Kampung Tarung dari Langit, Sisa Peradaban Megalitikum


Kampung Tarung terletak di Waikabubak, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Ada 38 rumah adat di kampung Tarung yang letaknya di tengah-tengah kota ini.

Penduduk di rumah adat ini masih menganut ajaran Marapu, yang merupakan agama lokal masyarakat Pulau Sumba.

Di Kampung Tarung, arsitektur rumah dipertahankan dari bahan-bahan yang tersedia di alam. Dengan filosofi bahwa rumah dan lahan pertanian adalah pasangan tak terpisahkan. Rumah di Kampung Tarung adalah rumah tahan gempa yang telah teruji ratusan tahun.

Selain menenun, penduduk juga bertani dengan tanaman utama padi dan jagung. Di Kampung Tarung digelar upacara adat setahun sekali sekitar bulan November.

Kampung Tarung adalah potret peradaban Megalitikum yang masih berjaya.

Lihat videonya: disini

10 Fakta Dari Rekayasa Kesuksesan Gojek

Gojek

Gojek.

Ah. Buat kamu yang tinggal di kota Jakarta, terlebih di kawasan Jakarta Selatan, tentu tidak asing dengan kata yang satu itu. Gojek. Bahkan, ketika menyebutnya, bisa jadi kamu langsung membayangkan pengendara-pengendara motor berseliweran mengenakan jaket dan helm hijau bertuliskan “Gojek”.
Tidak usah malu, saya pun langsung membayangkan nya setiap kata Gojek saya dengar atau sebut.
Memang, brand awareness yang luar biasa sudah berhasil dilakukan oleh Gojek. Kita harus akui itu. Namun, sudah kah kamu tahu bahwa ada rekayasa-rekayasa dibalik cerita sukses Gojek belakangan ini ?
Berbekal uang hanya dengan 30 ribu rupiah, saya berhasil membongkar rekayasa yang dilakukan Gojek.
30 ribu ? Kok murah ?
Iya. Itu adalah besaran dana yang saya keluarkan dalam “riset” saya untuk sedikit membedah Gojek dan menyampaikan informasi tersebut dalam website saya. 30 ribu adalah besaran 3 kali saya menggunakan jasa Gojek dalam masa promo ini.
Jadi ya, “hanya” dengan 30 ribu rupiah itu lah, saya membongkar rekayasa yang dilakukan Gojek.
Hah ? Rekayasa ? maksudnya apa ? Penipuan yang dilakukan Gojek ?
Rekayasa yang saya maksudkan disini adalah rekayasa sosial (Social Engineering) yang Gojek lakukan di masyarakat. Gojek berhasil mendesain, menerapkan, merekayasa tidak hanya sudut pandang sosial namun juga gaya hidup bertransportasi masyarakat. Baik itu para driver nya, maupun para pengguna jasa Gojek. Sebuah rekayasa yang, berani saya bilang, jenius…
Saya melakukan riset lapangan langsung dengan berinteraksi dengan para driver Gojek. Selama perjalanan, saya mengajak mereka bicara, berdiskusi, mendengarkan semangat dan harapan mereka. Saya menyadari, bahwa berkat rekayasa yang diterapkan, ada senyum-senyum mengembang orang-orang baik ini.
Berikut saya paparkan fakta-fakta nya

Fakta 1: Mekanisme pendaftaran Gojek

Buat kamu yang tertarik mendaftar jadi Gojek Driver, ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Dari segi administrasi misalnya, calon driver harus membawa foto kopi SIM, STNK dan Kartu Keluarga ke salah satu kantor Gojek yang berlokasi di Jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan. Setelah melengkapi administrasi, kemudian dilakukan pengecekan kondisi fisik motor lalu tes wawancara.
Kemudian setiap calon driver akan menjalani training, diantara nya soal penggunaan aplikasi Gojek Driver dalam smartphone, pelayanan pelanggan, hingga safety riding.
Selepas itu, jika diterima, akan langsung dilakukan penandatanganan kontrak. Jaket dan helm pun akan dipinjamkan. Untuk masker dan hair cover dapat diambil di kantor Gojek di Wolter Monginsidi, sedangkan handphone di kantor Gojek di jalan Ciasem.
Sungguh rekayasa sosial yang begitu santun telah dilakukan oleh Gojek. Tidak hanya mengedukasi para calon driver agar tertib administrasi, Gojek juga memberikan value terhadap para driver mengenai teknologi, customer service, hingga keselamatan berkendara.

Fakta 2: Tidak semua Gojek driver sebelumnya adalah tukang ojek

Awalnya saya juga mengira begitu. Namun, 3 dari 3 Gojek driver yang menjadi narasumber tulisan ini ternyata tidak pernah ngojek sama sekali sebelum bergabung dengan Gojek
Saya ikut Gojek awalnya karena mau dapet penghasilan buat biaya skripsi saya, Mas. Gaenak minta sama ibu soalnya saya nambah 1 tahun kuliah nya. – Kata bang Andi, Gojek yang ternyata adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila
Awalnya saya Debt Collector, nagihin hutang kartu kredit, tapi sekarang mah yang ditagih malah lebih galak. Lagipula, saya kasihan sama anak istri saya. Bulan Juni ini saya rencana mau resign dari pekerjaan nagih hutang saya. – Kata pak Syahrul, Gojek saya sewaktu ke mal ambassador. Selama perjalanan entah berapa kali beliau mengucapkan terimakasih kepada Gojek atas perubahan yang diberikan. Beliau bahkan mengaku berkat Gojek, tahun ini bisa membelikan baju baru untuk anak istri
Saya Gojek cuma malam, Mas. Kalau pagi sampai siang, saya jualan gas. Yah, lumayan mas, cari-cari 100 ribu juga malem di Gojek dapet. Hitung-hitung buat jajan anak. – Kata mas Yono, Gojek saya dari Pondok Labu ke Mampang malam itu.
Di kemudian hari saya juga berkenalan dan mendengar cerita bahwa ada Gojek driver yang berprofesi sebagai karyawan swasta, sopir pribadi, hingga ibu rumah tangga.
Selepas saya turun dari Gojek, pak Syahrul mengajak saya untuk ikut serta menjai driver Gojek. Tawaran yang cukup menggugah. Hehe.

Fakta 3: Konversi per kilometer Gojek adalah 4 ribu rupiah

Ini yang menyebabkan tarif Gojek menjadi lebih murah dari tarif ojek pangkalan. Di Gojek, tarif perkilometer sudah distandarkan. Di ojek pangkalan, tatacara penetapan tarifnya tidak jelas. Orang Jawa sering bilang tarifnya ” Mukul “. Ada yang secara kasar malah bilang tarif nya preman.
Pengalaman saya, selisih tarif antara Gojek dan ojek pangkalan bisa mencapai 15 ribu rupiah. Sayang sekali, semenjak saya merasakan naik Gojek, saya tidak pernah lagi menggunakan jasa ojek pangkalan.
Saya adalah manusia yang masih manusiawi, manusia yang juga realistis dan ekonomis. Mungkin, begitu juga dengan puluhan ribu pengguna layanan Gojek.

Fakta 4: Gojek berhasil meningkatkan pendapatan para pelakunya

“Ternyata lebih dari 70 persen waktu kerja tukang ojek hanya menunggu pelanggan, ditambah kemacetan Jakarta.”
Itu adalah pernyataan yang dikeluarkan CEO Gojek, Nadiem Makarim.
Memang benar, dengan adanya Gojek, para driver tidak perlu (melulu) ada di pangkalan. Mereka cukup memantau aplikasi Gojek yang dimiliki jika ada customer yang minta di jemput-antar. Karena tidak perlu mengetem, mangkal, maka driver Gojek memiliki efisiesnsi waktu, yang pada akhirnya meningkatkan potensi pendapatan.
Dengan begitu pula, para Driver dapat pula memanfaatkan waktunya mengerjakan hal lain. Semisal mas Andi yang berkuliah, atau mas Yono yang menjadi agen gas itu. Bisa juga misalnya mengasuh anak, menemani istri, hingga berwirausaha.
Dari hasil penelususan, pak Syahrul yang sebelumnya Debt Collector itu, memiliki pendapatan hingga 8 juta/bulan. Alhamdulillah

Fakta 5: Untuk setiap 10 customer, Gojek Driver akan mendapatkan bonus

Saya strategi nya sih, kalau pagi-siang saya ambil yang deket-deket dulu. Kalau langsung ngegas yang jauh, kita udah keburu capek. Nah, kalau malam, lumayan dah tuh 2-3 kita bisa dapet. – Kata pak Syahrul. Beliau mengaku bonus yang ditawarkan adalah 50 ribu rupiah.
Inikah alasan kenapa para driver Gojek tampak begitu bersemangat dan bahagia ?

Fakta 6: Uang dibayar perbulan adalah mitos, kenyataannya uang hasil ng-Gojek bisa diambil harian

Dari salah satu tulisan artikel yang saya baca (saya lupa, kalau tidak salah di blog seseorang/kompasiana) , disebutkan disitu bahwa salah satu keengganan ojek pangkalan bergabung ke Gojek, selain karena “alergi dengan teknologi”, adalah karena penghasilan dari Gojek baru bisa diambil bulanan seperti orang gajian kantoran.
Penulis artikel itu ternyata salah atau setidaknya kurang dalam melakukan riset.
Faktanya adalah, setiap penghasilan yang didapatkan oleh driver Gojek, langsung di debit kan ke rekening driver masing-masing. Bank yang digunakan adalah bank CIMB Niaga. Dan driver dapat mengambilnya secara harian mana suka. Pembagian keuntungannya adalah 80 untuk driver dan 20 untuk manajemen Gojek.
Fakta tersebut saya dapatkan dari cerita langsung para driver Gojek, tentu saja.

Fakta 7. Smartphone yang digunakan dan provider seluler

Kedua hal ini mungkin sering luput dari para pengguna layanan Gojek dan memang terkesan sepele: jenis smartphone dan provider seluler yang digunakan para Gojek driver adalah seragam.
Untuk smartphone, mereka menggunakan smartphone bermerek ZTE. Smartphone ini mereka angsur sebesar 7 ribu rupiah selama 100 hari atau 50 ribu rupiah selama seminggu hingga mencapai harga 700 ribu rupiah. Smartphone ini diberikan di awal ketika seseorang resmi menjadi Gojek Driver.
Sedangkan untuk provider layanan seluler nya, mungkin banyak orang tidak sadar bahwa seluruh nomor Gojek driver yang digunakan untuk menghubungi pelanggannya adalah nomor dari provider SimPATI. Nomor tersebut diberikan bersamaan dengan smartphone ZTE dan langsun diberi modal pulsa sebesar 100 ribu.
Saya pribadi masih belum menemukan jawaban kenapa harus menggunakan ZTE dan SimPATI ? Kenapa pula harus menggunakan layanan bank CIMB Niaga ?
Dugaan saya adalah terkait kerjasama investor antara Gojek dengan ketiga pihak tersebut. Walaupun memang sampai sekarang, Gojek belum memberikan keterangan resmi terkait siapa investor mereka. Layak kita nanti.

Gojek tidak hanya membentuk perilaku dan tatacara baru kepada para driver nya, namun juga menumbuhkan gaya hidup baru tentang cara masyarakat bertransportasi, khususnya ojek. Klik disini untuk melihat tulisan sebelumnya.
Dan di artikel ini, kita berbicara tentang Gojek dengan lebih personal. Mulai dari gesekan sosial yang mulai terjadi, juga tentang figur dibalik kesuksesan Gojek, Nadiem Makarim.
Dan, siapa sangka, bahwa ada begitu banyak driver Gojek yang ternyata adalah wanita-wanita tangguh ?
Mari kita mulai bercerita…
… … …

Fakta 8. Terjadi gesekan sosial antara gojek dengan ojek pangkalan

Tentu saja kemudahan yang ditawarkan Gojek membuat cepat atau lambat akan lebih banyak masyarakat lagi yang memanfaatkannya. Secara langsung ini juga berakibat berkurangnya pelanggan ojek di pangkalan. Alih-alih berjalan ke depan gang untuk mencari ojek, sekarang masyarakat tinggal mengklik aplikasi Gojek, dan minta dijemput-antar ke tempat tujuan.
Beberapa kali gesekan pun terjadi antara kedua pihak ini. Kuningan City, Kalibata City, Stasiun Tebet, Manggarai, hingga kampus Depok UI menjadi tempat perseteruan nya. Hasil pengamatan saya, pernah dalam suatu kali para driver Gojek dari berbagai wilayah datang beramai-ramai konvoi ke kampus Depok UI. Tujuan mereka adalah mencari pelaku tukang ojek yang memukuli rekan Gojek mereka.
Alhamdulillah, bentrokan dapat dihindarkan. Kedua pihak pun sepakat berdamai dan menyusun perjanjian. Di tempat-tempat yang disepakati, Gojek dihimbau tidak mengambil penumpang dan hanya boleh mengantar agar tidak mengambil rezeki ojek pangkalan.
Manajemen Gojek pun membantu para driver nya dengan menetapkan zona-zona “merah”. Para driver diminta untuk lebih bijaksana dan berhati-hati untuk mengambil penumpang di daerah-daerah tersebut. Para penumpang pun tampaknya bijak untuk menyusun perjanjian dengan driver Gojek-nya agar bertemu di tempat yang disepakati agar “menghindari” ojek pangkalan.
( Update : Gojek sudah menyediakan asuransi untuk para driver dan pengguna jasanya, namun belum ada pengumuman secara resmi )
Kenapa para penggiat ojek pangkalan ini tidak berminat bergabung dengan Gojek
Hasil diskusi saya dengan para driver Gojek berhujung pada 4 kesimpulan sebagai berikut
  • Anggapan bahwa pendapatannya dibayar per bulan
  • Kemalasan menggunakan teknologi (smartphone dan aplikasi)
  • Pembagian keuntungan 80-20 yang dirasa mengecilkan pendapatan harian
  • Ketiadaan administrasi identitas diri  untuk pendaftaran
  • Usia yang sudah terlalu tua
Untuk bagian pendapatan, seharusnya sudah bisa dijelaskan lewat tulisan saya ini. Untuk administrasi dan identitas diri, saya tidak bisa banyak berkomentar. Sedangkan untuk faktor kemalasan…. saya malas berkomentar.
Untuk faktor usia ? idealnya dengan ikut Gojek, para senior citizen ini justru bisa lebih banyak menghabiskan waktu di rumah alih-alih di pangkalan ojek, merokok dan bergosip.

Fakta 9. Tidak semua driver Gojek adalah pria

Berdasarkan obrolan saya dengan para driver Gojek, menariknya, profesi ini tidak didominasi kaum pria saja. Sudah banyak wanita yang beralih menjadi driver Gojek.
Konon, sudah lebih dari 50 driver Gojek adalah wanita. Salah satunya adalah Hasanah, 28 tahun, wanita berhijab yang sebelumnya adalah kasir minimarket. Sekarang, berkat Gojek, Hasanah setidaknya bisa mengantongi hingga 6 juta rupiah per bulan. Padahal sebelumnya gaji tetapnya adalah 2,5 juta rupiah per bulan.
Soal suka-duka, menurutnya sebagai driver perempuan tak menemui banyak duka. Niat mencari nafkah untuk dua buah hatinya mengalahkan segalanya.
“Yah, kalau duka sih jalanin aja. Paling jauh bisa nganter penumpang sampai Bekasi, kadang juga kerja sampai tengah malam. Oiya, kadang dukanya juga kalau bawa penumpang-penumpang yang gemuk,” celetuknya sambil terkekeh.

Fakta 10: Awalnya dikira milik asing, kenyataannya karya anak bangsa yang membanggakan

Entah karena kita yang memang terbiasa rendah diri sebagai bangsa atau apa. Namun, segala kecanggihan Gojek sempat memunculkan banyak anggapan bahwa Gojek “bukan Indonesia”. Faktanya adalah, CEO Gojek, Nadiem Makarim adalah orang Indonesia.
Meningkatkan pendapatan para tukang ojek di Jakarta adalah mimpi Nadiem.
Jangan-jangan kita ini salah kaprah karena melihat bahwa, Grab Bike, kompetitor Gojek berasal dari Malaysia. Sehingga mengira bahwa Gojek pun bukan milik orang Indonesia. Mas Nadiem malah pernah berkata bahwa GrabBike hanya bisa meniru layanannya yang telah ia sediakan sejak 2011 di Jakarta.
“Layanan yang dari Malaysia itu, GrabBike, hanya bisa meniru. Bahkan warna helm dan jaketnya sama seperti kita,”
Memang, Nadiem bukan lah lulusan kampus di Indonesia. Beliau adalah lulusan Master of Business Administration dari Harvard University. Iya, Harvard yang itu. Sebelumnya beliau berkuliah di Brown University, juga di Amerika dan lulus SMA di Singapura.
Walaupun lulusan sekolah luar negeri, mimpi Nadiem untuk membantu bangsanya dapat kita teladani.
Mau tahu fakta yang lebih mengagetkan lagi ? Nadiem Makarim bisa dibilang berasal dari Pekalongan, kota kelahiran bapak nya yang berprofesi sebagai pengusaha, sama seperti saya, yang juga dari Pekalongan. Bapak saya pun pengusaha. Hehehe.
Gojek
Semoga saya bisa mengikuti jejak mas Nadiem. Aamiin.

Setelah ini seperti apa, Gojek ?

Dengan membludaknya permintaan untuk mendaftar Gojek, ada kekhawatiran bahwa kedepannya pendapatan driver akan turun karena tingginya kompetisi. Walaupun, berdasarkan hasil diskusi saya, dengan 10.000 driver pun, hanya 70% pelanggan Gojek yang mampu dilayani.
(Update : Gojek sudah ada di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali dan jumlah driver sudah mencapai 20.000)
Gojek memang tidak hanya menyediakan jasa transportasi manusia, namun juga pengiriman paket, dan pemesanan makanan, sehingga para driver bisa tersebar melayani hal-hal tersebut.
Gubernur DKI Jakarta juga menginisiasi integrasi Gojek sebagai feeder dengan layan an Transjakarta dan MRT sehingga ke depannya, para driver Gojek dapat memiliki potensi penghasilan yang rutin. Selain itu, gagasan serupa juga muncul dari pemda-pemda daerah lain. Malah ada usulan agar Gojek juga segera merambah layanan transportasi roda empat.
Ada kekhawatiran lain memang, misalnya dari sisi sosial. Kemungkinan gesekan yang lebih besar dengan ojek pangkalan akan terjadi. Karena sudah tabiat masyarakat akan cenderung memilih hal yang lebih baik dan memudahkan mereka.
Dari informasi driver Gojek yang saya ajak diskusi, momen mudik hari raya Idul Fitri, juga bisa dimanfaatkan. Dengan membawa helm, jaket, dan smartphone nya, para driver tetap bisa mencari uang selama di kampung halaman.
Dari sisi pendidikan, saya yang seorang guru memiliki gagasan, agar alih-alih diantar-jemput ke sekolah dengan mobil-mobil-besar-berpenumpang hanya-dua-dan-menyebabkan-kemacetan , bagaimana kalau para orangtua yang rumah nya tidak terlalu jauh dari sekolah anaknya, memanfaatkan layanan Gojek ? Mungkin Gojek justru harus menjemput bola.
Saya termasuk orang yang pro dan optimis terhadap keberadaan Gojek. Saya berdoa semoga mas Nadiem dan manajemen Gojek senantiasa diberikan kemampuan, kesehatan, dan kesejahteraan untuk terus memberi manfaat lewat Gojek.
Semoga muncul Nadiem-Nadiem lainnya. Apalagi orang Pekalongan.

Teori Terbaru Misteri Raibnya MH370


Sebuah teori baru kembali diungkapkan oleh pakar penerbangan terkait hilangnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 pada Maret lalu.

Menurut teori baru itu, ruang kabin dan kokpit MH370 kemungkinan dipenuhi oleh gas karbon monoksida akibat terbakarnya baterai lithium-ion yang diangkut oleh pesawat, sebelum akhirnya jatuh ke Samudera Hindia Selatan.

Pilot Amerika Serikat dan teknisi penerbangan Bruce Robertson mengklaim bahwa baterai lithium-ion yang bersifat mudah terbakar yang diangkut di bagian kargo pesawat adalah kunci penyebab terjadinya bencana yang menimpa MH370.

Dia menegaskan baterai diduga memicu kebakaran pesawat dan seluruh isi kabin menghirup gas beracun yang keluar darinya.

Hal ini menyebabkan kopilot Fariq Abdul Hamid berputar-putar sambil terbang rendah untuk melakukan pendaratan darurat.

Tapi karena Hamid menghirup gas beracun, ia mengalihkan kendali pesawat ke mode autopilot selama beberapa jam sebelum menghempas ke Samudera Hindia Selatan.

Ia juga mengklaim tim pencari yang dipimpin oleh Australia, telah mencari ke arah yang salah dari Samudera Hindia. Pesawat MH370 sebenarnya jatuh di bagian barat dari kota Exmouth di Australia Barat.

"Pesawat jatuh di Samudera Hindia Selatan di sebelah barat dari Plateau Zenith dan Exmouth, Australia. Lokasi tersebut terletak di sekitar 21 derajat selatan dan 103 derajat timur," kata Robertson dikutip Dream dari laman Daily Mail, Selasa 30 Juni 2015.

Robertson mendasarkan teorinya pada fakta yang diungkap pejabat Malaysia Airlines pada tahun lalu bahwa penerbangan MH370 memuat baterai lithium-ion yang mudah terbakar.

Baterai lithium-ion adalah piranti yang biasa dipakai di laptop dan telepon genggam. Sejumlah kejadian kebakaran di dalam pesawat yang mengakibatkan jatuhnya pesawat telah dikaitkan dengan baterai jenis ini dalam beberapa tahun terakhir.

Pendapat Pengelola Tol Cipali Soal Batu Bleneng yang Dianggap Mistis



Batu besar yang disebut warga sebagai Batu Bleneng di Tol Cipali punya kisah legenda. Ada warga yang percaya kalau batu bleneng di pinggir Tol Cipali itu sebagai batu keramat.

Desas desus beredar, batu itu tak dipindahkan karena ada sesuatu. Apa iya?

“Nggak ada mistisnya. Biasa saja, itu batu memang ada di situ dan tidak kami apa-apakan. Kami biarkan saja begitu,” terang Wakil Dirut PT Lintas Marga yang mengelola Tol Cipali, Hudaya Arianto, Senin (29/6/2015).

Hudaya menyampaikan, batu itu berada di kawasan Bukit Salam. Dia juga menepis ada korban jiwa saat batu itu coba dipindahkan.

“Nggak ada kami pindahkan. Memang ada di situ, nggak ada pertimbangan apa-apa. Ya memang ditaruh di situ saja,” tutur dia.

Lokasi batu itu tepatnya masuk di wilayah Desa Walahar, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Wilayah batu itu berada berada di sebuah bukit bernama Bukit Salam yang dipapras untuk dijadikan jalan tol. Batu itu bila dari arah Jakarta berada di sebelah kanan. Batu itu bertinggi lebih dari dua meter dan cukup menarik perhatian.

Nabi Isa Tak Pernah Disalib, Tertulis di Injil Ini. Lalu Siapa Yang Disalib?

Nabi Isa Tak Pernah Disalib, Tertulis di Injil Ini. Lalu Siapa Yang Disalib

Perdebatan panjang tentang Nabi Isa ‘alaihissalam, atau dalam pandangan Kristen disebut “Yesus Sang Juru Selamat”, tak pernah lekang ditelan bergulirnya zaman. Perdebatan itu bahkan tampaknya akan kembali menguat seiring berita ditemukannya kitab Injil berusia lebih dari 1.500 tahun.

Dalam kitab Injil versi Barnabas yang ditemukan itu terdapat pernyataan bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam atau Yesus, tidak pernah disalib. Yang disalib adalah sahabat Nabi Isa yang berkhianat, yakni Yudas Iskariot, atau dalam ajaran Islam disebut sebagai “orang yang diserupakan dengan Nabi Isa ‘alaihissalam”, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 157.

Nabi Isa Tak Pernah Disalib, Tertulis di Injil Ini. Lalu Siapa Yang Disalib
Source: http://4.bp.blogspot.com/-bsQS8l2Jk3I/VYpB0MvJJxI/AAAAAAAAAq4/jRVOv3aUJiE/s640/Injil-berusia-1.500-Tahun.-higherperspective.jpg

Injil Barnabas dikenal sebagai Injil di luar Injil-injil kanonik yang direstui dan diresmikan Vatikan, yakni Injil-injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Injil-injil yang direstui Vatikan ini berbeda dengan Injil Barnabas.

Nabi Isa Tak Pernah Disalib, Tertulis di Injil Ini. Lalu Siapa Yang Disalib
Source: https://moeflich.files.wordpress.com/2013/02/injil-asli-barnabas.jpg?w=450&h=301

Sejalan dengan sejarah yang dicatat Islam, Injil tua itu menyatakan bahwa Yesus langsung diangkat ke surga, sementara Yudas dengan iradah Alloh disamarkan sehingga menyerupai Yesus dan disalibkan dalam prosesi sebagaimana yang diyakini selama ini.

Jika ditelusuri lebih dalam, Injil Barnabas dinyatakan bahwa Nabi Isa (Yesus) bercerita kepada Barnabas, dia akan dibunuh. Namun, kata Nabi Isa, Alloh akan membawanya naik dari bumi. Sedangkan orang yang dibunuh sebenarnya adalah seorang pengkhianat yang wajahnya diubah seperti Nabi Isa. Dan orang-orang akan percaya bahwa yang disalib itu adalah Nabi Isa.

Nabi Isa Tak Pernah Disalib, Tertulis di Injil Ini. Lalu Siapa Yang Disalib
Source: http://3.bp.blogspot.com/-RnuIW7Kxoss/Thv1WSKoHII/AAAAAAAAAHI/Ogj9uD9DjaM/s1600/passion_fall.jpg

”Tetapi Muhammad akan datang… Rasul Alloh yang suci,” kata Nabi Isa. Nama Nabi Muhammad juga disebut pada Bab 136, 163, dan 220. Jika dikaitkan antara isi Injil Barnabas dengan berita yang menyebutkan bahwa yang disalib adalah Yudas, maka berarti ini yang disalib adalah sahabat Nabi Isa ‘alaihissalam yang telah berkhianat.

Pada 28 Februari 2012 lalu telah diberitakan bahwa telah ditemukan di Turki sebuah Injil berusia 1.500 tahun yang menceritakan kedatangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Menteri Budaya dan Pariwisata Turki pada saat itu, Ertugul Gunay, mengatakan sejalan dengan keyakinan Islam, Injil ini memperlakukan Yesus sebagai manusia, bukan “Tuhan”. Fakta ini, sekaligus menolak ide konsep tritunggal dan penyaliban Yesus.

“Penemuan paling besar ya Injil tersebut, yang ditaksir bernilai 28 juta dolar AS,”
Bahkan, para ahli menegaskan bahwa Injil tersebut asli. Injil itu ditulis dengan tinta emas dalam bahasa Aramaic—bahasa yang digunakan Yesus.

Bagaimana Menurutmu? Apakah Yesus yang selama ini disembah umat kristiani adalah Tuhan ataukah manusia yang diangkat menjadi Nabi? Tinggalkan komentarmu disini.

Alasan Mengapa Islam dan Medis Perintahkan Pria Agar Buang Air Kecil Berjongkok



Umumnya, pria buang air kecil dengan posisi berdiri sementara wanita dengan posisi jongkok. Namun, bagaimana bila pria kencing dengan posisi jongkok?

Mungkin hal ini akan terkesan aneh, tapi dibalik kesan aneh ternyata kencing dengan berjongkok bermanfaat bagi kesehatan pria.

Di Swedia pria dilarang kencing berdiri sebab pemerintah memandang ada banyak keuntungan yang diperoleh bila pria kencing dengan cara duduk di toilet.

Partai sosialis dan feminis di Swedia mengklaim bila pria duduk saat buang air kecil maka akan lebih higienis. Hal itu dapat mengurangi genangan air dan dianggap dapat mengurangi risiko kanker prostat dan meningkatkan kualitas kehidupan seks pria.

Berikut ini manfaat buang air kecil dengan jongkok bagi kesehatan pria:
1. Saat buang air kecil dengan posisi jongkok sempurna kandung kemih akan tertekan dan memicu keluarnya seluruh urin dari tubuh tanpa sisa. Kandung kemih yang kosong dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat.

Untuk mengosongkan kandung kemih, saat buang air seni usahakan batuk-batuk kecil supaya kandung kemih lebih tertekan dan urin bisa keluar semua.

2. Biasanya saat buang air seni dengan posisi jongkok sering disertai dengan buang gas, dengan begitu Anda telah membuang metabolisme tubuh berupa air dan gas. Kondisi ini sangat jarang terjadi bila Anda kencing dengan posisi berdiri.

3. Buang air kecil dengan posisi berdiri tidak akan menekan kandung kemih sehingga masih ada urin yang tertinggal dalam tubuh.

Hal ini tentu saja dapat meinmbulkan berbagai macam penyakit akibat masih tertinggalnya sisa metabolisme tubuh. Makin banyak urin yang tersimpan dalama tubuh maka makin meningkat pula risiko terkena batu kandung kemih.


Larangan Nabi

Secara agama, kebanyakan orang yang biasanya kencing berdiri kemudian mereka akan mendirikan shalat, ketika akan ruku’ atau sujud maka terasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluannya.

Itulah sisa air kencing yang tidak habis terpencar ketika kencing sambil berdiri, apabila hal ini terjadi maka shalat yang dikerjakannya tidak sah karena air kencing adalah najis dan salah satu syarat sahnya shalat adalah suci dari hadats kecil maupun hadats besar.

Kebiasaan orang kencing berdiri akan mudah lemah bathin, karena sisa-sisa air dalam pundi-pundi yang tidak habis terpancar menjadikan kelenjar otot-otot dan urat halus sekitar zakar menjadi lembek dan kendur.

Berbeda dengan buang air jongkok, dalam keadaan bertinggung tulang paha di kiri dan kanan merenggangkan himpitan buah zakar. Ini memudahkan air kencing mudah mengalir habis dan memudahkan untuk menekan pangkal buah zakar sambil berdehem-dehem.

Dengan cara ini, air kencing akan keluar hingga habis, malahan dengan cara ini kekuatan sekitar otot zakar terpelihara.

Ketika buang air kencing berdiri ada rasa tidak puas, karena masih ada sisa air dalam kantong dan telur zakar di bawah batang zakar. Ia berkemungkinan besar menyebabkan kencing batu.

Kenyataan membuktikan bahwa batu karang yang berada dalam ginjal atau kantong seni dan telur zakar adalah disebabkan oleh sisa-sisa air kencing yang tak habis terpencar. Endapan demi endapan akhirnya mengkristal/ mengeras seperti batu karang.

Jika Anda biasa meneliti sisa air kencing yang tak dibersihkan dalam kamar mandi, anda bayangkan betapa keras kerak-keraknya. Hal ini juga merupakan salah satu yang menyebabkan penyakit lemah syahwat pada pria selain dari penyebab kencing batu.


Sesungguhnya banyak siksa kubur dikarenakan kencing maka bersihkanlah dirimu dari (percikan dan bekas) kencing. (HR. Al Bazzaar dan Ath-Thahawi)

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata: Rasulullah saw. pernah melewati dua buah kuburan, lalu beliau bersabda: Ingat, sesungguhnya dua mayit ini sedang disiksa, namun bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena ia dahulu suka mengadu domba, sedang yang lainnya disiksa karena tidak membersihkan dirinya dari air kencingnya.

Kemudian beliau meminta pelepah daun kurma dan dipotongnya menjadi dua. Setelah itu beliau menancapkan salah satunya pada sebuah kuburan dan yang satunya lagi pada kuburan yang lain seraya bersabda: Semoga pelepah itu dapat meringankan siksanya, selama belum kering. (Shahih Muslim No.439).
Demikian hikmahnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam melarang kencing berdiri. Dan bagi muslim yang shalat, kadang setelah keluar dari WC dan mau shalat, ketika ruku’ dalam shalat kita merasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluan, itu adalah sisa air kencing yang tidak habis.

Hal ini menyebabkan shalat tidak sah karena salah satu sarat sahnya shalat adalah bersih dan suci dari najis baik hadats kecil maupun hadats besar, dan air kencing merupakan najis.

Sehingga Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam sering mengingatkan dalam sabdanya:

“Hati-hatilah dalam masalah kencing karena kebanyakan siksa kubur dikarenakan tidak berhati-hati dalam kencing”