Dialog dengan Jin Muslim oleh Muhammad Isa Daud

Terungkaplagi 6.12.13
Terungkaplagi.blogspot.com - Di dalam sebuah buku yang berjudul Hiwar Shahafiy Ma’a Jinni Muslim yang ditulis oleh ahli spiritual berkebangsaan Saudi Arabia, Muhammad Isa Daud. Dengan perantara tubuh manusia beliau telah berhasil melakukan percakapan dengan dengan Jin yang beragama islam, dan mengabadikannya dalam sebuah buku.

Dialog dengan Jin Muslim oleh Muhammad Isa Daud

Dalam percakapan tersebut beliau mencoba mengorek-ngorek keterangan darinya berupa misteri-misteri besar dikalangan manusia yang salah satunya adalah tentang kebohongan yang sudah berhasil ditanamkan oleh bangsa Syetan pada kalbu umat manusia bahwa roh orang yang meninggal terkadang bergantayangan di dunia (menentang faham ‘hari pembalasan kubur’).

Yang lainnya, yang akan dibahas disini adalah menguak misteri apakah/siapakah sebenarnya UFO (Unidentified Flying Object) yang dianggap makhluk luar angkasa mendatangi bumi. Sedangkan sampai saat ini belum ada teori pasti dari para ahli bahwa memang terdapat planet di alam semesta ini yang dihuni oleh makhluk lain selain manusia. Hal inipun telah menjadi salah satu project khusus FBI, CIA maupun NASA yang hingga kini hasilnya masih berupa asumsi dan teori-teori saja tentang siapa sebenarnya makhluk UFO itu.

Juga akan diurai keterangan darinya tentang apakah sebenarnya misteri yang tersimpan di kawasan Segitiga Bermuda yang telah menghilangkan beberapa kapal maupun pesawat.sampai saat ini, tempat tersebut masih menjadi momok menakutkan dikalangan manusia untuk melewatinya.

Sekelumit Tentang Jin Muslim Tersebut, Jin muslim yang berdialog dengan penulis tersebut berasal dari Bombay, India. Sebelumnya dia bukan pemeluk agama islam, alias pemeluk agama lain.

Dia berumur 180 tahun (Usia Muda dikalangan Jin) menurut pengakuannya. Kabarnya setelah dia masuk Islam, diikuti pula oleh sekitar sepuluh ribu Jin, yang merupakan pengawal-pengawal dan pendampingnya. Jin tersebut adalah pemimpin besar, punya pengaruh dan wibawa dikalangannya, di Bombay. Dengan usaha yang menghabiskan tenaga, waktu dan biaya yang tidak sedikit, Muhammad Isa Daud akhirnya berhasil mengundangnya melalui tubuh seorang laki-laki untuk akhirnya melakukan percakapan dengannya yang berhasil direkam dan diabadikan dalam sebuah buku.

Sayangnya saya belum berhasil mendapatkan rekaman tersebut.

6 hal yang diungkap yaitu:

1. Kendaraan Setan dan Kapal Cahaya, dan Bukan mahluk Luar Angkasa (Alien).
2. Makhluk Luar Angkasa dan Sedikit Rahasia Tentangnya.
3. Menjelajah Segitiga Bermuda.
4. Segitiga Formosa dan Kepemimpinan Iblis.
5. Tentang Pesulap David Copperfield.
6. Runtuhnya anggapan tentang menghadirkan arwah / arwah gentayangan.

Masih Adakah Iblis Pada Zaman Ini?

(Sebagian kutipan terjemah dari buku tersebut) Kita semua mengetahui siapakah makhluk yang menyebabkan kakek moyang kita Nabi Adam AS dan istrinya Hawa diusir dari syurga oleh Allah SWT. Adalah suatu yang baru sama sekali bagi dunia ini, dengan izin Allah, berisi banyak temuan-temuan baru yang mengejutkan, sekaligus merupakan jawaban bagi berbagai persoalan yang selama ini membingungkan para sarjana dan cendikiawan dunia, sekalipun sangat sulit menundukkan hal itu dalam penelitian ilmiah.

Akan tetapi semuanya itu adalah kebenaran semata, dan kebenaran itu pula yang ingin penulis sodorkan kepada dunia Islam khususnya dan dunia umat manusia secara keseluruhan, lebih khususnya lagi kepada para peneliti yang ingin menemukan jawaban bagi persoalan-persoalan yang membingungkan itu.

Dengan itu penulis berharap semoga mereka terbebas dari kebingungan dan tidak lagi menghabiskan jutaan dollar. Sekedar untuk melakukan pemotretan melalui satelit dan menghancurkan tempat-tempat yang penuh misteri. Hendaknya tidak ada seorang pun diantara pembaca yang beranggapan bahwa penulis menyodorkan hadiah ilmiah ini dengan mudah. Sebab penulispun telah menghabiskan dana yang cukup besar, semaksimal yang dapat disediakan untuk menghadirkan Jin Muslim yang selalu menjauhkan diri dari saya selama masa persembunyiannya.

Penulis pun harus memeras keringat dan otak dalam berbagai diskusi saya dengannya, karena dia tidak bersedia memenuhi undangan saya. Dia betul-betul takut akan usaha pembunuhan terhadap dirinya yang dilakukan oleh Iblis dan pengikut-pengikutnya. Karenanya, terkadang dia berpura-pura tertidur, sebagai siasat menghindarkan diri dari kepungan musuh-musuhnnya. Akhirnya, keyakinan dan kepercayaan saya kepada Allah jugalah yang bisa meyakinkan dirinya untuk menemui saya.

Saya juga harus mengajarkan kepadanya akidah, seraya menegaskan bahwa barangsiapa takut kepada Allah, maka Allah akan menjadikan segala sesuatu takut padanya. Sedangkan orang yang tidak takut kepada Allah, maka Allahpun akan menjadikan dirinya takut kepada segala sesuatu. Saya yakinkan pula kepadanya bahwa tipu muslihat setan tidak ada artinya dalam nisbatnya dengan seorang muslim yang beriman kepada Allah, baik dia Jin maupun manusia. Lantas, secara tiba-tiba terjadilah dialog, sebagai berikut:

(huruf ‘J’ adalah Jin. Sedangkan ‘P’ adalah untuk Penulis atau Muhammad Isa Daud)

P: “Pernahkah engkau melihat Iblis?” Tanya saya

J: “Pernah, sekali ketika saya masih kecil, dan beberapa kali ketika saya sudah remaja dan sebelum saya memeluk agama Islam.”

P: “Untuk apa engkau menghadap Iblis, padahal saat itu engkau masih kecil?”

J: “Aku tidak pergi menemuinya atas kemauanku sendiri. Tetapi ayahku lah yang mengajakku menemuinya, agar dia (Iblis) memberikan berkahnya kepadaku.”

P: “Semoga Allah mengutuknya, dan segala puji bagi Allah yang telah menganugerahi engkau dengan masuk Islam.”

J: “Alhamdulillah, alhamdulillah, aku telah masuk Islam.”

P: “Katakan padaku bagaimana bentuknya.”

J: “Bentuknya ya, seperti jin yang telah aku katakan kepadamu. Akan tetapi Allah memberikan kutukan kepadanya dan kepada keturunanya dengan rupa yang buruk, sekalipun dia bisa menjelma dalam bentuk apa saja. Dia memiliki ekor sangat pendek, sekitar 4-6 cm atau lebih sedikit.”

P: “Apakah ekornya tersebut secara umum dimiliki oleh semua jin, atau hanya pada Iblis dan anak cucunya saja?.”

J: “Alhamdulillah, hanya iblis dan anak cucu setannya saja yang memiliki ekor seperti itu. Sepertinya mereka itu makhluk istimewa. Sedangkan jin, sama sekali tidak punya ekor seperti yang kalian bayangkan. Ekor setan tidaklah sepanjang ekor kucing atau binatang lainnya, sebagaimana yang selama ini digambarkan oleh manusia.”

P: “Seberapa tingginya? Apakah dia betul-betul tinggi-besar, sebagaimana yang dibayangkan sementara orang selama ini, ataukah biasa-biasa saja?.”

J: “Dibandingkan dengan manusia, tingginya sekitar satu lengan, Ya, sekitar 140 hingga 160 cm. Akan tetapi dia bisa menjelmakan dirinya dalam bentuk yang lebih tinggi dan besar, sampai 10 meter.

P: “Apakah dia mempunyai rumah atau istana?”

J: “Istana yang sangat besar sekali, dengan jutaan pelayan, jutaan pengawal, dan jutaan setan, disamping istana-istana lain di banyak tempat. Demikian pula halnya dengan para penguasa yang ditempatkan diberbagai pusat pemerintahannya yang sangat luas itu.”

P: “Dia juga punya singgasana bukan?”

J: “Ya, ya,” Jawabnya agak terkejut.

P: “Singgasananya diatas air, tepatnya dilautan, betul kah?” (Lagi-lagi jin muslim sahabat saya itu terheran-heran, bahkan tampak mulai ketakutan).

Karena itu saya melanjutkan perkataan saya:
P: “Engkau adalah jin muslim, wahai saudaraku, dan seorang muslim hanya takut kepada Allah. Terhadap seorang muslim, setan tidak menemukan jalan untuk mengganggunya, selama dia taat kepada Allah. Saya pikir kaupun demikian.”

J: “Ya, memang benar demikian, alhamdulillah, saya telah berhasil menghafal Al-qur’an dalam empat bulan.”

P: “Kalau begitu, mengapa mesti takut kepada Iblis dan pasukannya? Dengan perlindungan Allah, engkau jauh lebih kuat ketimbang mereka.”

J: “Ya, ya, Memang benar. Semoga Allah membalas kebaikanmu karena telah mengajariku yang seperti ini. Sekarang saya semakin mantap dan yakin.”

P: “Suatu hari, aku pernah membaca riwayat tentang para pengikut Dzulqarnain, yang saya duga adalah Macedonia dan bukan yang disebutkan dalam Al-qur’an bahwa sekali waktu, dalam perjalanan mereka, mereka sampai disuatu tempat yang banyak airnya, dan tampaklah suatu pulau di kejauhan. Mereka melihat suatu umat yang berkepala anjing, taringnya keluar dari mulut mereka, persis nyala api. Para pengikut Dzulqarnain segera keluar dan menyerang mereka. Dikejauhan, mereka melihat sinar yang sangat terang, dan ternyata itu adalah sebuah istana yang terbuat dari Kristal.

Dzulqarnain bermaksud menaklukkan mereka dan masuk kedalam istana. Akan tetapi Bahram, Sang Filosof, melarangnya dan memberitahu bahwa siapa yang masuk ke istana itu pasti akan tertidur didalamnya dan tidak akan pernah dapat keluar lagi, dan ditawan oleh orang-orang yang ada di dalam istana itu. Beberapa orang pernah masuk ke istana yang isinya tidak diketahui siapapun. Merekapun lalu tertidur, tanpa pernah bangun lagi. Bukankah itu istana Iblis?”

J: “Barangkali, ya.” Jawabnya, “Tetapi barangkali pula bukan.”

P: “Maksudnya bagaimana?”

J: “Iblis mempunyai banyak istana, dia pindah dari satu istana ke istana yang lain untuk mengatur kerajaanya yang sangat besar. Anak perempuannya yang paling besar juga mempunyai istana dan pengawal. Sedangkan anak-anaknya yang laki-laki memiliki istana yang sangat besar, seperti yang dimiliki oleh para pejabat pemerintahannya. Dari sanalah mereka mengendalikan seluruh aktivitas penyesatan mereka terhadap umat manusia, dalam tujuan merealisasikan cita-cita Iblis yang mereka anggap sebagai Tuhan mereka.”

P: “Bagus, lantas dimana markas besar Iblis itu?” Sesudah ragu-ragu sejenak, jin sahabat saya itu menjawab:

J: “Disana, dikedalaman samudera, seperti yang diisyaratkan Allah dalam firmannya dalam Al-qur’an, Dua lautan mengalir, dan kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. (Arrahman: 20-21)

P: “Bagus sobat, Apakah yang kamu maksud adalah tempat pertemuan sungai dengan lautan, ataukah lautan dengan lautan.?”

Dia terdiam, kemudian menjawab:
J: “Maksudku, ya, seperti yang kau katakan itu.”

P: “Tepatnya dimana?” desak saya. Dia terdiam dan berusaha menghindar. Sekali lagi saya mengajarkan kepadanya keyakinan kepada Allah, sesudah itu saya melancarkan tembakan-tembakan saya yang saya dasarkan atas berbagai penelitian saya. Sebagian diantaranya akan saya kemukakan disini, dan sebagian lainnya akan saya tuturkan kemudian.

P: “Apakah markas besar iblis itu terletak di Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle).?”

Matanya tiba-tiba terlihat sayu, lalu dia berpura-pura tidur. Dia tampak dalam kegelisahan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Saya mendesaknya dengan berkata:

P: “Bukankah pasukan iblis dan penjelmaannya dalam bentuk manusia, serta tokoh-tokohnya, baik dari kalangan manusia dan jin, adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap hilangnya pesawat-pesawat dan kapal-kapal laut yang memasuki wilayah Segitiga Bermuda, khususnya ketika para pilot dan nakhodanya adalah orang-orang yang tidak mempunyai “benteng” dalam menghadapi serangan setan? Kalaupun mereka selamat itu sangat langka dan hanya merupakan pengecualian. Bukankah setan acap kali berpura-pura menjadi orang yang selamat itu sekedar untuk membuat manusia lengah dari ancaman mereka. Sampai-sampai ada diantara mereka menganggap bahwa kapal atau pesawat mereka tersedot angin puting beliung.”

Jin muslim sahabat saya itu terdiam. Dari raut wajahnya saya bisa menangkap bahwa dia terombang-ambing antara mengiyakan dan meragukan pendapat saya. Kemudian dia berkata, “Sekali waktu nanti, aku akan membeberkan kepadamu lebih dari itu.”

P: “Tidak, tetapi akulah yang akan mengungkapkan kepada dunia, insya Allah, rahasia Segitiga Bermuda yang penuh misteri itu. Engkau tahu bahwa aku banyak tahu tentang hal itu.”

J: “Persoalannya memang seperti yang kau katakan itu.”

P: “Sebenarnya peristiwa yang menimpa ekspedisi ke-194 , berikut ekspedisi-ekspedisi selanjutnya, yang telah membongkar adanya Segitiga Bermuda, bukanlah ekspedisi-ekspedisi yang pertama kali mengalami nasib malang ditempat yang misterius itu.”

J: “Memang masalah ini sudah terjadi sejak lama sekali, sampai-sampai para nelayan takut memasuki wilayah tersebut. Yang sangat ditakutkan adalah bahwa orang yang meneliti tempat itu akan mereka tangkap, manakala dia berani memasuki wilayah tersebut tanpa izin.”

P: “Apakah izin tersebut bisa diperoleh dengan membakar kemenyan?” Tanya saya.

J: “Ya, kadang-kadang.” jawabnya.

P: “Bagaimana caranya?” Tanya saya heran.

J: “Sebagian dari mereka melakukan jual beli dengan Iblis, dan mengatakan, “kami berlindung kepada penguasa tempat ini dari segala mara-bahaya’. Persis seperti yang pernah dilakukan orang-orang saat mereka akan melalui padang pasir dan tempat-tempat yang dianggap angker. Atau, kapal dan pesawat yang melalui wilayah itu membawa paranormal yang mempunyai perjanjian dengan setan. Kalau tidak demikian, maka kemungkinan besar pesawat dan kapal tersebut, berikut para penumpangnya, akan mereka tangkap. Kadang mereka cukup menangkap para penumpangnya saja, untuk mereka jadikan bahan penelitian di kerajaan Iblis, atau dijadikan korban kepada Iblis yang memang sangat gembira melihat kematian manusia, khususnya kalau di akhir hidup mereka tidak berada dalam Islam. Pengorbanan itu lazimnya dilaksanakan dihari-hari besar Iblis.”

P: “Akan tetapi, mengapa mesti merampas pula pesawat dan kapal-kapal itu?” Tanya saya kurang mengerti.

J: “Kapal-kapal dan pesawat-pesawat itu ditempatkan ditempat tertentu, ditutup dengan sinar tertentu hingga kasat mata, atau dikelilingi oleh ribuan setan, persis seperti sihir yang membawa seorang prajurit yang tiba-tiba melemparkannya di depanmu, dan engkau tidak akan bisa melihatnya sebelum mereka meninggalkan tempat itu.”

P: “Saya tahu bahwa engkau tidak mau menyampaikan hal itu kepadaku selengkapnya.”

J: “Saya tidak akan mengatakan lebih dari itu,” jawabnya.

P: “Akupun tidak akan memberitahumu apa yang telah kuketahui. Akan tetapi aku akan menyampaikan kepada dunia berbagai penemuanku yang telah menghabiskan biaya lebih dari 10.000 dollar.”

J: “Apa itu?” tanyanya penuh perhatian.

P: “Engkau tau sesuatu, dan akupun tau sesuatu pula. Pada waktunya nanti kita akan membeberkan semuanya.”

Kendaraan Setan dan Kapal Cahaya, dan Bukan mahluk Luar Angkasa (Alien)

Saya bertanya kepadanya, “Bagaimana pendapatmu tentang orang yang mengatakan adanya kapal cahaya yg sering kali muncul di lautan, dan ia ikut terlibat dalam “pembajakan” kapal-kapal yang hilang itu?”

J: “Apa yang kau maksudkan?”

P: “Mereka mengatakan bahwa ada makhluk luar angkasa, dan merekalah yang melakukan perbuatan-perbuatan yang mencelakakan itu, dalam arti bahwa Segitiga Bermuda itu merupakan pusat penelitian makhluk-makhluk cerdas dari planet lain. Bagaimana pendapatmu tentang itu?”

J: “Bukan, bukan mereka. Sebab sekalipun aku telah melakukan penerbangan lebih dari seratus kali ke berbagai penjuru ruang angkasa, aku belum pernah melihat makhluk-makhluk luar angkasa. Sedangkan Segitiga Bermuda, sebagian rahasianya sudah aku sampaikan kepadamu.”

P: “Jadi, engkau memang punya informasi lebih dari yang engkau katakan kepadaku, betul kan?”

J: “Tentu saja, tetapi itu rahasia.”

P: “Apakah juga merupakan rahasia untukku, sesudah kita melakukan perjanjian selama ini? Kalau begitu, mari kita lakukan perjanjian persahabatan atas nama Allah.”

J: “Aku bersumpah atas nama Allah yang Maha Agung, bahwa aku betul - betul menyukaimu berdasarkan agama Allah. Aku tidak pernah berada dirumah seorang manusia begitu lama seperti aku berada dirumahmu sekarang.”

P: “Akupun menyukaimu dalam cinta sebagaimana yang dikehendaki Allah.”

Makhluk Cerdas Selain Jin, Manusia dan Malaikat

Saya berkata kepada Jin Muslim tersebut, “Tetapi bagaimanapun saya yakin akan adanya makhluk cerdas lain selain manusia, jin dan malaikat. Tetapi mereka berada di planet lain yang bukan planet bumi kita ini.”

J: “Tidak ada salahnya, Allah Maha tau tentang itu. Akan tetapi apa dalilmu?” Katanya balik bertanya.

P: “Dalil rasional yang ada dalam pikiranku, dan dalil Al-qur’an yang aku ketahui.”

J: “Coba, ajarkan kepadaku apa yang telah diajarkan Allah kepadamu.”

P: “Tentang mereka itu, Allah SWT berfirman, Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan bumi seperti itu pula. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (QS: At-thalaq: 12)

J: “Apakah menurutmu bumi ini juga tujuh?”

P: “Dari penegasan ayat tersebut, memang begitu.”

J: “Juga ada makhluknya seperti kita?”

P: “Apakah yang seperti itu sulit bagi Allah untuk menciptakannya, sedangkan Allah SWT telah berfirman, Sesungguhnya urusanNya adalah, jika Allah menghendaki sesuatu, maka jadilah ia. Masih ada pula dalil rasional.”

J: “Apa itu.?” Tanyanya.

P: Tidakkah masuk akal bahwa seorang arsitek yang membangun Empire Building yang berlantai 102, yang katanya merupakan bangunan paling tinggi didunia itu, hanya sanggup membangun satu gedung saja?”

J: “Tentu saja tidak,” jawabnya.

P: “Jadi seperti itu pulalah halnya. Allah SWT tidak diragukan lagi telah menciptakan berbagai makhluk. Tidak penting bagi kita untuk mengetahui semuanya. Sebab akal kita tidak akan sampai. Adalah tidak diragukan lagi bahwa ketujuh bumi yang disebutkan dalam Al-qur’an itu tidak diciptakanNya tanpa tujuan apapun. Dan bahwasanya ia dihuni oleh makhluk-makhluk yang bisa jadi lebih tua daripada kita, dan bisa jadi lebih tinggi ilmunya daripada kita. Sebab, kalau tidak demikian, mengapa setiap rasulullah SAW memasuki satu desa selalu mengatakan, “Ya Allah, Tuhan tujuh langit dan bayang-bayangan yang diperlihatkannya, Tuhan tujuh bumi dan penghuninya, Tuhan setan dan kesesatan yang dilakukannya, Tuhan angin dan hembusannya, kami memohon kepadaMu kebaikan desa ini dan kebaikan penduduknya, kami berlindung kepadamu dari kejahatannya, kejahatan penghuninya, kejahatan segala yang ada didalamnya. Ini merupakan dalil bahwa ketujuh bumi itu dihuni oleh sesuatu yang tidak kita ketahui. Allah Maha Tahu tentang semua ini.”

J: “Apakah ada bukti tentang adanya komunikasi yang telah maju itu dengan manusia di planet bumi ini?”

P: “Banyak peristiwa telah terjadi. Akan tetapi saya yakin bahwa hubungan itu adalah hubungan antara jin yang sudah maju, atau, tegasnya jin yang telah ditundukkan untuk melakukan sesuatu bersama-sama manusia yang menjadi pemimpinnya. Sebab, ciri-ciri yang engkau sebutkan tentang makhluk-makhluk tersebut sangat mirip dengan ciri-ciri jin. Sebagian besar dari mereka besar-besar. Saya pun tahu bahwa jin bisa menampakkan diri dalam sosok yang tinggi- besar, di samping bahwa aroma mereka sering kali wangi.”

Sesaat sahabat saya itu terdiam, kemudian berkata, “Memang benar, sosok & aroma seperti itu adalah sosok dan aroma jin.”

Makhluk Luar Angkasa dan Sedikit Rahasia Tentangnya

P: “Bagus.” tukas saya, “Aku akan ceritakan kepadamu wahai Musthafa, (jin tersebut mengaku demikian) tentang sebagian ciri dan gambaran mereka, agar engkau bisa menyampaikan pendapatmu kepadaku.”

J: “Baik, Insya Allah, aku akan mengemukakan pendapatku dengan sebenar-benarnya,” katanya pula.

Kemudian saya bercerita kepadanya bahwa, “Salah seorang diantara orang-orang Amerika yang pernah melihat benda asing yang berkaki tujuh, sekali waktu melihat segerombolan manusia atau makhluk-makhluk yang mirip dengan manusia, berada dikebunnya. Mereka bersembunyi diantara pohon-pohon anggur yang ada disitu. Dengan marah, orang Amerika itu mengawasi orang- orang yang dengan seenaknya mencuri hasil kebunnya. Dia tidak bisa menahan diri. Dia segera keluar dari rumahnya, dan menuju ke arah orang-orang yang dikiranya pencuri-pencuri biasa. Akan tetapi, ketika Mash, demikian nama laki- laki itu, berada kurang lebih 10 m dari gerombolan pencuri itu, tiba-tiba salah seorang diantara pencuri itu menghadap kearahnya, dan membidikkan suatu senjata yang ada ditangan kanannya. Kemudia memasukkan senjata itu ke sarungnya yang tergantung di pinggang kirinya. Mash merasa seluruh tubuhnya lemas, dia tidak bisa menggerakkan kepala maupun anggota tubuh lainnya. Dia tidak bisa merasakan sesuatu untuk selamanya. Sesudah peristiwa tersebut, dan setelah bisa menjawab beberapa pertanyaan.

Mash mengatakan bahwa makhluk-makhluk itu pendek-pendek sekitar 160 cm tingginya. Kepalanya sangat besar dan tidak sebanding dengan tubuhnya yang kecil dan pendek. Kepala mereka melekat dikedua pundak mereka, tanpa leher. Mash juga menuturkan bahwa makhluk-makhluk itu berambut.

Mulutnya seakan sebuah lubang menganga, dan matanya mirip mata manusia, tetapi tidak beralis. Kulitnya berwarna terang, mirip kulit penduduk Eropa bagian tengah. Kedua pundaknya lebih lebar sedikit dari kepalanya.

Mash melihat bahwa dua makhluk yang berada didekatnya memiliki dua tangan dan kaki. Tetapi dia tidak sempat melihat tangan dan telapak kakinya. Kedua makhluk yang tak dikenalnya itu mengenakan pakaian yang lembab, tanpa sambungan, dan ketat mencetak sekujur tubuh mereka. Dipinggang kanan kedua makhluk itu tergantung senjata, sedang dipinggang kirinya tergantung ransel besar.

Mash mengatakan, “kedua makhluk tak dikenal itu kembali menuju pesawat mereka, yang tingginya kira-kira 2,50 m. Mereka terus menatapnya dari cockpit pesawat mereka, yang agaknya terbuat dari bahan sejenis kaca. Pintu pesawat kemudian ditutup, dari bawah keatas. Sehingga kaki- kaki mereka menjadi tidak terlihat. Pesawat itu take-off dengan menyemburkan cahaya yang sangat menyilaukan. Kemudian tanpa suara sedikitpun, naik keatas. Ketika telah naik kira-kira 30 meter, tiba-tiba pesawat itu lenyap dari pandangan, seakan - akan sebuah sinar yang tiba-tiba padam.”

J: “Aku bersumpah kepadamu dengan nama Allah, bahwa mereka adalah Jin. Akan tetapi, lazimnya, mereka menampakkan diri dalam sosok yang lebih tinggi dan besar daripada sosok mereka yang sesungguhnya.”

P: “Darimana mereka datang menurutmu?”

J: “Entah, tetapi mungkin saja mereka itu adalah penghuni ruang cahaya yang terdapat diantara sinar merah dan awan. Atau, penduduk yang datang dari dasar samudera.”

P: “Engkau harus melihat salinan asli dari surat yang dikirimkan oleh jin yang bernama Aksea berikut stempel-stempelnya ini.” Dengan hanya melihat stempel yang tertera pada surat yang saya tunjukkan itu, mata sahabat saya itu bersinar; lalu berteriak, “Ini memang stempel Jin.!”

P: “Bagaimana pendapatmu?” Tanya saya selanjutnya.

J: “Saya pernah melihat stempel ini beberapa kali, dan juga yang sejenis ini. Saya bisa menceritakan kepadamu dengan mudah bahwa setempel ini adalah stempel jin atau manusia. Singkatnya saya katakan bahwa ini merupakan ulah yang dikait-kaitkan oleh kepada manusia. Penduduk Omo itu adalah penduduk negeri Jin yang beragama Masehi. Stempel yang mereka bubuhkan disini bergambar salib dengan beberapa palang. Lebih dari itu, sifat mereka adalah sifat jin, dan aroma mereka aroma jin. Namun sayangnya makanan mereka adalah seperti makanan setan.”

P: “Benar, sampai-sampai dalam beberapa hal mereka menggambarkan tangan sebagai tangan yang melaksanakan berbagai tugas, dengan jari- jari dalam bentuk yang terpampang jelas. Itulah biasanya yang menjadi ciri-ciri jin, disamping kemampuannya untuk menampakkan diri dalam berbagai bentuk, serta kecepatan bergerak dan menggunakan peralatan yang membawa mereka dengan kecepatan yang betul-betul sulit dipercaya. Selain itu, mereka juga mempunyai tangan yang panjang dan besar sekaligus.”

Selanjutnya saya mengatakan pula kepadanya, “Bersediakah engkau melihat beberapa lukisan yang kubuat berdasar informasi yang disampaikan oleh seorang Inggris bernama John, yang menceritakan tentangpenyeretan dirinya (oleh jin) sebelum peristiwa yang sama yang dialami oleh sekelompok orang-orang yang belum pernah terjadi sebelumnya. Catatan-catatan itu diperoleh melalui Hipnotis.

J: “Benar, benar,” jawabnya Kemudian, sesudah saya menyodorkan beberapa gambar kepadanya, tiba-tiba dia tersenyum, lalu berkata, “tidakkah engkau perhatikan wajah keduanya. Ia betul-betul mirip dengan sosok jin yang sebenarnya. Perhatikan pula tanduk yang dulu pernah engkau tanyakan kepadaku.”

P: “Ya, ya memang benar. Tetapi, bagaimana pula pendapatmu tentang kedua gambar yang mirip bayang-bayang cahaya manusia?”

J: “Kalau ini benar, maka keduanya adalah jin pada saat ia menampakkan diri dalam bentuk lain, atau ia berada dalam sosoknya yang asli, tetapi tersembunyi dibalik pakaian itu. Kedua-duanya bergerak dengan berselubung pakaian tersebut.”

P: “Apakah yang demikian ini bisa mereka lakukan dengan mudah?”

J: “Tentus saja mudah, bahkan lebih mudah dibanding menampakkan diri dalam wujud manusia dan bergerak dengan jasad mereka tanpa selubung. Jika saya, misalnya memperlihatkan diri dalam sosok seperti yang sekarang saya pergunakan dihadapanmu ini, maka beratku sekitar 115 kg, dan aku masih bisa bergerak dengan ringan dan mudah. Lantas, apakah sulit bagiku untuk mengenakan pakian yang beratnya hanya 5 sampai 20 kg saja? Jelas sekali bahwa dunia barat tidak bisa memahami tentang sejauh mana Allah SWT telah menganugerahkan kepada kami kemampuan untuk menampakkan diri dalam berbagai bentuk.”

P: “Memang betul demikian, sampai-sampai dalam suatu peristiwa yang mereka ceritakan, mereka mengatakan bahwa, salah seorang diantara mereka pernah melihat seorang perempuan berbadan burung yang sangat aneh. Ia berambut pirang, tetapi tiba-tiba rambutnya berganti menjadi hitam.

Alih-alih mereka menganggap bahwa makhluk itu telah mengecat rambutnya dalam waktu sangat singkat, mereka bahkan menganggap bahwa perempuan yang kedua itu adalah perempuan lain yang berwajah sama, atau saudara kembarnya. Padahal sebenarnya keduanya adalah wanita yang sama. Dia adalah jin perempuan yang mempunyai kecakapan merubah bentuk.

Seterusnya saya mengatakan, “Maukah engkau mendengarkan kisah tentang ditawannya Antonio da Silva, dan melihat gambar yang menegaskan bahwa para penawannya adalah dari kalangan jin. Ya, sekadar untuk menambah keyakinanmu saja.”

J: “Ya, ya tidak ada salahnya.” Jawabnya

P: “Pemuda Brazil ini pergi menangkap ikan, tetapi ternyata dia menghilang selama berminggu- minggu. Tiba-tiba dia muncul kembali dengan membawa cerita tentang bagaimana dia ditangkap oleh tiga makhluk kerdil. Dua diantaranya mengenakan pakaian keras seakan-akan terbuat dari logam. Sedangkan makhluk yang ketiga lebih tinggi sedikit dari yang dua itu. Kira-kira tingginnya 1,25 meter. Dia tidak mengenakan pakaian logam seperti yang dikenakan oleh dua makhluk lainnya. Ketika mereka tiba ditempat kediaman mereka, tahulah pemuda itu bahwa makhluk yang ketiga itu adalah pemimpin mereka. Pemuda Brazil itu melihat ada tonjolan besar dikepala makhluk yang ketiga itu.

Sang pemimpin berambut panjang dengan warna merah. Ujungnya sampai kepantatnya. Dia juga melihat adanya gelambir didagunya yang memanjang hingga keperutnya. Alis setebal dua jari terlihat hampir menutupi seluruh dahinya. Kulitnya tergolong terang, bermata bulat, namun lebih besar ukurannya bila dibanding mata manusia.

Putih matanya terlihat lebih bersih ketimbang putih mata manusia. Kedua matanya selalu berkedip. Antonio tidak melihat adanya batas pinggir matanya. Seluruh sisa tubuhnya nyaris tertutup bulu tebal. Hidungnya terlihat panjang dan runcing, tampak mencuat dan sangat berbeda dengan hidung manusia pada umumnya. Telinganya betul-betul simetris, bagian bawahnya mirip telinga manusia, namun bagian atasnya lebih bulat. Mulutnya lebih kecil dibanding mulut manusia, mirip mulut ikan. Ketika mereka berbicara satu sama lain, pemuda Brazil itu tidak melihat adanya gigi pada mulut mereka.

Yang penting untuk diingat tentang kisah ini adalah bahwa sosoknya yang mirip manusia itu telah membuat pemuda Brazil itu tidak terlalu takut. Sesudah itu Antonio tidak ingat apa-apa dan mereka bawa ke suatu tempat, entah dimana.”

J: “Mereka itu jin.” Komentar sahabat saya. ”Bentuk yang merupakan bayang-bayang seperti asap itupun jin, yang biasa melakukan pemanggilan roh si Anu (yang sudah meninggal), atau bahkan roh Yesus dan Bunda Maria. Semuanya itu merupakan ulah setan yang aku kenal betul. Aku tahu betul bagaimana jin-jin Nasrani menggunakan cara itu. Bahkan digunakan pula oleh jin-jin non Kristen lain jika manusia ingin memanggil roh orang-orang tertentu. Engkau jangan lupa, saudaraku, bahwa aku dulu pernah memeluk agama Nasrani.”

Selanjutnya sambil tersenyum dia mengatakan, “Aku bersumpah kepadamu, wahai saudaraku, bahwa dia adalah jin. Mungkinkah ada jin tidak kenal kaum dan bangsanya sendiri? Bahkan semua peristiwa yang engkau ceritakan padaku tadi, adalah peristiwa-peristiwa yang direkayasa oleh jin. Seluruh karakternya cocok dengan cirri-ciri mereka. Akan tetapi, masih ada sesuatu yang belum pernah engkau sebutkan. Yakni tentang gerak makhluk tersebut. Sebab gerakan Jin, sungguh, sangat cepat sekali untuk ukuran manusia...”

Saya memotong ceritanya dengan mengatakan, “Ada peristiwa lain yang mereka sebut dengan kasus Palvidares, yang diabadikan oleh Fabio Therba dalam buku ilmiahnya yang berjudul UFO and The Secrets. Disitu, diceritakan bahwa ada seorang Amerika Latin bernama Carlos Palvidares yang tinggal di Buenos Aires.

Suatu hari Palvidares berangkat menuju suatu perkebunan. Tiba-tiba dia melihat tiga sosok bergerak-gerak diatas air danau dekat gubuk yang ada ditempat itu, tanpa air itu sendiri ikut bergerak. Seakan-akan mereka adalah makhluk yang tergantung di udara.

Palvidares mendekati mereka sampai jarak sekitar 80 m. Ternyata ketiga makhluk itu terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan. Palvideres memanggil-manggil mereka, sehingga ketiga makhluk itu menoleh kearahnya, dan segera bersembunyi dibagian lain danau itu. Mereka menjauh sejauh kira-kira 300 m.

Palvidares betul-betul terkejut, karena dia tidak mengerti dengan cara apa mereka berpindah secepat itu. Yang perempuan tingginya sekitar 160 cm dan berpakaian hitam. Rambutnya yang juga hitam terlihat panjang ketika dia bergerak-gerak. Dibagian bawah betisnya terdapat sepasang sirip yang mengarah kesamping, mirip sayap.

Sedangkan yang laki-laki, keduanya sedikit lebih pendek daripada yang perempuan. Palvidares bisa memastikan hal itu ketika mereka bertiga berdiri berdampingan. Kedua laki-laki itu memiliki tinggi yang betul-betul sama. Keduanya seakan-akan telanjang.

Kulit mereka yang mirip kulit manusia yang terjemur matahari. Ternyata kedua laki-laki itu tidak telanjang, tetapi mengenakan semacam pakaian ketat yang tidak memiliki sambungan. Keduanya berambut coklat, dan menempel di kulit kepalanya sedemikian rupa, seakan-akan dilekatkan dengan lem.

Ternyata kulit mereka putih. Berdahi lebar dan bermata kecil. Mereka berjalan tanpa menggerakkan tangan dan kaki mereka. Seakan-akan anggota tubuh mereka terpancang pada tubuh mereka.

Ketika Palvidares melihat mereka untuk kesekian kalinya, dia melihat sebuah kendaraan listrik, dengan sinar sangat terang. Kendaraan itu berukuran 5 x 6 meter; dengan tinggi antara 2 sampai 3 meter. Kendaraan itu memancarkan sinar terang dengan radius sekitar 40 meter, mirip sinar yang keluar dari sebuah proyektor digedung bioskop. Sinar itu mengenai wajah Palvidares, dan dia merasakan sekan-akan matanya menjadi buta.

Panas yang dipancarkan oleh cahaya itu, membuat Palvidares mengurungkan niatnya untuk lebih mendekati mereka. Dia turun kedalam air dan mencoba mendekati makhluk asing itu sampai jarak sekitar 150 m. Tetapi dia tidak bisa lebih dekat lagi, karena tiba-tiba sebuah dinding tak terlihat menghalangi geraknya dari arah depan.

Rintangan tak terlihat itu terus mendesaknya, betapapun dia mencoba melawannya kendaraan itu terus mengikuti gerak mereka dengan jarak 30 atau 40 meter. Merek terus-menerus bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Si perempuan tampaknya adalah pemimpin mereka, dan dia selalu berada didepan.

Sekali waktu, ketika dia mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah kendaraan listrik itu, maka salah satu diantara kedua makhluk laki- laki yang mendekati kendaraan itu segera menjauh darinya sejarak 30 m. Sesudah itu ketiga makhluk asing tersebut menjauh dengan cepat, seakan-akan membentuk tiga garis diatas tanah. Mereka merubah diri dalam bentuk lain yang tidak begitu jelas dalam pandangan Palvidares.

Tetapi dia bisa melihat adanya seekor babi yang melengking ketakutan, yang jungkir balik diterjang oleh suatu makhluk dengan kecepatan yang sulit dibayangkan. Segera sesudah itu, Palvidares mencium bau wangi. Tidak lama kemudian, dia merasa mengantuk dan lemas untuk beberapa saat lamanya. Ketika kondisinya pulih kembali, dia tidak lagi melihat makhluk-makhluk asing dan benda bercahaya yang telah menarik perhatiannya selama lebih dari satu setengah jam itu.

Sejak peristiwa itu, babi dan beberapa ekor ternak yang kabur dari kandangnya akibat terjangan benda terbang tak dikenal itu, tidak mau kembali ke kandangnya, sekalipun Palvidares telah mencarinya kesana kemari.”

Jin muslim sahabat saya itu tersenyum, lalu berkata, “Apa komentarmu terhadap peristiwa tersebut?”

P: “Tentu saja mereka adalah jin,” jawab saya, “Kecepatan bergerak seperti itu, hanya merekalah yang bisa melakukannya. Tentang tabir tak terlihat yang menghalangi Palvidares untuk mendekat, saya pikir itu hanyalah rasa takut yang membuat dia tidak bisa bergerak. Bau harum, adalah bau yang memang biasa ada pada jin. Sedangkan babi dan binatang-binatang lain yang dapat melihat wujud mereka yang sebenarnya, tidak mau pulang lagi ke kandang mereka, karena mereka tahu bahwa kawan-kawan makhluk asing itu kini menetap di kandang mereka.

Anak-anak kecil yang masih berusia satu hingga dua tahun, dapat melihat jin dalam bentuk mereka yang asli, sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya yang berbunyi, “Jika kalian mendengar ringkikan keledai, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari gangguan syetan. Sebab, keledai tersebut telah melihat setan. Dan jika kamu mendengar kokok ayam jantan, maka mintalah kepada Allah anugerah-Nya, sebab ayam jantan itu sedang melihat malaikat.”

J: “Sekarang engkau sudah tahu secara lengkap. Karena itu kemukakanlah kebenaran yang engkau ketahui ke seluruh dunia, sehingga tidak ada lagi kegelapan yang ditimbulkan oleh tipu muslihat jin dan yang berbentuk karena dugaan-dugaan salah.”

P: “Aku betul-betul heran, mengapa para cendikiawan barat tidak bisa memahami bahwa disekitar mereka ada jin dan setan, sedangkan salah seorang diantara mereka, yakni Salvador Frexido dari Purtorico, jelas-jelas mengakuinya. Dalam bukunya yang berjudul Akal-Batin Setan (dalam Bhs Indonesia), dia mengatakan, bau harum yang tersebar ditempat turunnya makhluk-makhluk tak dikenal, tidak membuktikan apapun kecuali bahwa makhluk-makhluk itu adalah setan. Kita bisa mengungkapkan hal itu dengan ungkapan lain, bahwa dalam banyak kasus datangnya Iblis ke suatu tempat, maka kedatangannya tidak mungkin dia lakukan kecuali dalam makhluk tak dikenal, disamping kemampuannya untuk menampakkan diri dalam bentuk manusia.”

Menjelajah Segitiga Bermuda

Jin Muslim sahabat saya mengatakan, “Aku mau menyampaikan kepadamu suatu berita yang sangat penting. Amerika Inggris dan Jerman bermaksud membongkar rahasia Segitiga Bermuda. Mereka membuat satelit baru yang khusus memantau wilayah ini, disamping satelit-satelit yang telah mereka luncurkan sebelumnya. Ternyata mereka tidak menemukan apa-apa. Cobalah katakan pada mereka hendaknya mereka jangan terlalu memperturutkan ambisi mereka. Sebab negeri yang ada disitu tidak akan pernah dapat terlihat, dan sudah sangat tua sekali usianya.

Tidaklah mungkin bagi kalian untuk membongkar rahasianya. Tetapi mereka tidak akan membahayakan kalian, sepanjang kalian tunduk kepada Allah SWT.”

Segitiga Formosa dan Kepemimpinan Iblis

Saya bertanya pula kepadanya, “Bagaimana pendapatmu tentang daerah lain yang disebut ‘Pusaran Setan’ di Formosa, yaitu suatu kawasan berbentuk segitiga mirip Segitiga Bermuda. Orang-orang menyebutnya dengan Segitiga Pusaran Setan Formosa’? Dikawasan ini terjadi pula peristiwa persis yang terjadi di Bermuda, bahkan sementara orang menganggapnya jauh lebih berbahaya.”

J: “Apakah itu daerah yang merupakan pusaran air yang tersembunyi?” tanyanya.
P: “Ya, bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa kawasan tersebut merupakan pertemuan antara arus air hangat dengan air dingin.”

J: “Akan saya sampaikan kepadamu suatu rahasia yang baru pertama kali ini diketahui manusia,” katanya.
P: “Silahkan,” jawab saya.

J: “Semua tempat yang merupakan pertemuan dua laut, yakni pertemuan antara aliran air hangat dan air dingin, adalah kawasan yang dipilih Iblis dan pembantu-pembantunya sebagai pusat persemayaman kerajaan dan negaranya.”

Saya tidak tahu, mengapa saat itu terlintas dalam pikiran saya sebuah hadits Rasulullah saw sehingga saya mengatakan kepadanya.

P: “Apakah ada kaitannya dengan pengertian yang dimaksudkan oleh Nabi Muhammad saw ketika beliau melarang seseorang untuk duduk diantara tempat yang panas dan yang teduh. Beliau mengatakan ‘itu adalah tempat duduk makhluk lain’, ataukah itu sekedar interprestasi tambahan atas petunjuk nabi ini?”

Dengan senyum penuh arti, Jin muslim sahabat saya itu mengatakan: “Ya, termasuk hal yang seperti itu, atau paling tidak-mendekati itu. Karena setan sendiri memang sangat suka pada posisi-posisi yang terletak antara dua hal yang bertentangan. Tempat duduk yang paling mendapat prioritas setan adalah tengah-tengah antara tempat teduh dan tempat yang terkena sinar matahari, atau yang setengah berada di tempat yang panas dan setengah lainnya berada ditempat yang dingin.”

P: “Mengapa harus memilih hal-hal yang bertentangan seperti itu?”
J: “Kalian, umat manusia, tidak akan bisa memahaminya. Jadi, cukuplah bila saya katakan bahwa tempat yang demikian itu memberikan kekuatan pada setan.”

P: “Apakah semua jin juga duduk di tempat yang seperti itu?”
J: “Tidak, hanya golongan setan yang melakukannya. Keturunan Iblis memang berbeda dari Jin, bahkan dalam hal duduk sekalipun.”

P: “Apakah istana Iblis berjumlah dua belas?”
J: “Entahlah, yang jelas wilayah kekuasaannya sangat luas. Semoga Allah melindungi kita darinya dan dari pasukannya serta dari gangguannya.”

Tentang Pesulap David Copperfield

P: “Dalam konteks ini saudaraku, suatu kali aku pernah melihat seorang tukang sihir berkebangsaan Amerika bernama David Coperfield disuatu acara televisi, dan dia bisa melakukan beberapa keajaiban yang secara teknis tidak akan mungkin dapat dimanipulasi dengan cara apapun, seperti menghilangkan patung Liberty NY, membelah diri di ruangan terbuka (bukan di panggung) hingga membuat anak-anak yang menyaksikan menjerit, dapat muncul di negara bagian lain lain hanya dalam hitungan detik, terbang melayang diudara di ruang terbuka, sampai beberapa aksinya yang diadakan di Segitiga Bermuda itu sendiri dan masih banyak lagi hal yang mustahil.”

Saya katakan sambil memutar video rekaman beberapa aksi magicnya. Seakan-akan mengerti apa yang saya maksudkan, jin muslin sahabat saya itu kemudian menunjuk ke pesawat televisi di rumah saya, lalu berkata, “Apakah pemuda ini yang engkau maksud, dan bahwa dia bisa bebas dari berbagai trik dan dapat melayang di udara?”

P: “Ya dialah orangnya,” Jawab saya.

J: “Orang ini sangat dikenal di kalangan para jin. Dia mempunyai perjanjian dengan salah seorang Ifrit. Ifrit mempunyai pasukan yang ribuan jumlahnya, disamping lima yang kuat-kuat seperti yang telah kusebutkan terdahulu.” (Tidak tercantum di blog ini).

P: “Sepertinya, sekarang menjadi 6, disamping ratusan ribu pasukannya itu.” sambung saya.

J: “Ya, mereka itulah yang mengangkat Copperfield agar dia bisa melayang sedikit ke udara, dibutuhkan ribuan jin untuk mengangkatnya. Sedangkan gadis yang kamu saksikan itu yang dipotong dalam peti itu, adalah jin perempuan yang menampakkan dirinya dalam wujud seorang gadis manusia. Dia menghilang, kemudian memperlihatkan dirinya kembali tanpa luka sedikitpun.”

Sambil menyodorkan dokumen pribadi saya, yakni selembar surat bertuliskan huruf-huruf aneh, perjanjian lain antara jin dan manusia, saya bertanya kepadanya, “Apakah pasti Copperfield menandatangani perjanjian seperti ini?” Dengan kaget dia menjawab, “Darimana kau dapatkan ini?”

P: “Seorang muslim telah mengcopynya dari orang western. Dia mengatakan bahwa ini adalah perjanjian antara Iblis sendiri dengan seorang pesulap tukang sihir.”

Dengan suara keras Jin sahabat saya itu mengatakan, “Bukan! Ini bohong belaka. Ini bukan tanda dan persetujuan Iblis. Sangat sulit untuk meminta iblis melakukan persetujuan seperti itu dengan manusia. Paling-paling dia menyuruh salah satu pengikutnya untuk menampakkan dirinya sebagai dirinya, lalu membuat kebohongan dengan mengatakan, ‘Aku ini Iblis'”.

P: “Lalu bagaimana yang sebenarnya?”

J: “Ini perjanjian otentik antara seorang penyihir dengan empat jin yang tanda tangan mereka tertera jelas disini, yang kemudian diperkuat oleh stempel Ifrit.”

P: “Bagaimana pendapatmu tentang hal ini”?

J: “Aku sering melihat stempel seperti ini. Kakekku juga punya yang semacam ini.”

P: “Bahasa apa yang dipergunakan dalam perjanjian ini?”

J: “Entahlah, mungkin bahasa local Yunani Kuno.” Seakan-akan teringat sesuatu, kemudian dia mengatakan kepada saya, “Akan tetapi, percayalah padaku, bahwa penyihir seperti ini sama sekali tidak akan mati secara baik-baik. Kalau Allah memanjangkan umur kita, insya Allah kita dapat menyaksikan akhir dari semua misteri ini”.

(Tambahan penterjemah: “Setiap orang yang melakukan kerjasama dengan syetan, baik itu untuk mencari kekayaan ataupun keajaiban duniawi, maka dia akan meninggalkan dunia ini dalam keadaan Su’ul Khotimah, kecuali dia bertaubat. Karena bagaimanapun syetan adalah makhluk Tuhan yang memiliki kebutuhan dan tentunya meminta imbalan negatif dari setiap permintaan manusia yang dikabulkannya).

Runtuhnya anggapan tentang menghadirkan arwah gentayangan

P: “Apakah Qarin (Jin pendamping manusia) dapat memperlihatkan diri dalam bentuk manusia, baik sosok maupun penampilannya?”

J: “Sebenarnya tidak. Sebab, dia adalah jin. Akan tetapi dengan mudah, dan karena sangat lama berdampingan dengan orang itu, maka jin pendamping seperti itu dapat dihadirkan oleh seseorang, untuk menampakkan diri dalam bentuk dirimu, menirukan suaramu, lalu mengaku-ngaku sebagai rohmu yang datang dari alam barzakh untuk memenuhi panggilan orang yang memanggilnya itu, dan menjawab pertanyaan-pertanyaanmu. Bahkan dia juga bisa meniru bentuk tulisanmu.”

P: “Bagus, saya memang yakin bahwa menghadirkan arwah orang yang sudah mati itu bohong semata. Kelompok-kelompok spiritual yang menggeluti persoalan ini, muncul dari pemikiran-pemikiran tentang kebangkitan roh yang sudah ada sejak dulu. Untuk itu cukuplah bila disini saya bacakan firman Allah yang berbunyi, “Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu adalah urusan Tuhanku,” dan hingga apabila datang kematian kepada salah seorang diantara mereka, dia berkata, “kembalikanlah aku kedunia, agar aku dapat beramal, dst.” (QS. Al-Mukminun: 99-100)

Dengan bereferensi dari beberapa kejadian mengundang arwah oleh beberapa kaum propagandis spiritualisme modern, seperti suatu saat menghadirkan arwah orang yang telah meninggal bernama Paul Hopkins, dengan melalui jasad seorang wanita, meminta beberapa permintaan seperti cerutu dan whiskey (penterjemah: Persis seperti kejadian kesurupan di Indonesia yang kebanyakan meminta cerutu, karena konon aroma cerutu sangat disukai kalangan Jin).

Jin muslim sahabat saya itu memberitahukan kepada saya bahwa jin non-muslim dan setan sangat menyukai Khamr (minuman keras), semua jenis khamr tanpa terkecuali.

Kejahatan jin-jin perusak ini sudah sampai sedemikian rupa. Sehingga salah satu diantara mereka ada yang mengaku bernama Silver Peres dan mengaku telah melihat alam akhirat, menyampaikan dengan sombongnya, “Tidak penting apakah dia beragama atau tidak, yang penting adalah apa yang dilakukannya semasa hidup. Datanglah padaku seorang yang tidak memeluk agama apapun, yang tidak pernah menyembah Tuhan, ‘minum’ secukupnya, tetapi jujur, dan selalu membantu fakir miskin, dan memberi makan hewan, dan orang yang selalu berkasih sayang. Dia jelas lebih baik daripada orang-orang yang mengaku memeluk agama tertentu.” Ini tentu saja salah, karena orang yang bukan beragama Islam apalagi tidak punya agama, mereka akan tetap masuk neraka walaupun mereka selalu berbuat baik di dunia.

Sahabat Jin muslim saya berkata, “Akan kusampaikan kepadamu sesuatu yang sangat penting, semua pembicaraan yang disitu seorang jin mengatakan sebagai roh yang datang dari alam lain adalah bohong sebohongnya. Sebab kebohongan memang mengalir dalam tubuh setan dan jin jahat sebagamana oksigen mengalir dalam tubuh manusia. Kalau aku bukan jin muslim, niscaya aku tidak akan membeberkan hal ini kepadamu. Bahkan setan-setan mempunyai kemampuan luar biasa untuk menanamkan keyakinan tentang kepalsuan agama umat manusia dengan “kejujuran” mereka. Sehingga umat manusia menjadi salah persepsi bahwa tujuan hidup yang terpenting hanyalah untuk berkasih sayang saja, akhirnya kini banyak terjadi pergaulan bebas yang seolah-olah berdasarkan kasih sayang, dan beberapa pola faham lainnya yang terlihat baik, padahal justru menyesatkan.”

Ringkasan Penterjemah:
Blog ini tidak seluruhnya mengutip terjemah dari Buku Hiwar Syahafiy Ma’a Jinni Muslim, tetapi dari percakapan selanjutnya dapat disimpulkan bahwa apapun yang selama ini menjadi mitos masyarakat yakni setan yang berbentuk kuntil anak, pocong, gundrowo atau bahkan roh orang yang sudah mati adalah tidak lain hanyalah Tipu Daya kaum setan atau golongan jin yang jahat.

Mereka selalu mencoba menanamkan bahwa ke lubuk manusia bahwa sebenarnya alam kubur itu tidak ada. Yang ada, setelah kematian ruh dapat kembali berkeliaran di muka bumi ini, melihat sanak saudara dan menikmati alam dunia ini untuk kedua kalinya. Oleh sebab itu tidak jarang kita melihat orang yang kesurupan yang mengaku - ngaku roh Si A dan menempati rumah anu. Yang pada faktanya adalah jin yang menempati rumah atau tempat-tempat tertentu dan biasanya merasa terusik dengan kehadiran manusia itu diwilayahnya.

Dan mereka menggunakan cara ini agar manusia tersebut meninggalkan tempat tersebut dan pergi dengan bertekuk lutut dengan perilaku jin yang seperti itu. Padahal sepatutnya manusia tidak boleh patuh terhadap perintah-perintah dari kaum jin, dengan perintah mempersembahkan makanan-makanan atau apapun yang berbentuk persembahan (sesajen), apalagi syarat yang bertentangan dengan agama seperti meminta minuman keras dan lainnya yang tentunya akan terus menjerumuskan manusia ke dunia kemusyrikan.

Apapun kejadiannya, roh manusia yang sudah meninggal telah menghadap Ilahi dan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya didunia. Sebagian kaum jin terkadang suka menjelma ke bentuk-bentuk hewan seperti yang paling disukai adalah harimau, kucing bahkan ular. Tetapi tidak selalu penampakkan itu dapat dilihat kebanyakan manusia.

Dalam kondisi-kondisi tertentu saja (dan jarang sekali) kaum jin dapat menjelma di alam manusia dalam bentuk hewan-hewan tersebut. Dan jika ada seorang paranormal yang merasa telah melihat jin dalam bentuk - bentuk menyeramkan atau dalam bentuk hewan, justru hakikinya paranormal tersebut adalah berada dibawah kendali sihir setan tersebut untuk dapat dilihat sesuai kehendaknya.

Oleh sebab itu kebanyakan agama sangat menentang membenarkan ucapan-ucapan paranormal, karena mayoritas dari mereka adalah justru dibawah kendali syetan yang seolah-olah memiliki kekuatan gaib dan luar biasa. Maka dengan jebakan “keajaiban” itulah banyak manusia kini yang sudah terjebak dalam perangkap Syetan dan menuruti apa perintah syetan melalui paranormal.

Dari hasil dialog tersebut, terdapat juga hal yang perlu diketahui khalayak manusia, yakni mengenai penyimpanan benda maupun gambar yang berbentuk makhluk hidup. Ada sebuah hadits ketika yang diriwayatkan Abu Dawud, An-Nasa’I, At-Tarmidzi, dan Ibnu Hibban ketika Nabi bersabda menceritakan tentang ketika malaikat Jibril enggan memasuki suatu rumah seseorang umat yang sedang dikunjunginya dan didepannya terdapat patung yang menyerupai bentuk sosok manusia. Hingga akhirnya Jibril memerintahkan untuk memotongnya hingga menjadi sebongkah kayu.

Dan masih banyak lagi dalil yang berkenaan dengan hal ini. Dari dalil tersebut berhubungan dengan komentar Jin tersebut yang menyatakan bahwa kaum setan sangat menyukai patung atau gambar yang menyerupai bentuk makhluk hidup baik manusia maupun binatang.

Berawal tatkala Jin tersebut seperti mengusir sesuatu dari sebuah tempat pensil berkepala binatang yang terdapat dirumah penulis, hingga Jin tersebut memerintahkan penulis untuk memotong bagian atasnya. Setan sangat menyukai patung-patung berupa makhluk hidup, bagaikan sebuah magnet yang dapat menarik besi. Sesuatu yang memang tidak pernah terbesit dan terjangkau oleh akal manusia. Oleh sebab itu jin tersebut menyarankan agar setiap gambar atau patung sebaiknya disimpan dan tidak perlu dipajang.

Dari point diatas kita mungkin dapat mengambil suatu korelasi mengapa sampai saat ini Nabi menyarankan agar kita tidak perlu menyimpan patung atau gambar (photo/lukisan) makhluk hidup, apa atau siapapun itu, di rumah. Apalagi di tempat-tempat ibadah. Dan hal ini konon juga pernah termaktub di Kitab Kuno Taurat (Kitab Nabi Musa ratusan tahun sebelum Masehi) hingga saat inipun anda tidak akan melihat patung/lukisan makhluk hidup di tempat ibadah kaum Yahudi (ortodok).

Kitapun tidak jarang menyaksikan ritual penghadiran “arwah orang mati” (arwah palsu) atau “roh lainnya” yang biasanya dilakukan paranormal, menggunakan media asap aroma tertentu dan patung makhluk/boneka sebagai daya tarik untuk menghadirkan roh tersebut. Karena memang kedua media tersebut sangat disukai oleh setan. Asap yang beraroma tertentu merupakan daya tarik bagi setan sebagaimana makanan lezat bagi manusia sebagai “upah” atas kesediaan kehadiran mereka.

Ironisnya setelah mereka hadir, mereka mengaku-ngaku roh si Anu, penguasa anu, dll yang menyesatkan, sebagaimana setelah diterangkan diatas. Dan jika sempat menyusupi jasad manusia, maka jalan terbaik untuk mengusirnya hanyalah melalui Ruqyah, metode pengusiran makhluk halus (jin dan setan) tanpa memenuhi persyaratan setan, sama sekali.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semua, dan kita bisa mengambil hikmah dari tulisan ini.

Sumber

Artikel Terkait Alien ,Aneh ,Fakta ,Misteri ,Mistis ,Rahasia ,Religi

Blogger Template by BlogTusts Sticky Widget by Kang Is Published by GBT.

No comments:

Post a Comment

 
- See more at: http://langkah2membuatblog.blogspot.co.id/2012/12/cara-membuat-link-otomatis-di-blogger.html#sthash.WmsNvezS.dpuf