Misteri Penampakan Peri Desa

Terungkaplagi 10.4.14

Hai semua.. namaku Sugin. Saya mau sumbang kisah pribadi saya dalam hal mistik disini.

Kejadiannya sewaktu saya masih sma. Waktu itu saya pulang kampung ke Solo jawa tengah ke rumah nenek. Aku pergi dari Jakarta sendirian lalu di Semarang bergabunglah sepupuku namanya Bowo ikut ke Boyolali.

Sesampai dirumah nenek pagi hari pukul 10, beliau menyambutku dengan hangat dan heran juga kenapa liburan tidak bersama keluarga banyak.

Lalu saya dan sepupu jalan-jalan menyusuri desa ditemani keponakan nenek yang masih seumuran namanya Kirman.

Kami bertiga bersenda gurau disungai, di candi kecil, dsb. Walau tidak terlalu terpencil tapi desa nenek masih asli dan hijau. Masih banyak pohon bambu air yang tinggi dengan suara suara serangga di kejauhan sana. 

Ke pasar membeli es dawet yang segar dan murah, meniti kebun tebu yang luas. Seru dan menyenangkan. Setelah hari menjelang sore kami kembali ke rumah nenek dan tidak mandi lagi karena tadi sudah puas mandi di sungai yang airnya sangat jernih.

Malam harinya di rumah nenek, kami jenuh karena tidak ada tv atau hiburan lain. Kami memutuskan pergi kepasar mencari makan.

Setelah jajan makan Kirman membeli jamu diwarung katanya untuk menghangatkan badan. Dia beli sebotol seukuran kecap dan kami meneguknya bersama sama. Setiba dirumah kami minumlah jamu tersebut dan memang badan jadi hangat dan relaks. 

Selesai ngobrol-ngobrol kami memutuskan untuk tidur. Kami baru sadar ternyata kasur hanya ada satu, jadilah kami tidur bertiga berdesakan.

Saya tidur ditengah, Kirman di sebelah kiri saya dan Bowo di kanan. Disamping Bowo kami taruh bangku supaya dia tidak jatuh kebawah. Lalu kami tidur dengan lelap.

Kami tidur di ruang tengah. Rumah ini besar dan gelap. Hanya ada lampu bohlam 5 watt untuk menerangi ruang tengah tersebut. Tidak ada langit langit rumah, langsung genteng yang terlihat dan 4 pilar kayu ditengah. Lantai pun setengah tanah dan setengah semen.

Malam dingin sekali, maklumlah lokasi di lereng gunung. Tidak ada suara jangkrik atau angin sedikit pun. Cocok untuk istirahat dengan nyenyak.

Saya tidur lelapnya, lalu ditengah malam saya merasa ingin buang air dan membuka mata, lalu ketika membalikkan badan ke Bowo akan beranjak dari kasur saya melihat dengan jelas kasat mata segumpal asap putih tebal tepat dimuka saya sekitar 50cm. Asap tersebut transparan dan meliuk dengan cepat hingga akhirnya membentuk setengah sosok, ya hanya setengah saja sampai perut. Sosok tersebut mirip maskot grup band Metallica yang skull itu.

Yaitu badannya setengah, terlihat tulang rusuk hingga pinggul dan terkorak lengkap. Pada tengkorak masih ada daging menempel yang sudah kusam dan terlihat seperti oncom yang belum dimasak. Oranye dan kusam. Rambutnya beruban jarang-jarang.
Matanya tidak ada, hanya lubang saja dan giginya lengkap kekar dan rapi tapi tidak ada bibirnya. 

Walau tidak ada bibir dan mata namun saya yakin sosok itu menyeringai kepada saya. Sepertinya ia marah sekali kepada saya, untung tidak ada matanya kalau ada pasti saya sudah teriak setengah mati. Tangannya yang belulang ingin menggapai wajahku seperti ingin mencabik. 

Ia juga memakai baju khas jawa namun compang camping dan seperti melayang, tapi baju yang di kenakannya bukan baju orang biasa, tapi baju kaum bangsawan jaman dahulu. Saya sendiri yang baru melihat seperti itu takjub dan bingung karena melihat langsung ‘animasi’ yang biasanya ada di film-film hollywood dan belum sadar kalau sedang melihat hantu. Sosoknya yang transparan dan halus sekali pergerakannya.

Sesaat setelahnya, sosok itu bergeser dan berangsur duduk di bangku samping kasur tadi lalu hilang seperti asap terbawa angin.

Saya yakin juga dia masih duduk disitu, hanya saya tidak bisa melihatnya lagi. Barulah saya ketakutan setengah mati. Kirman dan Bowo masih tidur lelap
tidak tahu apa yang sedang terjadi. Saya ketakutan hingga pingsan ditengah himpitan mereka berdua.

Pada keesokan harinya saya menceritakan apa yang terjadi. Bowo bilang memang sebelum kejadian itu dia mendengar orang lalu lalang diruang namun dia kira itu nenek. Nenek saya ceritakan namun beliau bilang itu mimpi saja mungkin. Saya masih kurang puas dengan kesimpulan tersebut dan akhirnya bertanya ke paman tua yang rumahnya tak jauh. 

Menurutnya di desa ini jarang ada hantu, yang ada biasanya peri. Menurut paman mungkin di waktu bermain itu saya melakukan sesuatu yang kurang sopan atau hal yang tidak baik. Saya heran apakah kelakuan tidak baik itu. Lalu saya tanya Bowo dan Kirman hal yang tidak baik apa, akhirnya Kirman mengaku bahwa jamu yang dibeli dipasar itu adalah miras oplosan kadar rendah yang biasa diminum para remaja tanggung di desa.

Artikel Terkait Mistis

Blogger Template by BlogTusts Sticky Widget by Kang Is Published by GBT.

No comments:

Post a Comment

 
- See more at: http://langkah2membuatblog.blogspot.co.id/2012/12/cara-membuat-link-otomatis-di-blogger.html#sthash.WmsNvezS.dpuf