Fenomena Air Laut Surut Sejauh Lebih 1KM di Pantai Serang Banten

Terungkaplagi 9.2.14
Fenomena Air Laut Surut Sejauh Lebih 1KM di Pantai Serang Banten

Surutnya air laut di sepanjang kawasan Pantai Utara Banten tepatnya di daerah Karangantu menjadi sebuah tanda tanya besar warga sekitar. Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Serang belum dapat memastikan penyebab terjadinya fenomena ini.

Diawali Air Laut Surut Sejauh 20 Meter

Pada siang sampai sore di hari Senin 3/2/2014, air laut di pesisir Karangantu surut sepanjang 20 meter dari bibir pantai. Akibatnya, ikan-ikan berada di tengah dan para pemancing serta warga yang mencari ikan di sekitaran pinggir pantai kecewa karena tidak dapat ikan.

Seorang nelayan di Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, mengaku belum pernah melihat air surut sejauh itu. Biasanya, jikapun surut, tidak akan mencapai sejauh 20 meter. Dan kondisi seperti itu biasanya tidak akan bertahan lama.

Saat sore hari biasanya air laut sudah mulai pasang kembali. “Saya nggak pernah liat sesurut itu,” ujar seorang nelayan, Senin (3/2/2014). Aneh, saat kondisi cuaca seperti sekarang yang sering hujan, air laut malah surut.

Warga bahkan khawatir bila gejala alam ini merupakan peringatan akan adanya bencana besar, semisal tsunami, yang biasanya diawali oleh surutnya air laut.



Sejak pukul 11.30, air masih sampai di bibir pantai dan membasahi tanaman bakau. Sekitar pukul 14.00 barulah air sedikit demi sedikit surut sampai sekitar 20 meter.

Kepala Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang Tri Cahyo mengatakan bahwa tidak ada indikasi gempa di wilayah Kasemen atau di Banten secara keseluruhan.

Karena itu ia mengimbau agar masyarakat tidak panik dengan dugaan akan adanya tsunami. Sebab, tsunami biasanya didahului dengan gempa berkekuatan 6 skala richter, yang masuk ke dalam golongan gempa dangkal.

“Sehari ini kita tidak mendeteksi adanya gempa. Kalau adanya air surut mungkin karena adanya gaya tarik bulan. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Air Laut Surut Sejauh Hingga 1,5 Km

Fenomena surutnya air laut di sepanjang pantai utara Banten, sudah terjadi sejak awal Januari 2014 lalu hingga Jum’at 7/2/2014 air lautnya surut hingga sejauh 1,5 km dari bibir pantai.

“Ini faktor alam, gejala-gejala alam, penyebab pastinya saya belum tahu. Tapi ini tidak ada indikasi adanya gempa, tidak ada indikasi adanya tsunami,” tutur Kepala Informasi BMKG Serang Tri Tjahjo (7/2/2014).



Hasil anlisa sementara yang telah dilakukan BMKG, penyebab surutnya air laut itu dikarenakan adanya gaya tarik atau gravitasi bulan terhadap bumi. Namun panjang dan luas air laut yang surut masih dilakukan pemantauan oleh BMKG setempat.

Pasang surut laut adalah hasil dari gaya gravitasi dan efek sentrifugal. Afek sentrifugal merupakan dorongan ke arah luar pusat rotasi bumi. Adanya gaya gravitasi Bulan yang besarnya dua kali daripada gaya gravitasi Matahari, mengakibatkan terjadinya gelombang pasang surut laut. Gaya gravitasi Bulan lebih besar daripada matahari dikarenakan letak bulan lebih dekat dengan Bumi.

Tapi, bukankah karena akibat adanya gravitasi Bulan justru air laut menjadi pasang? Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Serang, Banten, belum dapat memastikan penyebab terjadinya fenomena unik ini. (bantenraya.com) / photo screenshot metronews@youtube)


Artikel Terkait Fenomena

Blogger Template by BlogTusts Sticky Widget by Kang Is Published by GBT.

No comments:

Post a Comment

 
- See more at: http://langkah2membuatblog.blogspot.co.id/2012/12/cara-membuat-link-otomatis-di-blogger.html#sthash.WmsNvezS.dpuf