Misteri Truk Terguling Tewaskan 6 Siswa: Plat Mobil Terbaca 'Gaib'

Terungkaplagi 9.2.14
Truk Terguling

"B 9418, nomor polisi truk yang terguling, wallahualam bishawab...,". Begitu status dari BlackBerry Messanger dari Ulla Ifham.

Lewat tulisan itu, reporter Radio Krakatau tersebut mencoba menunjukkan, plat nomor truk nahas yang terguling di turunan Bangangah dan menewaskan enam pelajar tersebut, bisa terbaca sebagai tulisan yang menunjukkan kata 'gaib'.

Ulla jadi satu di antara jurnalis yang meliput peristiwa kecelakaan maut tersebut. Entah kebetulan atau tidak, tulisan yang terbentuk dari plat nomor B 9418 IL dari truk yang mengangkut sebanyak 59 siswa SMK Negeri 1 Pandeglang itu memang identik pada cerita warga sekitar soal kentalnya aroma mistis di lokasi kecelakaan.

Niena Liany (22) warga Jiput, Pandeglang menuturkan, tanjakan dan turunan di Desa Bangangah, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Banten punya ragam cerita yang membuat bulu kuduk merinding.

Ia menuturkan, di sekitar lokasi kecelakaan memang terdapat pekuburan bagi warga sekitar. Secara halus, ia menyebut tempat tersebut berpenunggu.

"Tanjakan Bangangah, orang sini menyebutnya. Angker, serem kalau harus lewat situ. Banyak yang diisengin," ujarnya, Sabtu (8/2/2014).

Ia menuturkan pernah mengalami sendiri 'keisengan' penunggu turunan dan tanjakan tersebut. Saat berkendara sepeda motor melewati lokasi tersebut, Niena dikejutkan oleh sejumlah kejadian aneh.

"Motor lampu tiba-tiba mati, saat itu memang jelang maghrib. Jadi terpaksa jalan pelan-pelan karena jalanan gak kelihatan. Lain waktu, mesin motor yang mati. Anehnya selepas lokasi, motor kembali normal. Aku baca-baca aja kalau lewat situ," tutur gadis yang bekerja sebagai pengajar di sebuah sekolah menengah pertama tersebut.

Cerita beraroma mistis lain adalah, 'penunggu' yang menumpang motor pengendara. Meski begitu, kata Niena, sang pengendara tak tahu jika ada mahluk yang menumpang motornya.

"Itu dialami seorang pegawai bank. Ia lewat lokasi situ, bersama temannya berkonvoi. Teman-temannya melihat ia membonceng seseorang, jelas banget kelihatan ia bonceng. Tapi sesampainya ke tujuan, teman-temannya bertanya, 'membonceng siapa?', dia malah bilang 'sendirian kok dari tadi naik motor'," katanya.

Menurut warga sekitar, lokasi kejadian memang rawan kecelakaan. Tak jarang banyak motor terguling di sana. Hanya saja, kecelakaan yang memakan banyak korban baru kali ini terjadi.

Lepas dari cerita beraroma mistis yang ada, pantauan Tribunnews.com, lokasi kecelakaan memang berisiko tinggi terjadi kecelakaan. Turunan Bangangah punya tingkat sudut kemiringan hingga 45 derajat. Di beberapa titik, sudut kemiringan bahkan mencapai 50 derajat. Sejumlah pengendara motor bahkan terlihat harus berzig-zag agar tenaga motor mampu menanjak.

Selain itu, turunan dan tanjakan ini punya jarak yang panjang, sekitar 400 meter hingga 500 meter jauhnya. Risiko kecelakaan kian tinggi saat malam. Minimnya rambu serta penerangan jalan membuat pengendara harus ekstra hati-hati melalui jalur tersebut.

Adapun jalur tersebut adalah jalur alternatif dari Pandeglang menuju Labuan atau Anyer. Para pengguna jalan dari Kota Pandeglang umumnya lebih memilih jalur Menes ketimbang jalur Mandalawangi lantaran kontur jalan yang lebih landai. Maklum, jalur Mandalawangi memang seolah 'membelah' gunung, hingga punya kontur jalan yang ekstim.

Hanya saja, kondisi jalur Mengger-Menes ke Jiput kini cukup rusak lantaran kerap dilewati kendaraan berat. Sebaliknya, jalur Mandalawangi dari Mengger-Jiput-Labuan berkondisi lebih baik meski punya banyak tikungan dan turunan dan tanjakan tajam.

Soal kecelakaan Jumat (7/2/2014) kemarin, pihak kepolisian menyatakan, faktor kendaraan menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan.Kapolres Pandeglang AKBP Anwar Suharjo, menyebut untuk sementara pihaknya menyimpulkan rem blong jadi faktor tergulingnya truk.

Selain itu, para siswa yang menggunakan bak pikap saat truk berjalan juga menjadi faktor banyaknya korban jiwa. Diduga, mereka terlempar dan terjepit saat truk terguling. Informasi yang dihimpun, sebagian besar korban meninggal dunia karena benturan di titik mematikan seperti kepala dan dada.

Truk terguling saat melintas jalan menurun tajam di di Desa Bangangah, Mandalawangi, Pandeglang sekitar pukul 16.30 WIB. Dari 59 penumpang, terdiri 39 siswa panitia pelantikan pelantikan pramuka. Sisanya sebanyak 20 orang adalah siswa yang akan dilantik.

Untuk pelantikan di kawasan carita, SMKN 1 Pandeglang menyewa dua truk. Truk pertama adalah truk nahas tersebut yang terlebih dulu berangkat. Sedangkan satu truk lagi belum berangkat ketika kecelakaan terjadi.

Untuk korban luka-luka, sebanyak 23 orang. Mereka hampir seluruhnya adalah siswa SMK I Pandeglang yang menumpan truk tersebut untuk membawanya ke acara Pramuka di daera Carita.

"Saat turunan curam di Bangangah, truk tidak dapat dikendalikan lalu terguling," ujar AKBP Anwar.

Artikel Terkait Berita ,Misteri

Blogger Template by BlogTusts Sticky Widget by Kang Is Published by GBT.

No comments:

Post a Comment

 
- See more at: http://langkah2membuatblog.blogspot.co.id/2012/12/cara-membuat-link-otomatis-di-blogger.html#sthash.WmsNvezS.dpuf