Dua Sahabat dari Alam Gaib

Terungkaplagi 15.4.14
Karena keranjingan mengunjungi tempat-tempat keramat, saya mengalami pengalaman mistis. Termasuk punya sahabat dari alam gaib.


Kebiasaan menyendiri, membuat saya selalu pergi kemana mana juga sendiri. Saya menjadi betah dengan kesendirian karena dengan begitu, saya bebas kemana mana dan melakukan apa saja. Terlebih tidak ada yang menyaksikan. Itu saya lakukan dari anak anak hingga sekarang ini, usia kepala tiga. Saya akui memang, dalam pergaulan saya sering dikucilkan, tidak dianggap, atau bahkan, di panggil apabila diperlukan, hal itulah yang kemudian membuat saya lebih betah dalam kesendirian.
Sedari kecil saya sangat hobby mendengar serial sandiwara radio. Bahkan orang tua saya mengatakan, kalau sudah mendengar sandiwara, saya seperti paku. Diam mematung. Sehingga, sedikit banyak, alur cerita dan apa apa yang diceritakan, telah mempengaruhi alam pikir bawah sadar saya. Apalagi yang menjadi bahan ceritaan didominasi cerita cerita supranatural. Akhirnya saya terobsesi.

Semuanya diawali kegemaran saya mengunjungi kediaman orang pintar. Dengan berbekal gula 1 kg, teh dan panganan kecil, saya sudah bisa berkonsultasi sepuas puasnya dengan mereka. Entah sudah berapa puluh orang yang saya datangi. Selain itu, saya juga hobby mengunjungi yang katanya tempat keramat. Di tempat tempat itu juga, atas usul para orang pintar yang saya kunjungi, saya disuruh untuk semedi alias bertapa.

“Walaupun sebentar itu sudah cukup,” ujar mereka pada saya.

Ada kenikmatan tersendiri ketika melakukan itu. Setelah mukim di Medan, tempat tempat seperti pemandian Putri Hijau di Pamah Deli Tua, Makam Datuk Darah Putih di Jalan Palang Merah, Syeh Said Bahrain di Jalan Putri Hijau dan tempat tempat lainnya yang dianggap keramat.

Setelah mengunjungi tempat tempat tersebut, saya merasakan ada energi yang terus mengikuti saya. Bahkan kemana pun pergi. Hingga akhirnya, walau pun kemana mana sendiri, tapi dalam hati, saya merasakan ada yang menemani.

“Itukan hanya halusinasimu saja, mana ada itu,” kata salah seorang sahabat padaku. Mendengarnya, saya hanya bisa diam saja. Tak bisa memberi komentar banyak, nanti jadi makin panjang ceritanya.

“Jika kamu meyakini tentang suatu hal maka selamilah sedalam dalamnya,” ujar salah seorang teman yang memiliki pendidikan tinggi. Hal ini jualah membuat saya makin semangat untuk terus menjelajahi dunia irrasional ini.

Dalam pengembaraan menjelajah tempat tempat keramat ini, saya berkenalan dengan orang pintar yang ada di Galang, Deli Serdang, Sumatera Utara. Dalam kesehariannya pria itu juga membuka praktek pengobatan bagi orang orang yang datang padanya. Bahkan, biayanya seikhlas hati.

Olehnya saya pun diberi wejangan seputar supranatural. “Saya lihat kamu memiliki leluhur yang memiliki ilmu gaib yang tinggi. Saya bisa hubungkan lagi kamu dengan gaib leluhur leluhurmu dahulu. Sediakanlah perangkatnya, sebuah gentong kaca dan lumpang (alat penumbuk padi). Dan datanglah pada malam Jumat,” ujar pria itu. Dengan keyakinan penuh, saya pun menyanggupi permintaannya itu.

Setelah lebih kurang dua minggu, saya pun kembali datang ke tempat itu. Olehnya saya pun dibekali gentong dan lumpang.

“Yang gentong ini bernama Syeh Datuk Mustafa dan ini Ki Lumpang,” ujarnya. “Disaat saat kamu membutuhkannya berilah dia Fadiah Alfatiha 1 x, dan tiap hari Kamis kamu beri bunga datuk dan telon. Alangkah baiknya kamu beri lampu dan minyak wangi Malaikat Subuh,” paparnya panjang lebar.

Walaupun sudah setengah abad meninggalkan dunia, keilmuan Syeh Datuk Mustafa masih abadi hingga saat ini.

Tempat datuk gaib ini saya buat di sudut kamar kerja. Di depannya ada aneka bunga, minyak, air kemudian saya beri payung,

Siapa Syek Datuk Mustafa ?
Syeh Datuk Musfata adalah seorang dukun sakti di zamannya. Ia hidup sekitar tahun 50-an. Bermukim di Air Joman, Asahan, Sumatera Utara. Pada zamannya ia sering dimintai tolong orang orang dalam hal masalah rumah tangga, pelet, pelarisan, jodoh terhalang, karir terhambat.

“Pada masa hidupnya, Datuk Mustafa merupakan seorang dukun. Isterinya cantik jelita, walaupun ia mengidap penyakit kaki gajah. Orangnya ramah dan pembawaannya yang tenang selalu membuat orang suka padanya,” terang Hasan Manurung, seorang mantan Pengawas Sekolah dari Air Joman. Hasan Manurung, yang kini sudah almarhum. Hasan Manurung mengatakan hal tersebut, ketika ia dirawat di Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan hingga menghembuskan nafas terakhirnya. Ada pun hubungan pertalian saudara dengan Hasan Manurung, dia adalah Uwak Saya.

“Pokoknya, kalau sudah urusan asmara , bereslah,” Ujar Hasan Manurung waktu itu. Kala itu, saya mendengarnya hanya senyum senyum saja. Karena dalam kenyataannya, Uwak saya yang satu ini memang terkenal Playboy.

Dilihat dari penampilannya, Hasan Manurung, memang parlente, di samping itu, ia memiliki kharisma yang membuat wanita jadi mudah ditaklukkannya. Tapi kini semuanya sudah berlalu. Ia sudah lain alam dengan kehidupan saya. Ya, sama dengan Syeh Datuk Mustafa.

Mendengar itu, saya semakin paham dan yakin. Kalau gaib yang satu ini bukan gaib sembarangan. Yang diletakkan dalam gentong itu adalah, Qarin ilmunya Syeh Datuk Mustafa. Dan akhirnya, Kekuatan gaib tersebut kugunakan untuk membantu orang orang yang meminta tolong. Ibaratnya sebagai mitra kerja saja. Tidak ada perjanjian khusus.

Lewat bantuan gaib inilah, saya kemudian mengeluarkan Cincin Pintu Rezeki. Media ini sangat populer di kalangan pedagang sebagai pelaris tingkat tinggi. Lewat kekuatang gaib dari Syeh Datuk Musfata, Cincin Pintu Rezeki berkekuatan sangat ampuh untuk menarik rezeki.

Tak hanya itu, berbagai permasalahan sehari hari anak manusia, Insya Allah lewat karomah istana gaib ini bisa teratasi.

Siapa pula Ki Lumpang ?
Ki Lumpang juga sebangsa dengan Syeh Datuk Mustafa. Tapi secara kegaiban, Ki Lumpang memiliki pangkat lebih tinggi. Sekelas wali songo lah perannya.

Semasa hidupnya ia seorang pertapa di sebuah bukit di tanah Jawa. Suatu masa, datang banjir besar, hingga menenggalamkan bukit itu. Ketika airnya telah surut, bukit tadi berubah bentuk seperti lumpang. Sejak saat itulah gelar Ki Lumpang disandangnya, hingga masuk ke alam gaib. Peran Ki Lumpang dan Syeh Datuk Mustafa, sama sama sebagai mitra kerja saya.

Dua gaib ini selalu memberi petunjuk maupun peringatan melalui mimpi atau pun bisikan hati. Yang pada intinya untuk menuntun saya dalam membantu orang orang. Tentunya, semuanya terjadi berkat izin dari Tuhan Yang Maha Esa. (Abah Rahman)

Artikel Terkait Misteri ,Mistis

Blogger Template by BlogTusts Sticky Widget by Kang Is Published by GBT.

No comments:

Post a Comment

 
- See more at: http://langkah2membuatblog.blogspot.co.id/2012/12/cara-membuat-link-otomatis-di-blogger.html#sthash.WmsNvezS.dpuf