Perbedaan Antara Gunung Slamet dengan Merapi

Terungkaplagi 18.9.14
Gunung Slamet di Jawa Tengah mengeluarkan lava pijar panas sejak beberapa hari lalu. Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan letusan yang terjadi di Gunung Slamet merupakan letusan bertipe strombolian atau encer.

Menurut dia, ancaman bahaya tipe gunung ini hanya dalam radius 4 kilometer. Untuk itu warga yang berada di kawasan Gunung Slamet diimbau tetap tenang.

Menurutnya, dari hasil penelitian dan data sejak tahun 1772, letusan Gunung Slamet hanya mengeluarkan maksimum dua juta meter kubik material.


"Letusan Gunung Slamet yang terjadi sekarang ini berbeda dengan Gunung Merapi yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah," katanya.

Dia mengungkapkan, Gunung Merapi yang memiliki magma sangat kental dan gas yang sangat kuat, sehingga energi yang dihasilkan sangat besar. Gunung ini meletus hebat pada 2010. Dalam bencana itu, sejumlah warga meninggal dunia. Termasuk penjaga Merapi, Mbah Maridjan.

Sementara, Gunung Slamet yang memiliki karakter letusan strombolian, memiliki letusan yang relatif aman dibandingkan Merapi. "Ancaman bahaya di radius 4 kilometer. Warga dilarang masuk radius itu," kata Surono.

Untuk itu, dia meminta warga yang berada di kawasan Gunung Slamet tidak terpengaruh dengan berita-berita yang menyesatkan. Meski suara dentuman Gunung Slamet terdengar hingga berkilo-kilometer, namun ancaman bahaya hanya dalam radius 4 kilometer.

Artikel Terkait Berita ,Fenomena

Blogger Template by BlogTusts Sticky Widget by Kang Is Published by GBT.

No comments:

Post a Comment

 
- See more at: http://langkah2membuatblog.blogspot.co.id/2012/12/cara-membuat-link-otomatis-di-blogger.html#sthash.WmsNvezS.dpuf