Kisah Misteri Kematian Penyabung Ayam

Terungkaplagi 12.11.13
Sebut saja Rohmad punya tetangga yang terdiri dari suami istri yang keduanya berprofesi sebagai guru sekolah SD. Panggil saja Pak Yadi dan Bu Yadi. Pak Yadi sudah berhenti mengajar sejak tahun 2004.

Pada 2005 lalu, saat Bu Yadi berangkat mengajar, di perjalanan menuju ke sekolah mendapat musibah. Beliau tertabrak bis yang melaju kencang saat mau menyebrang dengan motornya, helmnya terlepas kepalanya menghantam trotoar dan beliau langsung tewas di tempat.

Singkat cerita, saat jenazahnya dimandikan dari kupingnya terus mengeluarkan darah yang tidak berhenti-berhenti,walaupun sudah dikasih kapas darahnya tetap mengalir hingga saat dikafani masih juga mengalir darah dari kupingnya, sampai-sampai kain kafannya diganti karena terlalu banyak terkena noda darah.



Akhirnya diambil keputusan, sebelum dibungkus kain kafan, modin membungkus jenazah itu dengan plastik terlebih dahulu dari ujung kepala sampai perut. Akhirnya proses pemakaman selesai.

Malam pun tiba,tidak biasanya hawa di rumah Rohmad begitu sangat panas, padahal musim hujan, jam juga sudah menunjukan pukul 11 malam, yang biasanya jam segitu udaranya sangat dingin walaupun ngumpet di bawah selimut dinginnya tetap terasa.

Akhirnya rohmad mutusin untuk tidur di ruang tengah dan menghidupkan kipas angin, tidak berapa lama Rohmad disusul bapaknya yang juga kepanasan tidur di dalam kamar. Sementara ibu dan adeknya tetap di dalam kamar.


Saat Rohmad sudah terlelap dia ngerasa ada yang nyenggol-nyenggol jempol kakinya, karena berlangsung lama dia nyoba membuka matanya.

Saat dilihat ternyata ada pocong Bu Yadi yang duduk di samping Rohmad, saking kagetnya mata yang tadinya hanya melek setengah langsung melotot, ngantuknya juga hilang serasa habis nenggak kopi panas satu drum. Pocong Bu Yadi ngomong, "Mad tolog bukain plastiknya Mad,aku kepanasan."

Sebenarnya Rohmad itu penakut tapi dia nyoba jawab tu omangan pocong ,"Aku gak bisa nolong, minta tolong aja sama suamimu, cepetan pergi jangan ganggu aku lagi." Rohmad ngomong sambil merem dan berharap tu pocong bakalan pergi saat dia membuka mata kayak di film film.

"Walah kok ya masih duduk anteng di situ belum pergi," ucapnya saat dia membuka mata dan pocongnya juga belum pergi.

Karena dia sudah tidak kuat tapi tidak bisa pingsan, dia jambak tuh kumis bapaknya sampai bangun. Bapaknya lihat pocong bukannya ngusir malah meluk si Rohmad karena ketakutan. Jadinya ya peluk-pelukan.

Ternyata tidak cuma rumah Rohmad yang didatengin pocong Bu Yadi. Hampir satu RT juga didatengin. Akhirnya pada ngadu ke rumah kyai setempat. Kata Rohmad, kiyainya cuma bilang, "gak apa-apa, itu cuma jin, nanti setelah 7 hari palingan juga berhenti, kita berdoa aja untuk ketenangan arwah Bu Yadi."

Di atas adalah kisah Bu Yadi dan sekarang kisah Pak Yadi:

Setelah istrinya meninggal, Pak Yadi punya hobi baru yaitu nyabung ayam dan mabuk-mabukkan. Dia tidak pernah kerja tapi duitnya banyak karena selalu menang taruhan. Dia tidak punya anak jadi hari-harinya diisi dengan mabuk, judi sama nyabung ayam.

Dia tidak pernah berhenti walaupun dia sakit, padahal terkena penyakit aneh, kulitnya keriput kayak kulit yang ada di kaki ayam. kalau sudah tanda-tandanya begitu mustinya tobat ya,tapi dia tidak, malah makin menggila. Dia berhenti saat sakitnya makin parah.

Dia tidak bisa jalan cuma bisa guling-guling seperti ayam yang lagi disembelih,mulutnya ngeluarin banyak liur, badannya bau yang tidak sedap. Saat sakarotul maut lebih parah, tingkahnya kayak ayam yang lagi sekarat saat kalah bertarung, semua barang yang ada di kamarnya rusak ditabrakin karena dia muter-muter, guling-guling nabrak-nabrak di dalam kamar. Saudaranya hanya bisa melihat dari pintu kamar karena takut ketendang atau ketabrak.

Atraksi yang terakhir, dia nyerudukin kepalanya ke lemari kayu sampai tembus. Matinya kepalanya nyungsep.

Proses pemakamannya juga gak kalah heboh. Hari pemakamannya diguyur hujan gede, kilat nyambar-nyambar, liang lahatnya banjir sampai harus dikuras dulu.

Jenazahnya langsung dikuburin walau masih ada air di liang kuburnya. Mungkin yang ada dipikiran Pak kyai waktu itu. "Bodo amat gimana enggak, air udah dikuras 3 orang masih aja nyumber terus, dan di tambah lagi air hujan."

Artikel Terkait Mistis

Blogger Template by BlogTusts Sticky Widget by Kang Is Published by GBT.

No comments:

Post a Comment

 
- See more at: http://langkah2membuatblog.blogspot.co.id/2012/12/cara-membuat-link-otomatis-di-blogger.html#sthash.WmsNvezS.dpuf