Tiga Kisah Misteri di Makam Habib Muhsin Kampung Pulo

Terungkaplagi 24.8.15

Makam Habib Muhsin Bin Husin Bin Umar Al-Idrus, menyimpan banyak kisah misterius sekalugis mencengangkan logika manusia. Wajar saja warga sekitar makam meyakini bahwa komplek pemakaman keluarga pendakwah itu keramat.
Dalam proses penggusuran pada pekan lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tidak akan menggusur makan yang dikermatkan warga setempat.
Ahmad (68) salah seorang sesepuh di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur menjelaskan bahwa makam Habib Muhsin bin Husin Umar Al-Idrus telah ada sebelum tahun 1930-an.
Berdasarkan cerita turun-temurun Habib Husin diyakini warga sekitar sudah mendiami kawasan Kampung Pulo sejak tahun 1800-an. Semasa hidupnya ia mengabdikan diri kepada masyarakat dengan menjadi alim-ulama.
Kepada merahputih.com ia menjelaskan setidaknya ada 3 keanehan atau peristiwa ghaib yang kerap terjadi di makam keramat tersebut.
Penasaran dengan kisahnya? simak ulasannya.
1. Makam Kerap Mengeluarkan Bau Wangi
Ahmad yang mengaku sudah mendiami kawasan Kampung Pulo sejak tahun 1954 menjelaskan bahwa bau harum yang keluar menyeruak dari makam Habib Husin kerap terjadi. Bau harum keluar pada saat malam tiba.
"Kita tidak tau juga dari mana asal wewangian itu muncul, apakah dari bunga yang ditaburkan, tidak tahu juga," katanya, kepada merahputih.com pekan lalu.
Diakuinya wewangian itu sering muncul pada malam hari, saat warga mulai terlelap tidur dan aktifitas warga berkurang.
"Kampung Pulo kan padat, pada siang hari, mungkin karena malam agak sepi wanginya muncul."
Namun, kata dia kejadian tersebut tidak semua orang bisa merasakannya, dan tidak terjadi pada setiap waktu.
2. Tidak Mempan dilahap Si Jago Merah
Sekitar tahun 1950an terjadi kebakaran hebat yang melanda kawasan Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Dahsyatnya api kala itu langsung membumihanguskan rumah-rumah yang didiami warga.
Namun demikian kebakaran hebat yang terjadi kala itu sama sekali tidak menyentuh makam Habib Husin. Api yang demikian besar seakan enggan menyentuh makam ulama yang dikeramatkan warga sekitar.
"Tahun 50 kampung Pulo pernah kebakaran, tapi pemakaman H. Muhsin dan keluarganya itu selamat, api seperti melambai-lambai dibagian atas pemakaman tapi tidak membakar," ucap Ahmad.
3. Tidak Tenggelam Saat Banjir
Selain mengeluarkan bau harum dan tidak mempan di bakar api, makam keramat Habib Husin juga tidak tenggelam diterjang banjir.
Pada tahun 2007 silam, DKI Jakarta dilanda banjir besar. Seluruh pemukiman di bantaran Kampung Pulo semuanya rata tergenang dengan air. Banjir yang mencapai atap rumah menyiasakan kotoran dan lumpur.
Namun demikian hal yang aneh, makam Habib Husin tidak tergenang air cukup tinggi. Meski sempat tergenang air, namun makam keramat tersebut sama sekali tidak kotor oleh sampah dan lumpur.
"Saat banjir besar, air sempat menggenangi makam, namun tidak mengotori makam, bahkan kelambunya," kata dia.
Jadi, saat banjir besar biasanya menyisakan lumpur dan sampah yang terdampar, namun, dimakam tidak seperti itu kejadiannya. 

Artikel Terkait Berita ,Fenomena

Blogger Template by BlogTusts Sticky Widget by Kang Is Published by GBT.

No comments:

Post a Comment

 
- See more at: http://langkah2membuatblog.blogspot.co.id/2012/12/cara-membuat-link-otomatis-di-blogger.html#sthash.WmsNvezS.dpuf