat Ibnu Majah di dalam Kitab Puasa hadits nomor 1769).

Ternyata jin bisa keluar masuk dalam tubuh kita dengan sekehendak hati mereka. Mereka bisa tinggal di mana saja dalam jaringan urat darah kita yang mereka kehendaki, padahal kita tidak pernah merasakan keberadaan mereka

Barangkali kita semua memang harus diruqyah, supaya jin yang tinggal dalam urat darah kita itu tidak membelokkan aqidah Islamiyah kita, sehingga kita terhindar dari perbuatan syirik dan bid’ah, tidak terkecuali orang-orang yang ahli meruqyah?

Jin mempunyai kemampuan untuk masuk ke pembuluh darah yang memiliki sifat seperti sentruman yang dapat mengalir ke tubuh. Jin juga dapat membisik-bisiki, memanas-manasi, dan membakar hati manusia supaya menuruti hawa nafsunya. Jin menyusup melalui peredaran darah untuk mengganggu mekanisme tubuh dan jin menguasai frekuensi gelombang otak untuk mempengaruhi sistem syaraf yang berhubungan dengan pikiran,emosi, dan gerakan.

Jin yang masuk ke dalam pembuluh darah langsung menuju otak dan melalui otak, jin bisa mempengaruhi bagian mana saja karena memang dia sudah menguasai otak. Ini dibuktikan oleh medis bahwa para penderita kesurupan memiliki gelombang otak yang sangat halus dan aneh.

Kesimpulannya, jika benar jin berjasad halus seperti udara, maka tidak mustahil bagi jin untuk masuk ke tubuh manusia seperti udara dan nafas keluar-masuk tubuh manusa. Ia masuk ke tubuh manusia seperti uang dimasukkan ke dalam amplop.

Al-Qadhi Abdul Jabbar al-Hamadzani berkata: “jika benar kesimpulan kami bahwa jin berjasad halus seperti udara, maka tidak mustahil baginya untuk masuk ke tubuh manusia sebagaimana udara dan nafas keluar masuk ke tubuh manusia. Hal ini tidak mengakibatkan bertumpuknya beberapa subtansi dalam satu wadah karena hal tersebut tidak akan ketemu kecuali dengan cara beriringan, bukan dengan cara menyatu. Ia masuk ke tubuh manusia seperti uang masuk ke dalam amplop.