Tren Foto Hantu di Abad ke-19 Sebelum Adanya Photoshop

Seorang fotografer bernama William H. Mumler memulai tren foto unik yaitu dengan menambahkan hantu pada foto-fotonya. Tren ini disebut spiritual fotografi. Hebatnya, foto-foto manipulasi ini dibuat sebelum adanya Photoshop.











Boneka Terkutuk Annabelle dan Robert, Pengganggu Hidup Pemiliknya

Dulu saat masih menjadi anak perempuan, Anda pasti sering bermain dengan boneka. Boneka adalah mainan yang disukai anak perempuan, bahkan bisa jadi Anda sampai saat ini masih memiliki koleksi boneka. Di sisi lain, ada boneka-boneka yang dianggap membawa kutukan mengerikan dan memberi efek mengerikan pada pemiliknya.

Boneka yang seharusnya memberi kebahagiaan justru membawa kutukan mengerikan pada pemiliknya. Dua boneka paling terkutuk dan paling dikenal dunia adalah boneka Annabelle dan Robert. Keduanya ada di tempat terpisah tetapi sama-sama memiliki kisah seram. Dua boneka itu bahkan diamankan di tempat khusus agar kutukannya tidak menyebar ke mana-mana.

Kami yakin, Anda tidak akan mau memiliki boneka ini setelah membaca kisah mereka berdua. Inilah kisah kutukan menyeramkan boneka Annabelle dan Robert.

Boneka Annabelle Yang Imut Tapi Mengerikan

Annabelle

Anda yang sudah menonton film Conjuring pasti tahu boneka Annabelle. Boneka ini benar-benar ada di dunia nyata. Boneka Annabelle adalah boneka berbentuk anak perempuan dari bahan kain. Kisah ini berawal dari seorang mahasiswi keperawatan bernama Donna yang mendapat boneka dari ibunya di tahun 1970. Awalnya tidak ada yang aneh, namun makin lama Donna menemukan hal aneh pada boneka Annabelle.

Boneka ini makin sering berpindah dari satu tempat ke tempat lain, padahal Donna tidak memindahkannya. Hanya dalam sekejap mata, boneka Annabelle bisa berpindah dari tempat tidur ke atas sofa. Yang lebih mengerikan, Donna pernah menemukan noda darah pada boneka tersebut dan potongan kertas berisi tulisan "Help us" atau "tolong selamatkan kami"

Annabelle
Boneka Annabelle yang sudah diamankan dan tidak boleh dibuka | Foto: copyright warren.com

Siapa yang tidak takut dengan hal ganjil seperti itu. Bahkan Donna merasakan adanya aura jahat pada boneka Annabelle yang terlihat imut dan lucu. Akhirnya mahasiswi ini memanggil Ed dan Lorraine Warren, dua orang yang sering dipanggil untuk mengusir gangguan gaib. Setelah melakukan penyelidikan, Ed dan Lorraine Warren yakin bahwa ada hal jahat di dalam boneka Annabelle.

Penyelidikan menyebutkan bahwa sebelum sampai ke tangan Donna, boneka Annabelle adalah milik gadis 7 tahun bernama Annabelle Higgins yang meninggal di apartemen yang sama dengan Donna. Karena tidak ingin mengalami gangguan aneh, Donna mengizinkan Ed dan Lorraine Warren untuk membawa pergi boneka Annabelle jauh dari hidupnya.

Boneka Robert, si Wajah Polos Yang Menyeramkan

Boneka Robert

Boneka yang satu ini tampak polos dan unik karena memakai seragam pelaut. Namun ada kisah mengerikan setelah boneka Robert hadir dalam kehidupan keluarga Otto. Di tahun 1896, Otto memberikan boneka pelaut pada anak bungsunya yang bernama Robert Eugene Otto. Karena Robert menyukai boneka barunya, dia memberi nama yang sama untuk boneka tersebut, yaitu Robert.

Makin hari, Robert Eugene makin sering berbicara dengan boneka Robert. Bahkan kedua orang tuanya sering mendengar suara lain seperti tawa mengerikan ketika Robert Eugene berbicara dengan boneka Robert. Takut terjadi hal mengerikan, akhirnya keluarga ini pindah ke rumah lain dan meninggalkan boneka Robert di loteng rumah lama mereka.

Boneka Robert
Tampak polos tapi menyeramkan.. | Foto: copyright thecannibalcarnival.tumblr.com

Saat pemilik rumah baru datang, mereka punya anak perempuan. Anak perempuan itu menemukan boneka Robert di loteng dan menjerit histeris. Beruntung, anak perempuan itu selamat dan dia mengatakan bahwa boneka Robert berusaha melukai dan membunuhnya. Dikabarkan, film Chucky yang menyeramkan terinspirasi dari kisah boneka Robert.

Robert dan Annabelle, Mana Yang Lebih Seram

Boneka Robert

Dengan kisah mengerikan yang menyertai dua boneka ini, sudah jelas tidak ada yang mau memilikinya. Yang unik, walaupun Annabelle dan Robert adalah boneka yang berbeda dan lokasinya saling berjauhan, keduanya sering dibahas bersamaan, sebagai boneka terkutuk paling menyeramkan.

Saat ini, boneka Annabelle ada di kediaman Ed dan Lorraine Warren. Boneka itu dimasukkan ke dalam lemari kaca yang sudah diberi doa dan tidak ada yang boleh membukanya. Boneka Annabelle di letakkan bersama benda kutukan lain yang ditemukan Ed dan Lorraine Warren semasa mereka masih menjadi pemburu hantu dan benda terkutuk lainnya.

Boneka Robert
Boneka Annabelle di antara barang kutukan lain | Foto: copyright travelcreepster.com

Sementara itu, boneka Robert ada di Fort East Martello Museum, Key West, Amerika Serikat. Boneka ini juga dimasukkan ke dalam kotak kaca. Para pengunjung tidak bisa sembarangan mengambil foto (harus izin pengelola museum terlebih dahulu) dan dilarang keras membuka kotak kaca yang menutup boneka Robert. Walau usia boneka ini sudah lebih dari 100 tahun, boneka Robert masih tersimpan baik dan membuat banyak orang ingin melihatnya.

Bagaimana menurut Anda, mana yang lebih seram, boneka Annabelle atau boneka Robert?

Lima Video Menyeramkan Sosok Putri Duyung

Seiring berkembangnya zaman, banyak orang menganggap putri duyung hanyalah mitos dan dongeng semata. Namun tetap ada orang yang percaya ikan setengah manusia memang ada. Bahkan di Youtube.com, ada beberapa video penampakan duyung yang cukup mengejutkan. Asli atau palsu? Masih abu-abu. Yang pasti, tidak secantik gambar-gambar di atas.



Putri Duyung Diatas Karang

Anda akan terbengong-bengong melihat video ini. Dari semua video penampakan yang katanya putri duyung, baru di video ini tampak putri duyung yang mirip dengan gambaran manusia. Seorang wanita, berambut panjang, dengan setengah tubuh bagian berbentuk sirip ikan. Sayangnya, tidak diketahui duyung ini cantik atau tidak.



Dalam video di atas, Anda akan melihat kamera mengarah di sebuah batu karang. Ada sosok di atas batu karang itu. Saat video di zoom dan makin dekat dengan batu karang, terlihat itu adalah sosok putri duyung. Namun ketika kamera makin di zoom, sosok misterius itu berbalik arah, merayap dan masuk ke dalam lautan.

Putri Duyung Menyapa Ilmuwan

Video yang di-upload oleh The Cosmos News ini memperlihatkan beberapa ilmuwan sedang berada di dalam kapal, tampaknya mereka sedang melakukan penelitian di bawah laut. Saat mereka sedang ngobrol, tiba-tiba di luar kapal ada jejak tangan berselaput yang menggoyang kapal. Tampak jejak tangan itu memancarkan warna biru.


Tentu saja orang-orang di dalam kapal panik dan tidak tahu makhluk apa itu. Saat kamera perekam mengulang kejadian tersebut dan diperlambat, tampak ada bekas tangan berselaput dan sosok tubuh dan wajah agak mirip manusia (atau sebenarnya lebih mirip sosok alien di dalam film). Entah video ini asli atau tidak, namun cukup menghebohkan.

Putri Duyung Tertangkap Nelayan Jepang

Negara Jepang terkenal dengan armada laut dan nelayan yang handal. Mereka akan menangkap ikan segar terbaik, karena warga Jepang memang suka mengonsumsi ikan segar. Video ini cukup menarik, kabarnya, ini adalah sekelompok nelayan Jepang yang mendapat tangkapan makhluk aneh.



Dalam video itu tampak nelayan sedang menaikkan jala yang seharusnya berisi ikan. Namun di antara jaring-jaring jala itu, tiba-tiba muncul benda yang mirip lengan manusia, dengan jari-jari yang disertai selaput, mirip dengan jari yang tampak pada video sebelumnya. Tidak diketahui itu makhluk apa, karena video terpotong.

Sebagai tambahan, di Jepang ada makhluk mitos bernama Kappa. Ada yang bilang ini mungkin putri duyung, ada yang menduga ini adalah Kappa. Entahlah..

Putri Duyung Berjalan di Antartika

Banyak orang menganggapnya duyung, namun nama lainnya adalah Ningen. Bentuk makhluk ini cukup aneh dan menggegerkan banyak orang. Tubuhnya setengah hewan tapi memilki kaki mirip manusia.



Jika diperkirakan, tinggi Ningen adalah 20 hingga 30 meter, besar sekali bukan? Banyak orang menganggap makhluk ini hanyalah legenda. Namun kemunculannya membuat banyak orang bertanya-tanya. Kemunculan makhluk ini di Antartika juga masih tanda tanya, apakah benar itu makhluk legenda atau makhluk laut yang belum diketahui manusia.

Mayat Putri Duyung

Video ini sangat heboh dan menggemparkan, yaitu sosok sebuah mayat kering dengan setengah tubuh atas berupa manusia dengan rambut cokelat panjang, sedangkan setengah bagian bawahnya berbentuk sirip ikan. Mayat ini dikatakan ditemukan di pinggir pantai setelah badai Florida.



Meskipun tampak meyakinkan, banyak orang mengatkan video ini palsu dan itu hanyalah mayat buatan manusia saja. Entahlah.. dalam video ini tampaknya sang mayat mirip dengan wanita, tetapi dengan tubuh yang sudah tidak segar lagi. Kalaupun ini asli, mungkin sudah mengguncang dunia.

Benar atau tidaknya ada putri duyung di lautan lepas, belum jelas. Laut adalah bagian terluas dari bumi, manusia baru menjelajah kedalaman laut kurang dari 50 persen, sedangkan sisanya belum terjamah. Masih banyak kekayaan laut dan misteri yang belum terpecahkan.

Misteri Lukisan Terakhir Basoeki Abdullah Sebelum Dibunuh

Pelukis Basoeki Abdullah terkenal akan gayanya realis dan naturalis. Namun ternyata sebelum ia meninggal dunia terdapat satu lukisan abstrak yang dihadiahkan kepada budayawan Toety Heraty. 

Lukisan tersebut berjudul 'Tumpah Darahku' dan terdapat di auditorium lantai dua Cemara 6 Galeri. Hanya ada dua warna dominasi di atas kanvas besar tersebut yakni hitam dan merah. Serta warna pink dan kuning di beberapa bagian.


'Tumpah Darahku' karya Basoeki Abdullah. (Tia Agnes Astuti/detikHOT)

Toety sengaja menaruhnya di tengah-tengah bagian atas auditorium. "Lukisan ini diberikan Pak Basoeki sebulan sebelum dia meninggal dunia kepada Bu Toety," kata kritikus seni Chandra Johan di Cemara 6 Galeri, Jakarta Pusat, Rabu malam lalu (16/4/2014).

Kurator pameran 'Preparing' yang juga sedang berlangsung di galeri tersebut mengatakan jika dipikir-pikir ada keterikatan antara judul dengan peristiwa yang terjadi terhadap Basoeki. 



Basoeki meninggal dunia di usianya yang ke-78 tahun dan malam itu ia dibunuh, di rumah pribadinya yang kini menjadi Museum Basoeki Abdullah. Ia tak sengaja memergoki pencuri yang sedang mengambil koleksi jam tangan miliknya.

"Entah seperti pertanda atau apa. Tapi judul lukisan itu 'Tumpah Darahku' dan dikasih sebulan sebelum kejadian. Dan ini menjadi lukisan abstrak satu-satunya Pak Basoeki," kata Chandra. Kini, lukisan tersebut menjadi salah satu dari 300 koleksi milik Toeti Heraty di museum di Jalan HOS Cokroaminoto nomor 9-11 Jakarta Pusat.

Kisah Mistis Prajurit Kopassus Tersesat di Hutan Belantara Papua

Salah satu syarat untuk menjadi prajurit elite TNI AD, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) harus melewati berbagai tes rekruitmen yang sangat sulit.

Kegiatan recruiting itu dikenal di kalangan komando dengan istilah wervingyang merupakan rangkaian tes kesehatan, fisik, akademi dan psikologi.

Setelah lulus seleksi, maka calon anggota terpilih akan dikirim ke Makopassus di Cijantung, Jakarta Timur untuk dipersiapkan mengikuti pendidikan komando di Batujajar, Bandung, Jawa Barat.


Setelah dinyatakan lulus, prajurit Kopassus akan menerima penugasan di berbagai daerah, termasuk yang memiliki medan hutan yang sangat sulit seperti di Papua. Ada pengalaman mistik yang dibagi oleh Selvanus (bukan nama sebenarnya), seorang prajurit Kopassus yang sempat bertugas di Papua.

Seperti dikutip Okezone dalam buku Kopassus untuk Indonesia, karangan Iwan Santosa dan E.A Natanegara. Saat itu Selvanus ditempatkan sebagai komandan pos di Timika yang waktu itu sangat rawan karena keberadaan pentolan Organisasi Papua Merdeka (OPM), Kelly Kwalik dan Thadeus Yogi.

Selvanus pun diperintahkan untuk menggerebek markas OPM yang berjarak enam hari jalan kaki dari markas Selvanus.

Tim yang dibawanya mulai berangkat ke lokasi pada bulan Oktober yang juga musim penghujan. Saat hari kelima, mereka bertemu sungai dengan arus yang sangat deras. Mereka pun memutuskan untuk menyeberang dengan menggunakan tali.

"Kebetulan saya jago renang. Jadi ketika saya lihat ada prajurit yang masuk ke pusaran air, saya juga ikut masuk dan menyelam," ucapnya.

Namun sampai suatu titik, sungai itu hilang dan menjadi air terjun. Selvanus pun menepi di tengah hutan Papua yang berada di ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut.

"Lima orang sudah menyeberang, tiga belum menyeberang dan saya hanyut bersama si Kopral. Ini adalah satu-satunya motivasi saya untuk bertahan dan mencari Kopral itu," terangnya.

Saat ia keasyikan mencari prajurit tersebut, Selvanus tidak dapat kembali pulang. Dia pun tersesat di dalam hutan belantara.

"Di kepala saya, saya harus mencari arah ke Timika untuk melapor ke komandan dan melanjutkan mencari anak buah yang hilang," tuturnya.

Saat hari keenam, Selvanus sudah berada di ambang sadar. Semua perlengkapan termasuk sepatunya hanyut dibawa arus sungai yang deras.

"Hari keenam itu saya sudah melihat alam lain. Saya mulai mengobrol dan berkomunikasi. Mungkin itu hanya halusinasi saja. Namun anehnya, saya masih terus bisa berjalan, bahkan sampai hari kesebelas dan berhasil menyeberangi sungai dengan lebar 200 meter sebelum tiba di Timika. Dan akhirnya, Selvanus yang hilang di hutan Papua selama delapan belas hari, berhasil ditemukan oleh warga di Timika dengan selamat.

"Saat itu saya hanya tinggal tulang berbalut kulit, mata yang terus berputar liar dan telapak kaki yang bengkak akibat tertancap potongan kayu. Dokter yang memeriksa saya saat itu menyatakan bebas dari penyakit malaria dan cacing tambang," bebernya.

Setelah dinyatakan sehat, Selvanus diundang oleh Pangdam Cendrawasih ke Jayapura untuk menikmati makan malam.

"Anehnya, makanan satu meja itu semua habis saya makan sendiri. Saya makan banyak begitu bukan balas dendam, tapi rupanya ada yang 'ikut'. Tiba-tiba saya ingat bahwa saya selama di hutan memang selalu ditemani tiga orang. Kalau matahari sudah terbenam, satu memijati kaki, satu memijati pundak dan satu lagi berbagi rokok dengan saya. Alamnya sudah lain," pungkasnya.

Fenomena Piramida Garut

Akhir-akhir ini kita sering menjumpai berita tentang Fenomena Piramida Garut. Apa itu benar? Atau hanya isu-isu belaka? Piramida merupakan struktur bangunan limas dengan beberapa sisi, banyak terdapat di Mesir dan di Semenanjung Yucatan, bagian utara Meksiko yang menjadi pusat peradaban bangsa Maya. Fungsi piramida itu sendiri antara lain sebagai tempat pemujaan, makam penguasa dan lumbung pangan. Selain di kedua lokasi tersebut, piramida juga dikabarkan terdapat di Cina (Provinsi Xaanshi), bahkan di Segitiga Bermuda.


Keberadaan Piramida di Garut, terungkap ketika Tim Katastropik Purba menemukan fakta, bahwa bangunan berbentuk limas yang terpendam sampai kedalaman lima meter di Gunung Sadahurip, merupakan sebuah piramida yang umurnya lebih tua dari piramida Giza di Mesir. Piramida Giza yang tepatnya berlokasi di Nekropolis merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia, diduga pembangunannya berlangsung selama 20 tahun dan dapat dirampungkan tahun 2560 sebelum masehi (SM). Menurut hasil penelitian secara intensif dan uji karbon, dapat dipastikan piramida Garut lebih tua dibanding piramida Giza.

Uji karbon sendiri sebenarnya mulai diterapkan sekitar tahun 1940-an, terutama ketika waktu paruh radiokarbon dapat diketahui, yaitu 5.568 tahun. Oleh sebab itu semua benda yang mengandung unsur radiokarbon dapat dilacak umurnya. Namun benda yang lebih tua dari 70.000 tahun, tidak dapat dilacak, karena unsur radiokarbonnya sudah habis meluruh.

Pernyataan mengenai kepastian adanya Piramida di Garut disampaikan oleh Andi Arief, Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana. Menurutnya, dari beberapa gunung yang di dalamnya ada bangunan menyerupai piramid, setelah diteliti secara intensif dan uji carbon dating, dipastikan umurnya lebih tua dari Piramida Giza.

Sebelumnya, Tim Bencana Katastropik Purba yang beranggotakan ahli-ahli kebumian dari lembaga-lembaga riset dan perguruan tinggi di Indonesia yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana akan mengusulkan kepada Presiden, supaya obyek riset yang meliputi Gunung Kaledong, Gunung Putri (Gunung Sadahurip, lokasi di mana piramida ditemukan), dan Gunung Haruman (semuanya di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat), dijadikan cagar budaya. Hal itu setelah melalui metoda ilmu kebumian, meneliti sumber-sumber bencana alam dan melacak informasi dari masa lalu yang berkaitan dengan kejadian bencana alam katastropik.

Menurut Koordinator Tim Bencana Katastropik Purba, Erick Ridzky, bahwa penelusuran yang dilakukan berdasarkan kajian morfologi dan geologi detil, dengan memanfaatkan peta-peta GIS Digital Elevation Map (DEM) dan citra satelit beresolusi tinggi. Langkah-langkah pengembangan metoda tomografi dan pencitraan struktur bawah permukaan dengan mempergunakan peralatan geofisika terkini. Termasuk metoda geolistrik, georadar, elekromagnetik, dan magneto-graviometer, telah memetakan struktur anomali dari obyek penelitian ketiga gunung tersebut. Pemeriksaan materi dan analisis radiometric dating atau penentuan umur batuan(lapisan) juga telah dilakukan.

Temuan Piramida di Garut mengungkapkan adanya peradaban tingkat tinggi di tanah Pasundan itu pada sekitar 4600 tahun yang lalu. Angka tersebut diperoleh dari fakta penelitian, bahwa piramida di Garut lebih tua dibanding piramida Giza di mesir yang selesai pembangunannya tahun 2560 SM. Sebagaimana diketahui, untuk membangun sebuah piramida diperlukan teknologi konstruksi, teknologi bahan (material), serta kemampuan manusia baik secara kualitas maupun kuantitas. Untuk menyelesaikan sebuah piramida diduga memerlukan waktu 20 tahun, dengan melibatkan sekitar sepuluh ribu orang.

Sebagaimana lokasi piramida di Mesir atau Meksiko, biasanya diwarnai dengan berbagai mitos dan legenda. Begitu pula lokasi pramida Gunung Sadahurip, oleh warga setempat dianggap keramat, meskipun di sekitar lokasi banyak dijadikan lahan budidaya tanaman palawija dan sayuran. Para peneliti dari dalam dan luar negeri, serta masyarakat atau wisatawan makin banyak yang mengunjungi lokasi tersebut.

Letak Gunung Sadahurip di sebelah timur Kampung Cicapar, Desa Sukahurip Kecamatan Pangatikan, sedangkan sebelah barat Kampung Sindanggalih, Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut. Keberadaan piramida yang masih terpendam tersebut diyakini akan mendongkrak sektor pariwisata Kabupaten Garut khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Apalagi setelah dilakukan penggalian material dan rekonstruksi bangunan, maka para wisatawan manca negara pun akan membanjiri lokasi ini. Dengan sendirinya berbagai infrastruktur penunjang seperti bandara, jalan, hotel dan restoran harus disiapkan.

Keberadaan piramida di Garut menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia termasuk cikal bakal peradaban dunia. Adanya patahan gempa bumi dan erupsi gunung berapi dalam periode tertentu, antara lain berdampak pada kerusakan dan tertimbunnya pusat peradaban dunia tersebut di perut bumi. Nah, inilah salah satu hal yang dilakukan Tim Bencana Katastropik Purba, menelusuri kejayaan budaya masa lampau.