20.8.14

Pantai Sembukan, Wonogiri, Pintu Masuk Ke-13 Menuju Alam Penguasa Laut Selatan dan Portal Masuk Kasunanan Surakarta

Laut Lepas di Puncak Pantai Sembukan Wonogiri

Pemandangan laut lepas di puncak bukit yang berada di Pantai Sembukan Paranggupito Wonogiri memang menyejukkan mata, sudut pandang yang luas karena berada di ketinggian sekian meter, dari bawah pantai yang penuh dengan karang yang terjal, setiap sekian detik ombak menghantam karang menghasilkan buih buih air dengan suara menggelegar membuat hati merasa tersentuh atas keagungan yang diberikan oleh Sang Pencipta.


Karang raksasa di Pantai Sembukan

Satu-satunya pantai yang dimiliki oleh Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten/kota di wilayah Surakarta Jawa Tengah.
  1. Pantai Sembukan terletak di Kecamatan Paranggupito kurang lebih 40 Km arah selatan Kota Wonogiri atau 2 jam perjalanan.
  2. Pantai Sembukan terkenal sebagai pantai ritual yang ramai dikunjungi orang untuk bermeditasi dan ngalab berkah.
Pantai sembukan yang jaraknya dari Kantor Kecamatan Parnggupito kurang lebih berjarak 3,5 km, juga pada waktu-waktu tertentu diadakan acara larung yang juga dilanjutkan dengan acara wayangan.



Pantai Sembukan adalah mahakarya Tuhan di ujung Wonogiri, Jateng. Pantai ini menyimpan keindahan panorama dan mitos yang tersembunyi rapat di balik karang-karangnya yang besar.

Pantai Sembukan adalah salah satu destinasi yang cukup terkenal di kalangan para aktivis spiritual. Seperti misalnya, tokoh spiritual Kerajaan Surakarta dan Yogyakarta.



Pantai ini konon dianggap sebagai pintu ke-13 untuk Penguasa Laut selatan, Sang Ratu Laut Selatan untuk menghadiri pertemuan dengan raja-raja Kasunanan Surakarta. Sehingga pantai ini juga memiliki aturan yang hampir sama dengan Pantai Kidul atau Pantai Parangtritis.

Pantai yang terletak di Dusun Sembukan, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri ini, memiliki nuansa alam yang sangat indah. Pantai ini berada di ujung selatan Wonogiri, sekitar 40 km. Traveler yang ingin menuju ke pantai ini membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam dari Kota Wonogiri.


Jalan menuju Pantai Sembukan

Dengan membayar Rp 3.000 per orang, Anda sudah bisa menikmati keindahan Pantai Sembukan. Pantai Sembukan tidak hanya memiliki deburan ombak saja, tapi juga karang yang membentuk bukit-bukit cantik. Panorama ini membuat peraduan mata bisa melihat dari sudut mana pun.

Walaupun terletak di ujung dan terpencil dari kota, akses untuk menuju Pantai Sembukan sudah memadai. Selama perjalanan, terlihat keindahan yang dirangkai oleh kombinasi bukit bebatuan karst dan tumbuhan khas wilayah tersebut.

Di daerah Pantai Sembukan, terdapat sekitar 3 bukit tinggi yang bisa dijadikan tempat untuk memandang dan mengabadikan foto. Selain itu, akses untuk menuju ke tiga bukit ini sudah sangat bagus sekali. Sehingga sangat mudah untuk wisatawan mendatanginya. 

Di atas bukit ini juga dibangun masjid, paseban, dan sanggar.

Pantai Sembukan memang sudah ramai pengunjung, apalagi saat menjelang malam 1 Suro. Malam itu, semua pekerja Keraton Surakarta dan abdi-abdi keraton datang membawa sesajen. Sesajen itu dipersembahkan untuk Sang Penguasa Lautan Kidul.

Upacara yang dikenal dengan nama Larung Ageng ini, diadakan oleh Kasunanan Surakarta, Pemkab Wonogiri dan masyarakat sekitar Paranggupito. Acara tersebut digelar untuk menghormati penjaga pantai ini. Jika sudah mengarah ke hal-hal yang berbau mitos maka Anda harus paham dengan aturan-aturan yang berlaku, seperti dilarang mengambil apapun.




Labuhan Ageng OW. Pantai Sembukan Kecamatan Paranggupito
dilaksanakan di Setiap hari Kamis Wage malam Jumat Kliwon pada bulan Suro

Diskripsi event :
  1. Labuhan Ageng merupakan kegiatan ritual keraton Kasunanan Surakarta yang telah dilakukan sejak zaman Mataram dan hingga kini diikuti dan dilestarikan oleh masyarakat setempat.
  2. Labuhan tersebut dilakukan berdasarkan kepercayan masyarakat dan pihak keraton Kasunanan Surakarta bahwa Pantai Sembukan yang terletak di Kecamatan Paranggupito Wonogiri merupakan pintu gerbang ke 13 keraton laut Selatan (Kanjeng Ratu Kidul). Pintu gerbang tersebut digunakan oleh Kanjeng Ratu Kidul ketika akan mengadakan kunjungan dan pertemuan dengan Raja-raja di Jawa dari trah Mataram yang berkuasa di keraton Kasunanan Surakarta
  3. Dengan adanya kegiatan labuhan tersebut dimaksudkan mengharap agar tercipta keselarasan kehidupan baik secara vertikal maupun horisontal.
  4. Kegiatan Labuhan Ageng juga dirangkai dengan berbagai sajian pagelaran kesenian untuk memeriahkan acara tersebut.
Namun tidak hanya misteri dan mitos yang menjadi daya tarik pantai ini. Panorama dan hamparan karang di pantai ini adalah daya tarik yang begitu memesona bagi wisatawan.

Karang-karang besar yang berdiri gagah di bibir pantai, menimbulkan nuansa tersendiri bagi penggila rock climbing. Ya, walaupun belum ada jalur resmi untuk kegiatan ini.

Jangan harap Anda bisa berenang di pantai ini. Karena bibir pantai ini didominasi oleh karang-karang kecil yang sangat tajam. Selain itu, deburan ombaknya juga sangat besar. Sehingga pantai ini tidak boleh digunakan untuk berenang.


Jangan sedih! Anda akan puas menikmati indahnya lanskap alam Pantai Sembukan.


Hamparan Beteng Batu Karst


Pantai dengan batuan karang yang berserakan
(Menggambarkan Jutaan Prajurit berjaga)




Puas melihat keindahan pantai, saatnya Anda mengisi perut. Untuk urusan kuliner, traveler bisa menikmati kelapa muda dengan hanya membayar Rp 5.000 dengan ditemani gorengan. Sungguh nikmat rasanya berpadu dengan deburan ombak yang menabrak karang-karang besar.

Ini akan menjadi pemandangan yang tak pernah bisa terlupakan. Apalagi untuk sebuah pantai yang menyimpan mitos dan keindahan di balik hamparan karang-karang raksasa.






Jika ingin berwisata di pantai sembukan jangan lupa membawa kail karena disana banyak orang yang mengail mencari ikan sambil menikmati indahnya pemandangan alam laut yang menawan.

Disamping itu juga ada tempat peribadatan yang ada di puncak gunung yang terletak tidak jauh dari pantai Sembukan tersebut.






PETA WISATA KAB. WONOGIRI

RUTE BUS SOLO -PRACI




wonogirikab.go.id dan dari berbagai sumber

No comments:

Post a Comment