Ritual Pesugihan Wayang Punden Mbah Soka

Terungkaplagi 29.10.14
Bila anda penghobi wayang maka mungkin tempat ini akan menjadi tempat yang tepat untuk anda. Tempat ini bernama Punden Mbah Soka.

Berlokasi di desa Keboan, Mandan, Sukoharjo, Jawa Tengah. Selain dikenal sebagai tempat ngalap berkah, bagi warga yang percaya juga sering mendapatkan wayang bertuah di tempat ini. Syaratnya, harus menjalani ritual semalam atau memainkan musik ronda Tretek khas desa setempat.

"Memang benar, jika ada yang sampai mendapat wayang mini di punden ini, berarti merupakan tanda bahwa yang bersangkutan diijinkan mendapat berkah dari gaib punden," terang Marmo Suwito (81), penjaga Punden Soka saat kami temui.

Bapak berputra dua ini bercerita, bahwa sejarah Punden Soka berawal dari  kisah sesepuh desa di masa silam yang bernama Kyai Kromo Tiyo. Menjelang akhir hayatnya, beliau meninggal karena kelelahan menebang pohon Soka. Batang pohon itu rencananya hendak dipakai untuk sebuah pembangunan pengairan desa. Anehnya di tempat ia meninggal muncul sumber mata air atau tuk baru.

Oleh warga desa, sumber mata air baru itu dijadikan sumber pengairan. Dan seiring perkembangannya dibuat sumur pada sumber itu. Hingga akhirnya oleh warga desa dan pengikut setianya, potongan kayu Soka bekas tebangan Kyai Kromo Tiyo tersebut dijadikan Punden dan ditaruh dalam lokasi di pojok desa. Punden itu sebagai pengingat atau tetenger atas jasa perjuangan sesepuh desa yang meninggal tersebut.

"Itulah mengapa hingga sekarang, punden ini lebih dikenal dengan Punden Mbah Soka dibanding nama sesepuh desa kami," ujarnya.

Uniknya lagi hingga sekarang, hampir separuh warga desa banyak yang hijrah atau merantau ke dua kota, yaitu Salatiga dan Magelang. Entah apa sebabnya hanya dua kota itu saja yang dituju. Yang jelas hampir tiap hari, punden itu selalu ramai dikunjungi dengan jumlah pengunjung terbanyak dari dua wilayah kota tersebut. Sama seperti ritual di tempat keramat lain, di punden ini mereka juga melakukan ritual ngalap berkah.

"Hanya saja ditempat ini, mereka berharap agar secepatnya mendapat jimat atau berkah berupa wayang-wayang kecil," ceritanya.

Mbah Marmo Suwito menunjukan wayang

Wayang bertuah dan wadahnya

Cerita keberhasilan mendapatkan wayang dengan cara gaib di punden ini memang bukan sekedar mitos atau cerita belaka. Namun banyak warga yang mengaku sering mendapat wayang setelah melakukan ritual ditempat ini. Bahkan wayang yang didapat sering ditunjukkan pada warga lain yang belum berhasil mendapatkannya. Tentu saja memicu warga lain untuk melakukan ritual yang sama.

Wayang dari punden ini bukanlah wayang seperti yang biasa dibuat. Wayang gaib yang muncul dari punden ini berupa wayang mini dengan bahan logam mulia seperti emas, perak, kuningan atau perunggu. Bahkan kadang kala juga berbahan campuran antara logam-logam mahal lainnya.

Wayang tersebut juga mirip pusaka keris pada umumnya. Masing-masing wayang mempunyai semacam warangka atau wadah. Jadi jika wayang dicabut dari wadah, mirip seperti mencabut keris dari wadahnya. Lalu bagaimana cara mendapatkan wayang tersebut?

"Jika menginginkan wayang itu, harus berani ritual di punden atau bisa juga dengan bermain musik Ronda Tretek di dekat punden," paparnya panjang lebar.

Ritual yang dimaksud adalah melakukan semedi atau tirakatan di punden atau didekat punden. Hari yang dipakai biasanya hari Jum'at Wage. Pengunjung yang sudah punya niat, sebelumnya membasuh diri atau lebih baik mandi di sumber air atau sumur di samping punden. Setelah itu mereka bisa duduk atau tidur-tiduran disamping punden atau didepan Punden Soka.

Sedangkan bagi yang ingin melaksanakan ritual dengan memainkan musik Ronda Tretek bisa dilakukan di malam Selasa Kliwon. Pembagian jadwal tersebut dimaksudkan agar sesama pelaku ritual tidak datang bersamaan dan tidak saling mengganggu saat berada di lokasi. Khusus untuk ritual Ronda Tretek wajib dilakukan minimal oleh tujuh orang pemain.

"Meskipun yang menginginkan pusaka wayang satu orang namun pemain yang memainkan Ronda Tretek tetap harus tujuh orang, tidak lebih tidak boleh kurang," lanjutnya.

Ritual musik Ronda Tretek berwujud membunyikan musik dari alat bambu panjang yang dipukul dengan stik dari bambu juga. Diameter bambu sekitar 10 hingga 15 cm. Satu ujungnya dibiarkan terbuka dan ujung lainnya ditutup dengan kulit atau kertas. Nah diujung yang di tutup itulah yang dipukul stik supaya mengeluarkan bunyi-bunyian. Persis seperti drum dalam band yang dipukul pemainnya.

"Cara memainkannya bebas asalkan jika ada penyanyi nya harus menggunakan bahasa Jawa," ujarnya.

Konon semasa hidupnya Mbah Kromo Tiyo sangat suka dengan musik tradisional dengan ciri Ronda Tretek itu. Musik itu memang dulunya sebagai pengiring ronda. Petugas ronda yang menjaga desa akan berpatroli mengelilingi desa dengan membunyikan alat musik itu. Gunanya bukan saja untuk menjaga desa dari pencuri atau begal tetapi juga untuk mengusir roh-roh dan hantu jahat yang akan masuk desa.

Berkah dari kemunculan jimat wayang ini biasanya terjadi tengah malam. Jika ritual dilakukan dengan dian dan semedi biasanya mendapat petunjuk gaib tentang lokasi dimana wayang berada. Lokasi wayang sering kali tidak berada di tempat ritual, namun kaadangkala justru berada di rumah pelaku ritual.

Punden Mbah Soka dan sumur

Menurut pengalaman yang sudah-sudah, wayang memang paling sering ditemukan di sekitar lokasi punden. Paling tidak dalam radius sekitar 100 meter daari titik utama punden. Dan semua pelaku ritual dengan mudahnya dapat mengambil asalkan sudah mendapatkan petunjuk gaib dari punden.

Bahkan diluar lokasi terdapat sungai mati yang keberadaannya sudah berbentuk kolam yang memanjang dimana sering kali para pemancing pun juga bisa mendapat berkah tanpa harus melakukan ritual. Bahkan pernah ada cerita seorang pemancing mendapat hasil tangkapan berupa Lele Truno, yaitu ikan lele dengan wujud hanya kerangka saja tanpa daging. Meskipun hanya berwujud kerangka saja namun gerakannya di air sangat gesit.

"Ikan lele jenis ini biasanya menjadi jimat kekayaan bagi yang memeliharanya," tukasnya lagi.

Untuk pelaku ritual yang baru pertama kali biasanya dibantu oleh pemandu ritual penjaga punden. Selama memandu itulah, penjaga punden juga berbekal beberapa benda bertuah yang dipercaya bisa memperlancar hubungan batin antara pelaku ritual dengan gaib punden. Benda-benda tersebut dulunya sebagian juga diperoleh dari gaib Punden Mbah Soka.

Meskipun benda-benda tersebut wujudnya berlainan, namun memiliki satu kesamaan, yaitu masing-masing benda bertuah terdapat ukiran atau gambar tokoh punakawan Semar di badannya. Gambar maupun ukiran semar tersebut terjadi alamiah begitu saja. Pasalnya pada saat ditemukan gambar dan ukiran pada benda-benda tersebut tidak ada.

Dari kejadian itulah, di Punden Mbah Soka juga dipercaya menjadi semacam istana gaib dari tokoh wayang Semar. Sedangkan anggota punakawan lainnya dipercaya menyebar di berbagai tempat mistis di pulau Jawa. Bahkan kejadian munculnya fenomena Mbah Petruk di Puncak Merapi beberapa waktu silam, konon bisa dilihat daari lokasi Punden Mbah Soka dengan begitu jelas untuk waktu beberapa hari.

Saat itu kemunculan sosok Mbah Petruk dalam gumpalan awan memang hanya terlihat dari beberapa kota di sekitar lereng Gunung Merapi. Itupun hanya terjadi sekilas dan beberapa menit saja. Namun dari lokasi Punden Mbah Soka bisa terlihat jelas bahkan berlangsung selama satu minggu. Itulah sebabnya banyak yang percaya bahwa di Punden inilah sebenarnya terdapat istana bagi tokoh Semar.

Hari terbaik untuk ritual adalah Selasa Kliwon, atau bila mengikuti ritual tahunan biasanya tepat malam 1 suro. Ada pedoman untuk pelaku ritual yang ingin segera terkabul keinginan atau ambisi memperoleh wayang-wayang bertuah dari lokasi ini. Yaitu mengusahakan datang berturut-turut selama 15 hari. Namun biasanya di hari ketujuh sudah terdapat tanda-tanda terkabul hajatnya.

Selain memburu berkah wayang yang bisa digunakan untk penglaaris usaha, keberuntungan, atau keselamatan diri dan keluarga, dilokasi ini juga digunakan untuk melakukan ritual melacak akan sumber kekayaan seperti tambang minyak, tambang emas atau tambang lainnya.

Dilokasi Punden Mbah Soka inilah sering datang pimpinan proyek atau pengusaha yang berkecimpung dalam dunia tambang. Cukong tambang emas, minyak, nikel, bahkan cukong sarang burung walet seringkali muncul disini untuk mencari petunjuk lokasi baru untuk dieksplorasi.

Meskioun hasil ritual ditempat ini termasuk dahsyat namun untuk yang merasa terkabul keinginannya hanya cukup menggelar ritual syukuran sederhana disini. Biasanya mereka akan mengadakan syukuran dengan membuat nasi gurih dan beberapa buah pisang raja. Sedangkan bagi pengunjung atau pelaku ritual ada satu pantangan yang tak boleh dilanggar. Yaitu selama dilokasi dilarang memakai pakaian berbahan kain sutra. Jika melanggar dipercaya akan terkena celaka.

Artikel Terkait Fenomena ,Mistis

Blogger Template by BlogTusts Sticky Widget by Kang Is Published by GBT.

No comments:

Post a Comment

 
- See more at: http://langkah2membuatblog.blogspot.co.id/2012/12/cara-membuat-link-otomatis-di-blogger.html#sthash.WmsNvezS.dpuf